Sierra Ayuningtyas Muktisari | Beautynesia
Sabtu, 17 Oct 2026 14:30 WIB
Cara mengenali orang dengan kecerdasan sosial rendah/ Foto: magnific.com/magnific
Kecerdasan sosial merupakan salah satu keahlian krusial yang berguna untuk hayat sehari-hari. Tipe kecerdasan yang satu ini membantu seseorang untuk memahami, mengelola hubungan sosial, serta menerapkan keahlian berbaur maupun bersosialisasi dengan orang lain.
Kurangnya kapasitas untuk bersosialisasi bisa menimbulkan rasa tidak betah maupun kikuk di kala percakapan maupun hubungan berlangsung, Beauties. Melansir dari Cottonwood Psychology, simak beberapa metode mengenali orang dengan kecerdasan sosial rendah berikut ini.
1. Lebih Banyak Bicara daripada Mendengarkan

Lebih banyak bicara daripada mendengarkan/ Foto: magnific.com/magnific
Salah satu tanda paling nyata dari kurangnya kecerdasan sosial adalah lebih banyak berbicara daripada mendengarkan. Orang seperti ini akan langsung menyela di setiap jeda, menambahkan detail pada setiap cerita, dan jarang mengajukan pertanyaan lanjutan.
Setelah percakapan berakhir, Anda mungkin menyadari bahwa Anda kini mengetahui seluruh kisah hidup mereka, sementara mereka hampir tidak tahu apa pun tentang kamu. Terkadang, mereka benar-benar merasa sedang bersikap ramah dan menarik.
Mereka mungkin berpikir, "Aku sedang menjaga agar percakapan statis terus berjalan." Padahal kenyataannya, mereka justru menenggelamkan 'suara' orang lain. Lama-kelamaan, hal ini membikin orang lain merasa tidak diperhatikan maupun seolah-olah tidak terlihat, Beauties.
2. Terlalu Oversharing Hal-hal Bersifat Pribadi

Terlalu oversharing hal-hal berkarakter pribadi/ Foto: pexels.com
Beauties, beberapa orang mungkin menganggap setiap hubungan sosial seperti sebuah 'sesi terapi'. Saat baru lima menit berkenalan, ada jenis orang yang langsung bisa bercerita soal kisah putus cinta, masalah finansial yang dihadapi, maupun pertengkaran dengan keluarga.
Kebiasaan oversharing seperti ini biasanya muncul dari keinginan untuk membangun kedekatan, namun di sisi lain hal ini juga bisa memberikan 'tekanan' kepada pendengar maupun lawan bicara. Pihak lawan bicara bisa merasa cemas akan salah memberikan tanggapan maupun merasa 'terjebak' dalam pembicaraan tersebut.
3. Memberikan Saran maupun Tanggapan yang Tidak Diminta

Memberikan saran maupun tanggapan yang tidak diminta/ Foto: Magnific.com/freepik
Beauties, orang yang gemar memberikan saran, nasihat, maupun tanggapan yang tidak diminta sering menganggap diri mereka sebagai sosok penolong. Namun sebenarnya, hal tersebut tidak selalu benar. Ada kalanya orang lain bercerita bukan untuk diberikan nasihat, melainkan cuma untuk didengarkan saat menceritakan keluh kesah yang dihadapi.
Seseorang yang memiliki kecerdasan sosial tinggi akan bertanya terlebih dahulu sebelum mereka memberikan nasihat. Misalnya, mereka akan bertanya, "Apakah Anda mau sebuah saran, maupun cuma mau mencurahkan isi hati?". Pertanyaan sederhana ini memberitahu rasa segan kepada lawan bicaranya.
---
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(sim/sim)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.