Jakarta -
Orang yang demen mencari perhatian biasanya ingin menjadi pusat perhatian dalam beragam situasi. Mereka dapat berbuat alias mengatakan sesuatu yang mencolok agar keberadaannya diperhatikan oleh orang di sekitar.
Kebiasaan tersebut bisa kelihatan dari perilaku di media sosial hingga cara berbicara sehari-hari. Tak jarang, mereka melontarkan komentar yang tidak biasa alias membagikan sesuatu yang mengundang respons demi mendapatkan perhatian.
Jika dilakukan terus-menerus, sikap seperti ini bisa membikin orang di sekitarnya merasa kurang betah alias lelah.
Salah satu cara mengenalinya adalah memperhatikan kalimat yang sering mereka ucapkan dalam percakapan.
11 Kalimat yang sering diucapkan orang yang demen mencari perhatian
Dilansir Your Tango, orang-orang yang sangat membutuhkan perhatian sering mengucapkan beberapa kalimat berikut ini:
1. “Tidak ada yang peduli padaku”
Ketika seseorang ingin menjadi pusat perhatian, mereka mungkin mengatakan sesuatu seperti, ‘Tidak ada yang peduli padaku’. Ini adalah ungkapan gampang yang membikin orang ikhlas merasa bersalah.
Tanpa disadari, sebagian orang ingin meyakinkan mereka bahwa mereka dipedulikan, mereka mendapatkan perhatian yang mereka dambakan.
2. “Tidak apa-apa, terserah”
Ketika orang yang sangat membutuhkan perhatian menggunakan kalimat ini, itu adalah tanda jelas bahwa mereka ingin Bunda bertanya apa masalahnya.
Cara lain seseorang yang putus asa dapat menggunakan kalimat ini adalah ketika ditanya tentang kabarnya. Mereka akan mengatakan baik-baik saja, tetapi menambahkan kata ‘Terserah’ di akhir untuk menekankan kebalikannya.
Mereka membikin pernyataan yang samar, sebuah tanda bahwa mereka mencari perhatian. Mereka ingin Bunda bertanya lebih lanjut.
3. “Apakah Anda melihat apa yang aku unggah?”
Menggunakan beragam platform memungkinkan kita untuk berguru dan bertahan ikatan. Namun, jika seseorang sangat membutuhkan perhatian, mereka dapat menggunakan media sosial untuk mendapatkannya.
Jumlah “like” bisa sangat krusial bagi orang-orang seperti ini. Saat berbareng mereka, mungkin akan mengatakan, “Apakah Anda melihat apa yang aku posting?”. Ini bisa menjadi undangan bagi Bunda untuk memujinya.
4. “Pasti menyenangkan”
Orang yang demen mencari perhatian menganggap setiap percakapan yang tidak berpusat pada dirinya sebagai serangan.
Ketika seseorang menceritakan kisah suksesnya sendiri, hal itu dapat menyebabkan orang yang haus perhatian tersebut berkata, “Pasti menyenangkan”. Mereka mungkin kesulitan melihat orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan.
5. “Semua orang selalu meninggalkanku”
Perilaku mencari perhatian dapat berasal dari kesenyapan dan masalah harga diri. Mereka mungkin mencari pengesahan ketika mengucapkan kalimat ini.
Hal itu bisa melelahkan bagi orang biasa, tetapi kata-kata itu bisa sangat berarti bagi seseorang yang takut sendirian.
Mengatakan hal ini memberikan mereka perhatian yang didambakan, sekaligus memungkinkan mereka merasa aman dengan orang yang diajak bicara.
6. “Aku tidak pernah cukup baik”
Mereka ingin orang-orang di sekitarnya mengatakan itu tidak benar. Namun, tidak semua orang jatuh ke dalam perangkap ini.
Ketika mereka sering mengatakan tidak pernah cukup baik, mereka berkeinginan orang lain akan meyakinkannya bahwa mereka cukup baik, tetapi sulit bagi orang-orang di sekitarnya untuk memainkan peran itu dalam hidupnya.
