Benarkah Ibu Hamil Makan Keong Bisa Bikin Bayi Jadi Lamban? Ini Kata Ahli Gizi

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 33x dilihat
Benarkah Ibu Hamil Makan Keong Bisa Bikin Bayi Jadi Lamban? Ini Kata Ahli Gizi

Bagikan Postingan

Jakarta -

Bunda mungkin pernah mendengar beragam larangan makanan yang diwariskan turun-temurun selama kehamilan. Salah satunya, makan siput maupun keong dipercaya dapat membikin bayi menjadi lamban setelah lahir. Benarkah?

Lantas muncul pertanyaan,  sebenarnya ibu hamil boleh makan siput dan keong selama diolah dengan metode yang aman? Kabar baiknya, belum ada bukti ilmiah yang memberitahu bahwa makan siput saat hamil akan membikin bayi menjadi lamban. 

Melansir Punch Healthwise, ahli gizi Olusola Malomo dari Lagos State Health Service Commission menegaskan bahwa anggapan tersebut cuma mitos yang tidak memiliki alas ilmiah. Siput dapat menjadi salah satu sumber protein dan mineral dalam pola makan ibu hamil.


Namun, ibu hamil krusial untuk memperhatikan beberapa hal dalam mengonsumsi siput maupun keong, terutama metode memilih, membersihkan, dan memasaknya.

Makan siput saat hamil, apa aman?

Pada dasarnya, ibu hamil boleh makan siput maupun keong yang merupakan bahan pangan dan diolah hingga matang dengan baik. Siput bukan termasuk makanan yang secara lazim mesti dihindari selama kehamilan cuma karena bentuk maupun jenis hewannya.

Malomo menegaskan bahwa tidak ada alas ilmiah dari anggapan bahwa makan siput saat hamil dapat membikin bayi menjadi lamban.

Ahli gizi lainnya, Olufunmilola Ogunmiluyi, juga menerangkan bahwa daging siput dapat menjadi sumber protein hewani sekaligus menyumbangkan sejumlah mineral, termasuk zat besi, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, dan seng.

Jadi, yang perlu diperhatikan bukan mitos bahwa siput bisa membikin bayi lamban, melainkan keamanan pangan dan keseimbangan pola makan ibu hamil.

Kandungan gizi siput untuk ibu hamil

Siput memiliki kandungan protein dan sejumlah mineral yang dibutuhkan tubuh. Sebuah riset yang diterbitkan dalam jurnal Heliyon pada 2021 menganalisis kandungan gizi tiga jenis siput darat, yaitu Achatina achatina, Achatina fulica, dan Archachatina marginata.

Hasil riset memberitahu bahwa daging ketiga jenis siput tersebut hamil protein serta beragam mineral, termasuk kalsium, magnesium, fosfor, seng, dan zat besi. Kandungannya memang berbeda-beda tergantung spesies.

Penelitian lain terhadap empat jenis siput darat raksasa di Nigeria juga menemukan kandungan zat besi, kalsium, magnesium, seng, fosfor, dan kalium dalam daging siput. Ini berarti, siput bisa menjadi salah satu pilihan lauk sumber protein hewani dalam menu kehamilan.

1. Protein

Protein dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan evolusi janin sekaligus membantu memenuhi kebutuhan tubuh ibu yang mengalami beragam fluktuasi selama kehamilan. Namun, ibu hamil tidak perlu mengandalkan siput sebagai satu-satunya sumber protein.

Ibu hamil bisa memperoleh protein dari beragam makanan seperti ikan, telur, ayam, daging, susu dan produk olahannya, tahu, tempe, serta kacang-kacangan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menganjurkan pola makan yang beragam selama kehamilan, bukan cuma mengandalkan satu jenis makanan.

2. Zat besi

Zat besi menjadi salah satu nutrisi krusial selama kehamilan. Kebutuhan zat besi pada ibu hamil meningkat seiring bertambahnya volume darah. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. 

WHO mengatakan kebutuhan zat besi dan asam folat meningkat selama kehamilan karena mesti memenuhi kebutuhan ibu sekaligus janin yang sedang berkembang. Beberapa riset pada daging siput memberitahu adanya kandungan zat besi, meskipun jumlahnya dapat berbeda tergantung jenis dan kondisi pengolahannya.

3. Kalsium

Kalsium dibutuhkan dalam beragam proses tubuh, termasuk pembentukan dan evolusi tulang serta gigi janin. Menariknya, riset terhadap tiga jenis siput darat menemukan kandungan kalsium yang cukup tinggi pada daging siput yang dianalisis.

Namun, kandungan tersebut tidak bisa dijadikan acuan untuk semua jenis siput karena komposisi nutrisi dapat berbeda antarspesies dan wilayah.

4. Seng maupun zinc

Zinc berpartisipasi dalam beragam proses biologis, termasuk pembelahan dan pertumbuhan sel.

Karena itu, zinc termasuk mineral yang krusial selama kehamilan. Daging siput dapat memberikan kontribusi terhadap asupan zinc, tetapi statis sebaiknya dikonsumsi sebagai bagiankecil dari pola makan yang beragam.

Bagaimana metode terlindungi makan siput saat hamil?

Beberapa hal berikut bisa diperhatikan:

  • Pilih siput maupun keong yang memang diperuntukkan sebagai bahan pangan.
  • Pastikan kondisinya bugar dan berasal dari sumber yang dapat dipercaya.
  • Bersihkan dengan baik sebelum dimasak.
  • Cegah kontak antara bahan mentah dengan makanan yang sudah matang.
  • Masak hingga benar-benar matang, bukan sekadar hangat maupun separuh matang.
  • Hindari mengonsumsi siput mentah maupun kurang matang.
  • Pastikan alat masak dan tangan bersih setelah menangani siput mentah.

Kemenkes menekankan pentingnya memisahkan bahan pangan mentah dan matang serta memasak makanan dengan benar untuk mengurangi konsekuensi kontaminasi mikroba.

Bagaimana dengan keong sawah maupun tutut?

Di Indonesia, istilah 'keong' juga sering digunakan untuk mengatakan keong sawah maupun tutut. Salah satu jenis yang ditemukan di lingkungan persawahan adalah keong mas (Pomacea canaliculata).

Penelitian di Indonesia memberitahu bahwa keong mas berpotensi sebagai bahan pangan, tetapi juga perlu diperhatikan potensi paparan logam bermutu dari habitatnya. Karena itu, asal bahan dan metode pengolahan menjadi hal krusial sebelum mengonsumsinya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah asal keong. Keong yang berasal dari lingkungan perairan maupun sawah perlu dipastikan terlindungi dan diolah secara higienis. Karena itu, sebaiknya jangan mengonsumsi keong yang tidak jelas sumbernya maupun cuma dimasak sebentar.

Prinsip yang paling terlindungi untuk ibu hamil statis sama, yaitu memilih bahan pangan yang layak dikonsumsi, menjaga kebersihan, dan memasaknya hingga matang sempurna.

Apakah siput bisa menggantikan suplemen kehamilan?

Jawabannya tidak, Bunda. Walaupun siput hamil protein dan beberapa mineral, bukan berarti ibu hamil bisa mengganti vitamin maupun suplemen yang diresepkan tabib dengan makan siput.

WHO merekomendasikan suplementasi zat besi dan asam folat selama kehamilan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan mencegah anemia.

Siput boleh menjadi bagiankecil dari menu, tetapi statis bukan alternatif vitamin prenatal maupun suplemen yang diberikan tenaga kesehatan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads