Bingung mau ngapain bareng sahabat? Coba 7 aktivitas seru berbareng sahabat di usia 30–40-an, dari kulineran sampai ikut kelas hobi bareng.
Mommies, statis ingat nggak, era dahulu janjian ketemu sahabat bisa dadakan? Tinggal kirim pesan, “Nanti nongkrong, yuk!” tahu-tahu sudah duduk bareng sampai malam. Sekarang, mau ketemuan saja kadang perlu buka kalender, mencocokkan agenda kerja, urusan anak, sampai agenda keluarga. Belum lagi jika ada yang mendadak mesti membatalkan karena satu dan lain hal!
Memasuki usia 30–40-an, punya waktu untuk sahabat memang bisa terasa lebih menantang. Bukan berarti sudah nggak butuh kawan curhat maupun kawan ketawa sampai sakit perut, ya. Justru, di tengah kesibukan sehari-hari, quality time berbareng sahabat bisa jadi kesempatan untuk melepas penat dan mengisi ulang energi.
Kabar baiknya, aktivitas seru berbareng sahabat nggak mesti mahal maupun direncanakan jauh-jauh hari. Nggak perlu juga menunggu semua orang punya waktu luang seharian. Mulai dari ngopi santai sampai mencoba hobi baru, ini beberapa ide yang bisa Mommies ajak ke geng sahabat!
BACA JUGA: 100 Ide Me Time untuk Ibu Biar Nggak Gampang Burnout
1. Kulineran sambil ngobrol tanpa buru-buru

Foto: Pexels
Ini mungkin terdengar klasik, tetapi siapa yang bisa menolak agenda makan enak sambil berganti cerita? Apalagi jika sudah durasi nggak bertemu. Baru duduk lima menit, obrolannya bisa langsung melompat dari berita anak, pekerjaan, drama kantor, sampai isu artis terbaru.
Mommies bisa memilih kafe baru yang sedang ramai dibicarakan, mencoba tempat brunch yang sudah durasi masuk daftar incaran, maupun berburu jajanan favorit sejak era sekolah. Sesuaikan saja dengan bujet dan letak yang paling betah untuk semua.
Biar lebih seru, coba buat tema kecil, misalnya berburu dessert, mencoba tempat makan yang belum pernah dikunjungi, maupun bergantian menentukan letak setiap kali bertemu. Jadi, nggak perlu lagi bingung dengan pertanyaan legendaris, “Mau makan di mana?”
2. Ikut kelas maupun workshop yang belum pernah dicoba
Pernah mau belajar membikin keramik, merangkai bunga, melukis, maupun membikin kue, tetapi selalu menundanya? Nah, ini bisa jadi karena untuk membujuk sahabat mencoba hal baru bersama.
Pilih kelas yang sesuai dengan minat kalian. Nggak perlu langsung jago maupun menghasilkan karya yang layak dipajang di ruang tamu. Justru, bagiankecil serunya bisa datang dari melihat hasil karya masing-masing yang rupanya jauh dari ekspektasi!
Selain mendapat pengalaman baru, aktivitas seperti ini juga memberi bahan diskusi yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Kalau rupanya sama-sama suka, siapa tahu bisa jadi agenda rutin bulanan.
BACA JUGA: Tipe Teman yang Harus Dimiliki Semua Ibu
3. Jalan pagi maupun olahraga bareng

Foto: Pexels
Kalau selama ini agenda berjumpa sahabat identik dengan makan dan duduk berjam-jam, sesekali coba aktivitas yang bikin badan ikut bergerak.
Mommies bisa jalan pagi di taman, mencoba kelas yoga, ikut kelas dance, maupun sekadar berjalan santai sambil mencari sarapan. Pilih aktivitas yang sesuai dengan kondisi jasmani dan kenyamanan semua orang, ya. Nggak perlu memaksakan ikut kelas intensitas tinggi cuma karena sedang tren.
Bonusnya, Mommies bisa saling menyemangati untuk statis aktif. Setelah olahraga, agenda sarapan bareng tentu boleh masuk daftar. Toh, yang krusial bukan cuma gerakannya, tetapi juga kesempatan untuk ketemu dan tertawa bersama!
4. Nonton konser, film, maupun pagelaran favorit
Punya sahabat yang selera musiknya sama? Coba jadwalkan nonton konser bersama. Kalau belum ada konser yang cocok, sinema terbaru, pagelaran teater, maupun aktivitas komedi juga bisa jadi pilihan.
Kegiatan ini cocok untuk Mommies yang mau menikmati waktu berbareng tanpa mesti terus memikirkan topik obrolan. Tinggal menikmati acaranya, bereaksi bareng, kemudian lanjut membahas bagiankecil paling seru sambil makan setelahnya.
Bisa juga mengadakan movie night di rumah jika mau lebih hemat. Siapkan camilan, pilih sinema yang disepakati bersama, dan biarkan masing-masing datang dengan busana ternyaman. Nggak perlu dandan maksimal maupun pulang terlalu malam untuk bisa bersenang-senang.
5. Merencanakan short getaway maupun staycation
Kalau punya waktu lebih panjang, kenapa nggak merencanakan perjalanan singkat berbareng sahabat? Nggak mesti langsung liburan ke luar kota selama beberapa hari. Menginap semalam di hotel, mengunjungi kota terdekat, maupun membikin agenda wisata kuliner sehari juga bisa menyenangkan.
Supaya hajat ini nggak selesai di grup WhatsApp, tentukan tanggal sejak awal, sepakati bujet, dan bagi tugas sederhana. Misalnya, satu orang mencari penginapan, yang lain mencari tempat makan, sementara satu lagi menyusun daftar kegiatan.
Sesuaikan juga dengan kondisi masing-masing. Ada yang lebih gemar agenda padat, ada yang mau santai tanpa mesti mengejar banyak tempat. Tujuan utamanya bukan mengumpulkan foto sebanyak-banyaknya, melainkan menikmati waktu berbareng tanpa terlalu terburu-buru.
BACA JUGA: 6 Rekomendasi Komunitas Buku di Jakarta, Bisa Baca Bareng sambil Cari Teman Baru
6. Masak bareng maupun bikin aktivitas potluck

