25 Contoh Pantun Kiasan, Lengkap dengan Nasihat dan Pesan Moralnya

Aug 06, 2026 04:00 PM - 2 jam yang lalu 6

Jakarta -

Pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar tidak hanya mengajarkan membaca dan menulis, tetapi juga membantu anak mengenal keelokan bahasa. Salah satu corak karya sastra yang menarik untuk dipelajari adalah pantun.

Melalui pantun, anak-anak dapat belajar menyampaikan pesan dengan langkah yang kreatif, menyenangkan, dan penuh makna. Di antara beragam jenis pantun, pantun kiasan mempunyai karakter tersendiri.

Pantun ini menggunakan bahasa tidak langsung untuk menyampaikan maksud tertentu, sehingga melatih anak berpikir lebih dalam. Dengan mengenal pantun kiasan, anak diajak memahami bahwa sebuah pesan tidak selalu disampaikan secara terang-terangan.


Pembelajaran pantun kiasan sangat berfaedah bagi perkembangan keahlian berkata anak SD. Ketika anak belajar menafsirkan makna, memperkaya kosakata, serta meningkatkan daya imajinasi. Selain itu, kegiatan ini juga dapat melatih kepekaan siswa terhadap penggunaan bahasa yang sopan dan halus.

Dengan tujuan agar pembelajaran pantun kiasan mudah dipahami, Bunda perlu menyampaikannya dengan langkah yang sederhana dan sesuai dengan bumi anak. Pendekatan yang menyenangkan bakal membikin anak lebih tertarik dan tidak merasa kesulitan. Lantas, seperti apa contoh pantun kiasan dan pesan moralnya?

25 Contoh pantun kiasan, komplit dengan nasihat dan pesan moralnya

Dikutip dari buku Kumpulan Pantun untuk SD - SMP, terdapat contoh pantun kiasan komplit dengan nasihat dan pesan moralnya. Simak selengkapnya:

1. Padi merunduk saat berisi

Tumbuh subur di bumi pertiwi

Janganlah sombong pemuda pemudi

Tetaplah baik dan rendah hati

Pesan moral: Filosofi padi, semakin berisi semakin merunduk. Anak muda saat sekarang walaupun sudah banyak mencetak prestasi, tetap kudu tetap baik dan tidak sombong agar tidak timbul penyakit hati.

2. Bagai katak di dalam tempurung

Hanya mendengar bunyi belalang

Jangan menjadi orang yang murung

Nanti banyak kesempatan hilang

Pesan moral: Jangan menjadi orang yang berwawasan sempit dan pemurung, kelak bakal banyak kesempatan yang terlewatkan.

3. Membeli baju di pasar lama

Tersangkut paku sobek sedikit

Memang pengetahuan yang utama

Namun etika juga terkait

Pesan moral: Walaupun sudah menimba banyak ilmu, jangan lupa untuk menjaga sopan santun dan etika lantaran sangat krusial dalam bersosialisasi.

4. Bunga melati mekar mewangi

Tumbuh bagus di kembali pagar

Jangan silau kekayaan duniawi

Hati tulus yang terpancar

Pesan moral: Kekayaan materi tidak ada artinya dibanding ketulusan hati.

5. Tinggi menjulang pohon kelapa

Ditiup angin daun bergoyang

Ingatlah selalu asal usul pemuda

Supaya senantiasa senang dan menang

Pesan moral: Jangan pernah lupa bakal asal usul agar tidak dipandang sombong, sehingga hidup bakal lebih beruntung dan bahagia.

6. Berakit rakit ke hulu

Berenang renang ke tepian

Bersusah dahulu

Lalu bersenang kemudian

Pesan moral: Keberhasilan memerlukan pengorbanan dan upaya yang keras di awal.

7. Hendak menebang pohon jati

Kapak tumpul jadi terluka

Jangan hanya bermimpi tinggi

Harus disertai upaya dan doa

Pesan moral: Cita-cita tidak bakal tercapai tanpa upaya keras dan angan yang terpanjatkan secara terus menerus.

8. Batu karang di tengah laut

Tidak bakal hancur dihantam ombak

Jika tekad sudah bulat

Jangan pernah beralih pihak

Pesan moral: Harus punya pendirian yang teguh walaupun sedang menghadapi ujian hidup.

9. Mencari ikan di perairan dalam

Dapat satu dilepas lagi

Belajarlah siang dan malam

Supaya tidak menyesal nanti

Pesan moral: Gunakan waktu muda untuk belajar agar masa depan cerah dan tidak ada penyesalan.

