12 Kisah Singkat Ini Ungkap Cara Umar Bin Khattab Jauhkan Kepentingan Keluarga dari Kekuasaan

Intisari Islam oleh Waktu baca 2 menit 503x dilihat
12 Kisah Singkat Ini Ungkap Cara Umar Bin Khattab Jauhkan Kepentingan Keluarga dari Kekuasaan

Bagikan Postingan

Kincai Media, JAKARTA— Umar sangat tegas dalam mengamati dan mengevaluasi dirinya sendiri maupun keluarganya. Ia menyadari bahwa banyak mata tertuju kepadanya dan banyak orang menjadikannya sebagai teladan.

Tidak ada gunanya jika ia bersikap keras terhadap dirinya sendiri, tetapi membiarkan keluarganya hidup bebas tanpa batas.

Jika demikian, ia akan dimintai pertanggungjawaban atas perilaku keluarganya di akhirat, sementara di bumi ia tidak akan luput dari kritik masyarakat.

Umar bin Khattab RA berkata, “Sesungguhnya rakyat akan menjalankan tanggung jawab mereka kepada imam sebagaimana imam menjalankan kewajibannya kepada Allah. Jika seorang imam hidup bermewah-mewahan dan melampaui batas, rakyatnya pun akan mengikuti perilakunya.”

Setiap kali melarang penduduk berbuat sesuatu, Umar terlebih dahulu menyampaikan larangan itu kepada keluarganya. Ia berkata, “Aku telah melarang penduduk berbuat ini dan itu. Sementara itu, orang-orang selalu memperhatikan kalian, sebagaimana burung mengincar daging. Jika kalian melanggar, mereka pun akan melanggar. Jika kalian takut berbuat pelanggaran, mereka pun akan takut melakukannya. Demi Allah, siapa pun yang berbuat sesuatu yang telah aku larang kepada masyarakat, aku akan melipatgandakan hukumannya karena kedudukannya yang dekat denganku. Siapa yang mau maju, silakan maju, dan siapa yang mau mundur, silakan mundur.”

Umar senantiasa mengamati dan mengikuti perilaku anak-anak, istri-istri, serta kerabatnya. Berikut ini sejumlah peristiwa yang menggambarkan ketegasan dan kehati-hatiannya yang dinukilkan dari Umar bin Khattab, karya Ali Muhammad ash-Shallabi.

1. Fasilitas lazim tidak boleh diistimewakan untuk keluarga

Umar melarang keluarganya memanfaatkan akomodasi lazim yang disediakan negara bagi himpunan penduduk tertentu. Ia cemas akomodasi tersebut disalahgunakan untuk mengistimewakan keluarganya.

Abdullah bin Umar menceritakan bahwa ia pernah membeli sejumlah unta, kemudian menggembalakannya di area padang rumput yang diperuntukkan bagi kepentingan umum. Setelah unta-unta itu gemuk, ia membawanya balik ke pasar.

Suatu hari, Umar memasuki pasar dan melihat sejumlah unta yang tampak gemuk. Ia pun bertanya, “Milik siapa unta-unta ini?”

Artikel Lainnya Intisari Islam
↑
Close Right Ads
Close Left Ads