7. “Aku menyebalkan”
Beberapa orang terlalu bergantung pada perhatian untuk membangkitkan semangatnya. Ketika membutuhkan kepastian, mereka akan mencari pujian dan kenyamanan.
Ketika seseorang mengatakan mereka menyebalkan, sebenarnya mereka ingin mendengar bahwa mereka tidak menyebalkan.
Mereka mencari dukungan positif dari teman-temannya. Meskipun percakapan tertentu dapat memicu emosi ini, mereka juga dapat mengucapkan kalimat ini untuk mendapatkan perhatian yang didambakan.
8. “Inilah kenapa aku tidak terbuka kepada siapa pun”
Orang yang mengatakan ini kemungkinan besar ingin Bunda meyakinkan mereka bahwa aman untuk berbicara dengan Bunda.
Tidak selalu gampang untuk memberikan respons yang mereka inginkan. Jika tidak mendapatkan jawaban yang diinginkan, mereka akan mencoba kelihatan jengkel agar mendapatkan perhatian dan pengakuan dari orang lain.
9. “Tidak ada yang menyadari jika aku menghilang”
Mengucapkan hal-hal dramatis seperti kalimat ini seringkali membikin mereka mendapatkan perhatian yang mereka cari.
Kebanyakan orang memiliki orang-orang yang baik dan pengertian di sekitarnya. Mereka akan segera meyakinkan orang-orang tersebut bahwa ini tidak benar dan mereka menghargai Bunda. Respons dramatis ini memberitahu bahwa mereka sangat membutuhkan perhatian.
10. “Aku cuma jujur”
Mengatakan hal-hal yang kasar mungkin merupakan cara termudah bagi mereka untuk menjadi pusat perhatian dalam percakapan tersebut.
Hal ini dapat menyakiti orang-orang di sekitarnya, sehingga mereka mungkin menggunakan ungkapan ini untuk menutupi perilaku buruknya.
“Aku cuma jujur” adalah ungkapan yang sering digunakan oleh orang-orang dengan niat buruk. Mudah bagi mereka untuk mendapatkan perhatian ketika mengatakan sesuatu yang tidak menyenangkan..
Ketika mengklaim cuma jujur, mereka mencoba memberi dirinya jalan keluar yang gampang untuk menghindari konsekuensi.
11. “Aku tidak punya kawan sejati”
Ketika seseorang mengatakan hal ini, mereka mungkin mencari perhatian yang datang dengan membikin pernyataan seperti itu.
Mereka ingin orang lain berbagi betapa mereka menghargai dan menghormatinya. Pada kenyataannya, orang tersebut mungkin sudah mengetahuinya, tetapi menikmati perhatian yang mengikuti ungkapan tersebut.
Penyebab orang yang demen mencari perhatian
Dilansir verywell mind, beberapa aspek dapat menyebabkan perilaku mencari perhatian. Berikut di antaranya:
1. Rendah diri
Rendah diri seringkali kelihatan dari orang yang sedang berjuang melawan depresi. Namun terkadang, rendah diri alias memiliki pandangan negatif terhadap diri sendiri dapat menyebabkan emosi depresi dan kecemasan.
2. Pengabaian, pelecehan alias trauma masa kanak-kanak
Tumbuh dewasa dengan emosi tidak aman, tidak dicintai, dan tidak percaya diri dapat menyebabkan emosi rendah diri kronis, depresi, dan kemarahan, yang dapat berkontribusi pada perilaku agresif, antisosial, dan apalagi kenakalan.
3. Kondisi emosional
Kondisi emosional lain yang dapat menyebabkan perilaku mencari perhatian meliputi kesenyapan alias kecemburuan.
Sebagai contoh, orang yang mengalami peningkatan kesenyapan alias kecemasan sosial mungkin berpaling ke media sosial untuk mencari pengesahan dan kemudian memberitahu perilaku mencari perhatian dalam interaksi daring mereka dengan orang lain.
Nah, itulah beberapa kalimat yang sering diucapkan orang yang demen mencari perhatian dan penyebab mereka berperilaku seperti itu. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang ingin sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)