10. Indah nian burung cendrawasih

Terbang tinggi ke langit biru

Tangan kotor peluh pun bersih

Mencari nafkah legal patut ditiru

Pesan moral: Jangan malu bekerja apa saja yang krusial jujur dan halal.

11. Harimau meninggal meninggalkan belang

Gajah meninggal meninggalkan gading

Nama yang jelek susah dibuang

Berbuat baik selalu dikenang

Pesan moral: Jagalah reputasi dan nama baik dengan selalu melakukan baik.

12. Air berteriak tanda tak dalam

Ikan berenang di sela batu

Jangan bercakap-cakap tajam

Diam itu emas lebih bermutu

Pesan moral: Orang yang banyak bicara biasanya kurang berilmu, jadi berbicaralah secukupnya.

13. Menanam jagung di tanah tandus

Hanya rumput yang tumbuh subur

Jangan percaya janji mulus

Jika di belakang tidak jujur

Pesan moral: Berhati-hati terhadap orang yang bermulut manis tapi punya niat jahat (munafik).

14. Bagaikan api dalam sekam

Tak tampak namun terbakar

Dendam disimpan dalam diam

Hati rusak ketaatan terpencar

Pesan moral: Jangan pernah menyimpan dendam, lantaran bakal merusak diri sendiri dari dalam.

15. Membawa kayu dalam hutan

Ternyata sia-sia tidak berguna

Petuah baik jangan dilupakan

Agar tak tersesat di dunia

Pesan moral: Jangan melakukan perihal yang tidak berfaedah dan dengarkan nasehat orang yang lebih tua.

16. Sekali air bah sekali tepian berubah

Pasir bergeser tertutup lumpur

Nasib manusia tetap bisa berubah

Jangan menyerah sebelum tempur

Pesan moral: Karena hidup itu dinamis, pasti bakal ada masanya nasib berubah. Hal yang paling krusial tetap berupaya dan pantang menyerah agar nasib bisa berubah menjadi lebih baik.

17. Bagai pungguk merindukan bulan

Hanya menatap dari kejauhan

Jangan hanya mengejar khayalan

Hingga lupa kenyataan

Pesan moral: Jangan hanya mengharapkan sesuatu yang mustahil, hingga melalaikan apa yang sudah dimiliki.

18. Pucuk dicinta ulam pun tiba

Sayur dimasak di kuali tembaga

Kabar baik datang tak disangka

Syukuri nikmat yang ada

Pesan moral: Jangan lupa untuk mensyukuri setiap rezeki yang datang, baik banyak maupun sedikit.

19. Kemarau panjang tanah membelah

Hujan setitik menghapus dahaga

Sedikit infak membawa berkah

Menjadi penolong buat bahagia

Pesan moral: Kebaikan sekecil apa pun bakal sangat berfaedah bagi yang membutuhkan, kelak bakal menolong kita kemudian hari.

20. Meniti jembatan kayu yang lapuk

Harus waspada langkah kaki

Dunia ini hanyalah setumpuk

Jangan lalai bakal alambaka nanti

Pesan moral: Kehidupan bumi berkarakter sementara, jangan lupa untuk mempersiapkan bekal di hari akhir nanti.

21. Sebab nila setitik

Rusak susu sebelanga

Sebab salah yang sedikit

Hilang semua jasa yang ada

Pesan moral: Berhati-hatilah dalam bertindak, satu kesalahan mini bisa menghapus banyak kebaikan.

22. Tegak rumah lantaran sendi

Runtuh sendi rumah binasa

Tegak bangsa lantaran budi

Runtuh budi hilanglah bangsa

Pesan moral: Karakter dan adab adalah fondasi utama martabat sebuah bangsa.

23. Bagaikan telur di ujung tanduk

Angin kencang menggoyang dahan

Dalam keadaan yang paling buruk

Mintalah perlindungan pada Tuhan

Pesan moral: Saat berada dalam kesulitan baik besar maupun kecil, bertawakal dirilah kepada Tuhan.

24. Menanam padi tumbuh ilalang

Sawah luas tiada hasilnya

Berharap balas budi pada orang

Hanya hati kecewa yang ada

Pesan moral: Berbuat oke dengan ikhlas, jangan pernah mengharapkan jawaban dari manusia.

25. Kayu besar di tengah hutan

Tempat berlindung hewan melata

Pemimpin bijak jadi panutan

Rakyat makmur kondusif sentosa

Pesan moral: Seorang pemimpin kudu bisa melindungi dan memberi faedah bagi rakyat, agar rakyatnya makmur dan sejahtera.

Itulah contoh pantun kiasan yang komplit dengan nasihat dan pesan moralnya. Semoga berfaedah untuk pengetahuan Si Kecil, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Selengkapnya