Kemiripan yang Mencurigakan: Benarkah Max Weber Plagiasi Ide Sarjana Muslim Al-Biruni?

Intisari Islam oleh Waktu baca 2 menit 368x dilihat
Kemiripan yang Mencurigakan: Benarkah Max Weber Plagiasi Ide Sarjana Muslim Al-Biruni?

Bagikan Postingan

Patung Abu Rayhan Al-Biruni di distrik Almazor kota Tashkent.

Kincai Media, JAKARTA-Ketika meninjau sejarah pemikiran sosial dari Samarkand, kita pernah mengatakan bahwa Abu Raihan al-Biruni layak ditempatkan sejajar dengan Ibnu Khaldun.

Kita juga telah menyinggung adanya kedekatan yang mencolok antara metode al-Biruni, yang berupaya memahami penduduk lain dari dalam kerangka arti mereka sendiri, dan sosiologi interpretatif (verstehende Soziologie) yang dikembangkan Max Weber.

Namun, kedekatan tersebut tidak kita pandang sebagai hubungan efek langsung, melainkan sebagai kesamaan metodologis yang dicapai oleh dua filsuf yang hidup pada era berbeda.

Akan tetapi, artikel yang ditulis sosiolog Turki, Prof Mustafa Orçan, berjudul Nidham Thabaqat 'India Abu Raihan Muhammad bin Ahmad al-Biruni Qabla Max Weber, membawa permasalahan ini ke tahap yang lebih jauh.

Orçan membandingkan pandangan al-Biruni dan Weber tentang India, khususnya mengenai mekanisme kasta dalam masyarakatnya.

Perbandingan tersebut memunculkan sebuah pertanyaan yang mengusik, tetapi statis perlu diajukan:

Apakah Weber memungut sebagian gagasannya tentang India dan mekanisme kasta dari al-Biruni? Jika memang demikian, kenapa ia tidak pernah mengatakan nama al-Biruni sekalipun?

Dalam artikelnya dalam Aljazeera, Yasin Aktay, akademisi asal Turki mengatakan berdasarkan keterangan yang tersedia saat ini, kita belum dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan tegas, “Ya.”

Orçan pun tidak menyajikan permasalahan ini sebagai kasus plagiarisme yang telah terbukti. Namun, kronologi sejarah, beragam kesamaan pemikiran, dan tidak adanya penyebutan nama al-Biruni membikin pertanyaan tersebut sah untuk diajukan.

Artikel Lainnya Intisari Islam
↑
Close Right Ads
Close Left Ads