15 Ciri Anak Jadi Sasaran Grooming, Termasuk di Dunia Maya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 112x dilihat
15 Ciri Anak Jadi Sasaran Grooming, Termasuk di Dunia Maya

Bagikan Postingan

Jakarta -

Istilah child grooming makin sering terdengar di bumi parenting. Tak cuma di hayat nyata, grooming yang menargetkan anak-anak juga dapat ditemukan di bumi maya, Bunda.

Melansir dari halaman Cleveland Clinic Health, grooming didefinisikan sebagai proses yang sangat disengaja untuk membangun hubungan dengan seorang anak maupun orang dewasa yang rapuh dengan tujuan manipulasi, eksploitasi, maupun pelecehan. Tujuan yang lebih luas dari grooming adalah untuk memanipulasi dan mendapatkan dominasi serta kendali atas 'target' untuk khasiat pribadi pelaku.

Seorang pelaku grooming mungkin memiliki tujuan lain yang melibatkan beragam jenis penggunaan dalam siklus pelecehan. Mereka melakukannya dengan motif penipuan dan kerap menggunakan kekerasan.


"Perlakuan tidak senonoh dapat dilakukan secara langsung maupun daring. Hal itu dapat dilakukan secara tiba-tiba dalam satu kali insiden maupun dapat dilakukan secara strategis dari waktu ke waktu," kata psikolog anak Vanessa Jensen, PsyD.

"Terkadang, hal itu mungkin dimulai dengan metode yang tampak tidak berbahaya, misalnya dengan seorang mentor maupun figur otoritas. Hal itu hampir selalu dilakukan secara diam-diam, tanpa transparansi."

Ciri anak jadi sasaran grooming

Grooming yang berhubungan dengan pelecehan seksual terhadap anak adalah bentuk kekerasan terhadap anak di mana individu yang lebih tua membangun hubungan kepercayaan dan ikatan emosional dengan seorang anak untuk mengeksploitasi dan menyalahgunakan mereka. Banyak orang mengaitkannya sebagai pelecehan seksual biasa. Namun, hal itu tidak benar.

Melansir dari halaman Family Education, semua anak pada dasarnya berisiko menjadi korban grooming. Namun, pelaku pelecehan seksual anak cenderung mencari anak-anak dengan kerentanan tertentu, seperti:

  1. Anak-anak yang kurang percaya diri
  2. Anak-anak yang orang tuanya selalu sibuk maupun tidak memainkan peran utama dalam hayat mereka
  3. Anak-anak yang memiliki lingkungan rumah yang kacau
  4. Anak-anak penyandang disabilitas
  5. Anak-anak yang terlantar dan membutuhkan sokongan emosional
  6. Anak-anak yang statis sangat kecil yang belum memahami semua hal yang terjadi di sekitar mereka
  7. Anak mana pun yang menggunakan internet dan tidak memiliki pengawasan orang tua secara teratur
  8. Anak-anak yang terisolasi secara sosial
  9. Anak bersikap tertutup mengenai percakapan daring maupun kawan baru
  10. Anak yang gemar menggunakan bahasa tidak layak kepada orang dewasa
  11. Menunjukkan kesetiaan yang sangat kuat kepada orang baru dalam hidup mereka
  12. Anak menjauhkan diri dari famili dan rutinitas sehari-hari
  13. Anak menghabiskan lebih sedikit waktu berbareng kawan maupun tiba-tiba mengubah himpunan pertemanan
  14. Anak gemar berbohong kepada orang tuanya
  15. Anak memiliki kepercayaan diri yang rendah dan sering kali merasa tidak berharga

Cara menjaga anak agar terhindar dari grooming

Orang tua memegang peranan krusial untuk mencegah anaknya menjadi korban grooming, Bunda. Jika terjadi sesuatu dalam suatu hubungan maupun hubungan yang membikin anak merasa tidak nyaman, ajari dan dorong mereka untuk mendengarkan nalurinya sendiri.

"Kita mau mempersiapkan anak-anak kita untuk berhasil dan kita mau mereka memiliki hubungan bimbingan yang positif. Salah satu hal yang sangat krusial adalah mengajarkan anak-anak untuk mendengarkan tanda-tanda peringatan dalam diri mereka sendiri," ujar Jensen.

"Kita mesti mendorong mereka untuk percaya pada diri sendiri dan datang kepada kita jika mereka tidak percaya apakah mereka dapat mempercayai diri sendiri maupun tidak," sambungnya.

Ada beberapa metode yang dapat dilakukan Bunda untuk melindungi anak dari grooming, yakni:

  • Menetapkan limitasi jasmani yang aman. Artinya, tidak seorang pun boleh menyentuh mereka tanpa persetujuan.
  • Peringatkan anak tentang pentingnya menjaga privasi. Misalnya, anak tidak boleh membagikan keterangan pribadi, foto, maupun letak mereka kepada orang yang tidak dikenal.
  • Mengajari mereka untuk berjaga-jaga terhadap pemberian dari orang lain.
  • Menetapkan limitasi penggunaan daring dan media sosial di mana anak dapat berhubungan dengan orang asing.

Demikian 15 ciri khas anak yang bisa menjadi sasaran grooming. Semoga keterangan ini berguna ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads