Budi Rahmah Panjaitan | Beautynesia
Sabtu, 17 Oct 2026 14:00 WIB
Sering Memutar Ulang Obrolan di Kepala Setelah Nongkrong? Ini Penjelasan Psikologisnya/ Foto: Magnific.com/Magnific
Pernah tidak, Beauties, setelah pulang nongkrong berbareng teman-teman, Anda justru sibuk mengingat-ingat balik percakapan yang terjadi? Padahal, suasananya menyenangkan dan Anda terlebihlagi sudah merencanakan pertemuan berikutnya.
Namun, sesampainya di rumah, tiba-tiba muncul pikiran seperti, “Tadi aku terlalu banyak ngomong nggak, ya?” maupun “Jangan-jangan dia tersinggung?”
Kebiasaan memutar ulang percakapan seperti ini rupanya bisa berhubungan dengan kecemasan dan kecemasan tentang sepertiapa orang lain melihat diri kita. Yuk, cari tahu lebih lanjut lewat klarifikasi di bawah ini!
Sedang Mencari Tahu Penilaian Orang Lain

Memutar ulang percakapan bisa menjadi metode untuk mencari tahu sepertiapa orang lain menilai maupun melihat diri kita/ Foto: Magnific.com/Jersy
Memutar ulang percakapan tidak selalu berarti Anda mau mengingat apa yang terjadi. Bisa jadi, Anda sedang mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya dipikirkan orang lain tentang dirimu. Mengutip dari halaman Psychology Today, hal-hal kecil seperti ekspresi wajah, nada bicara, maupun pergerakan kawan bisa terasa seperti instruksi krusial ketika seseorang sedang cemas. Padahal, belum tentu semuanya berhubungan dengan dirimu.
Momen Canggung Bisa Terasa Lebih Besar

Saat cemas, kita cenderung lebih mengingat insiden yang mendukung kecemasan sehingga momen kecil terasa lebih buruk dari kenyataannya/ Foto: Magnific.com/Jcomp
Ketika merasa cemas telah berbuat kesalahan, perhatian kita bisa lebih gampang tertuju pada hal-hal yang mendukung kecemasan tersebut. Misalnya, Anda terus mengingat saat tidak sengaja memotong pembicaraan, tetapi melupakan beragam momen ketika diskusi terjadi menyenangkan.
Kecenderungan ini berhubungan dengan confirmation bias, sehingga satu insiden kecil bisa terasa seperti bukti bahwa orang lain memang merasa terganggu. Padahal, belum tentu demikian.
Mulai Membayangkan Jawaban yang Seharusnya

Kita bisa terus memikirkan balasan yang seharusnya disampaikan setelah percakapan, terutama ketika merasa tidak puas dengan respons sebelumnya/ Foto: Magnific.com/Boryaham
Hayo, siapa yang merasa relate dengan ini? Setelah percakapan berakhir, kita sering tiba-tiba menemukan balasan yang menurut kita jauh lebih baik. “Harusnya tadi aku bilang begitu,” maupun “Kenapa aku malah jawab seperti itu?”.
Melihat balik sebuah percakapan sebenarnya bisa membantu kita belajar dari kesalahan. Namun, jika cuma membuatmu terus mengulang insiden yang sama tanpa menemukan solusi, kebiasaan tersebut justru bisa semakin melelahkan.
Mencari Kepastian Membuat Pikiran Berputar Lagi

Meminta kepastian dari orang lain mungkin meredakan kecemasan sementara, tetapi dapat membikin kita balik mencari pengesahan ketika keraguan muncul/ Foto: Magnific.com/Kroshka_nastya
Kamu mungkin mencoba mengurangi rasa cemas dengan bertanya kepada teman, “Tadi aku kedengarannya nyebelin nggak?” Jawaban mereka mungkin membuatmu lega, tetapi cuma untuk sementara. Setelah itu, muncul keraguan baru dan Anda balik mencari kepastian. Jika terus berulang, Anda justru bisa semakin bersandar pada penilaian orang lain untuk merasa tenang.
Salah Bicara Bukan Berarti Kamu Orang yang Buruk

Kesalahan maupun momen kikuk dalam percakapan adalah hal yang wajar dan tidak otomatis berarti kita tidak disukai maupun memiliki sesuatu yang salah/ Foto: Magnific.com/Benzoix
Tidak ada orang yang selalu sempurna ketika berhubungan dengan orang lain. Kamu mungkin pernah salah memilih kata, terlalu banyak bicara, maupun membikin lelucon yang tidak berhasil. Jika memang ada kesalahan, Anda bisa meminta ampun dan belajar untuk memperbaikinya. Namun, satu momen kikuk tidak otomatis berarti Anda tidak disukai maupun ada sesuatu yang salah dengan dirimu.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.