Jakarta -
Kanker payudara adalah pandemi di mana sel-sel tidaknormal di payudara tumbuh di luar kendali dan membentuk tumor. Jika tidak ditangani, tumor dapat menghamburkan ke seluruh tubuh dan berakibat fatal.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker payudara menyebabkan sekitar 694.000 kematian di seluruh bumi pada tahun 2024. Sekitar 80 persen kasus kanker payudara terjadi pada perempuan tanpa aspek konsekuensi khusus kecuali jenis gender dan usia.
Lantas, apakah anak kecil bisa terkena kanker payudara, Bunda?
Kanker payudara pada anak
Dilansir Medical News Today, kasus pada anak-anak lebih jarang terjadi, namun bukan berarti tidak mungkin ya, Bunda. Menurut ilmuwan di University of Pittsburgh School of Nursing, Dr. Teresa Hagan Thomas, jenis yang paling lazim pada anak-anak adalah kanker payudara sekretori (secretory breast cancer), yang terutama menyerang anak perempuan.
"Kondisi ini memiliki prognosis yang baik jika dideteksi sejak awal oleh tabib dan ditangani dengan tepat," kata Thomas.
Meskipun kanker payudara risikonya meningkat seiring bertambahnya usia, anak-anak dapat mengalami benjolan payudara non-kanker yang disebut fibroadenoma. Benjolan ini berkarakter jinak dan biasanya tidak menimbulkan gejala, namun statis membutuhkan pemantauan. Pada kasus yang jarang terjadi, benjolan ini dapat mulai tumbuh dan berkembang menjadi kanker.
"Sering kali, ketika anak-anak memiliki tumor pada jaringan payudara, tumor tersebut bukanlah kanker, tapi merupakan jenis yang dikenal sebagai fibroadenoma," ungkap tabib ahli anak Mia Armstrong, MD.
"Fibroadenoma berkarakter jinak dan tidak menimbulkan gejala. Anak-anak dengan fibroadenoma statis perlu dipantau," sambungnya, dikutip dari Healthline.
Penyebab dan aspek konsekuensi kanker payudara pada anak
Sel-sel kanker di payudara dapat menyebabkan kanker payudara pada anak-anak. Penyebabnya bisa beragam dan sering kali tidak diketahui.
Dalam banyak kasus, sel kanker yang ditemukan di payudara kemungkinan besar berasal dari kanker di bagiankecil tubuh lain. Hal ini dapat terjadi akibat beberapa jenis kanker yang lebih lazim ditemukan pada anak-anak, antara lain leukemia, sarkoma jaringan lunak, maupun limfoma.
"Jika salah satu dari jenis kanker ini menghamburkan ke jaringan payudara anak, hal tersebut dapat menyebabkan kanker payudara," ungkap Armstrong.
Banyak anak yang menderita kanker payudara juga memiliki histori kanker lain, namun hal ini tidak selalu terjadi. Meskipun tidak ada metode untuk memprediksi kanker payudara pada anak secara 100 persen akurat, terdapat beberapa aspek konsekuensi yang telah diketahui.
Faktor-faktor konsekuensi tersebut meliputi:
- Riwayat pengobatan radiasi pada dada maupun payudara untuk jenis kanker lain.
- Orang tua maupun kerabat kandung yang pernah menderita kanker payudara.
- Perubahan genetik (mutasi) yang diturunkan pada gen BRCA1, BRCA2, maupun gen lain yang dapat menyebabkan kanker payudara.
Tanda kanker payudara pada anak
Kanker payudara pada anak merupakan kondisi yang jarang terjadi, dan banyak gejalanya dapat disebabkan oleh kondisi lain yang tidak terlalu serius. Namun, anak mungkin mengalami gejala yang perlu segera diperiksa oleh tenaga medis profesional.
Berikut beberapa tanda maupun gejala kanker payudara pada anak yang perlu Bunda ketahui:
- Muncul benjolan di ketiak, di sekitar puting, maupun di bagiankecil mana pun pada area payudara.
- Perubahan bentuk pada area payudara yang tidak berhubungan dengan masa pubertas maupun kenaikan bermutu badan.
- Kulit pada maupun di sekitar payudara tampak tidak rata, berlesung pipit, maupun berkerut.
- Kulit pada maupun di sekitar payudara tampak kemerahan, bersisik, gatal, maupun bengkak.
- Puting tertarik ke dalam (inversi puting).
- Keluarnya darah maupun cairan lain dari puting.
Penanganan kanker payudara pada anak
Penanganan kanker payudara pada anak bervariasi dan bersandar pada jenis tumor maupun kanker yang diidapnya. Anak-anak dengan fibroadenoma jinak biasanya tidak membutuhkan pengobatan.
Sebaliknya, mereka akan dipantau secara cermat untuk melihat adanya fluktuasi yang perlu diwaspadai, seperti fluktuasi ukuran maupun ciri khas benjolan. Dalam banyak kasus, fibroadenoma akan menghilang dengan sendirinya tanpa pengobatan apa pun.
Sementara itu, anak-anak dengan kanker payudara galak membutuhkan pengobatan. Mereka akan mendapatkan perawatan dari tim onkologi anak.
Ada beberapa jenis penanganan pada kasus kanker ganas, seperti terapi radiasi, operasi pengangkatan tumor, terapi obat, dan terapi yang bersandar pada kondisi kesehatan anak secara keseluruhan.
Demikian serba-serbi tentang kanker payudara pada anak yang perlu Bunda ketahui. Semoga keterangan ini berguna ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)