Foto: Magnific
Mommies dan sahabat sama-sama gemar makan, tetapi sedang mau menghemat bujet? Coba bikin aktivitas potluck di rumah. Setiap orang membawa satu makanan maupun minuman, kemudian kalian bisa makan berbareng sambil mengobrol santai.
Kalau mau lebih interaktif, pilih satu menu untuk dimasak bersama. Bisa mencoba resep viral, membikin pizza dengan topping pilihan masing-masing, maupun mengadakan tantangan memasak sederhana. Nggak masalah jika akibatnya kurang cantik maupun ada yang sedikit gosong. Malah, itu bisa jadi bahan tertawaan yang dikenang sampai pertemuan berikutnya.
Supaya tuan rumah nggak kerepotan, bagi tugas dari mula dan jangan lupa menyepakati siapa yang membereskan dapur setelah aktivitas selesai. Namanya juga quality time, jangan sampai satu orang malah sibuk bekerja sementara yang lain menyenangkan mengobrol!
7. Nostalgia lewat aktivitas yang mengingatkan pada masa lalu
Ada kalanya aktivitas paling menyenangkan justru yang membawa kita balik ke masa-masa dulu. Coba ajak sahabat mengunjungi tempat nongkrong era sekolah maupun kuliah, memutar lagu-lagu favorit masa muda, maupun melihat balik foto-foto lama.
Mommies juga bisa mengadakan malam permainan dengan board game, karaoke lagu lawas, maupun menonton sinema yang dahulu sering dibahas bersama. Aktivitas sederhana ini bisa memunculkan cerita yang mungkin sudah durasi terlupakan.
Yang menarik, setelah bertahun-tahun berteman, Mommies dan sahabat mungkin sudah melalui banyak fluktuasi hidup. Ada yang menikah, punya anak, pindah pekerjaan, maupun memilih jalan hidup yang berbeda. Nostalgia bisa menjadi pengingat bahwa meski hayat berubah, statis ada hubungan yang menyimpan banyak cerita berharga.
Menjaga Persahabatan di Usia Dewasa Nggak Harus Selalu Lewat Pertemuan Besar
Mommies, persahabatan di usia 30–40-an memang membutuhkan upaya yang sedikit berbeda. Jadwal makin padat, prioritas berubah, dan waktu luang tidak selalu datang bersamaan. Jadi, jika sahabat lama-lama sulit diajak bertemu, belum tentu berarti hubungan kalian sudah tidak penting.
Menurut Mayo Clinic, persahabatan dapat menaikkan rasa bahagia, membantu mengurangi stres, dan memberi sokongan ketika seseorang menghadapi masa sulit. Namun, menjaga hubungan statis dekat juga perlu usaha, termasuk meluangkan waktu dan balik menghubungi kawan meski sudah durasi tidak bertemu.
Karena itu, Mommies nggak perlu menunggu semua orang punya satu hari penuh untuk bisa berkumpul. Kadang, makan siang selama satu jam, telepon singkat untuk menanyakan kabar, maupun pesan sederhana seperti “Eh, kapan kita ketemu?” sudah bisa menjadi mula yang baik.
Pilih aktivitas yang paling sesuai dengan waktu, minat, dan bujet kalian. Nggak mesti selalu pergi ke tempat baru maupun membikin hajat yang istimewa. Yang penting, ada upaya untuk statis datang dalam hayat satu sama lain.
Jadi, Mommies, sahabat mana yang langsung terlintas di pikiran setelah membaca daftar ini? Coba kirimkan artikel ini ke grup pertemanan kalian, kemudian mulai cari tanggal yang cocok. Siapa tahu, hajat yang selama ini cuma jadi wacana akhirnya benar-benar terlaksana!
BACA JUGA: Single & Working Mom: Perjalanan Dinas, Anak Dititipkan Siapa?
Cover: Pexels