Film yang Jadi Sorotan di Venice Film Festival 2026, NAZA Pecahkan Rekor Standing Ovation

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 147x dilihat
Film yang Jadi Sorotan di Venice Film Festival 2026, NAZA Pecahkan Rekor Standing Ovation

Bagikan Postingan

Bagi para pencinta sinema maupun sinefil, Venice Film Festival merupakan salah satu ajang perfilman internasional yang ditunggu-tunggu sebagai tempat untuk membagikan beragam karya sineas dari seluruh dunia. Setiap tahunnya, sejumlah sinema pasti mencuri perhatian berkah cerita, penyutradaraan, hingga respons pemirsa saat pemutaran perdana.

Dilansir dari Vogue, ada sejumlah sinema yang menjadi sorotan dalam bazar tahun ini, mulai dari thriller politik hingga drama dengan perselisihan emosional yang kompleks. Salah satunya adalah NAZA, sinema dokumenter yang mendapat standing ovation selama sekitar 24,5 menit.

Penasaran dengan sinema lainnya? Yuk, simak daftarnya, Beauties!

1. Wild Horse Nine, Thriller Politik yang Dibintangi Sam Rockwell

Wild Horse Nine/Foto: imdb.com

Disutradarai Martin McDonagh, Wild Horse Nine mengikuti Chris (John Malkovich), seorang veteran CIA yang dikirim dari Santiago ke Pulau Paskah berbareng mitra sekaligus temannya, Lee (Sam Rockwell). Misi mereka kemudian berkembang menjadi rangkaian situasi tak terduga yang melibatkan operasi rahasia dan perselisihan politik.

Film ini memadukan humor gelap dengan cerita yang menyentuh isu imperialisme Amerika dan kekerasan politik. Latar Pulau Paskah yang khas turut memberikan kondisi tersendiri pada thriller yang juga dibalut gradasi melankolis ini.

2. Ink, Kisah di Balik Perubahan Besar Surat Kabar The Sun

Ink/Foto: imdb.com

Berlatar tahun 1969, Ink mengadopsi kisah Rupert Murdoch (Guy Pearce) saat memungut alih surat berita The Sun yang saat itu tengah mengalami kesulitan. Bersama editor Larry Lamb (Jack O’Connell), Murdoch mengubah arah pemberitaan dengan lebih banyak menyoroti skandal dan berita hiburan untuk menarik perhatian pembaca.

Disutradarai Danny Boyle, sinema ini turut dibintangi Claire Foy sebagai Jules. Vogue menyoroti Ink sebagai drama yang memperlihatkan fluktuasi industri media, sekaligus mengadopsi pertanyaan tentang batas antara mengejar pembaca dan mempertahankan adab jurnalistik.

3. Possible Love, Drama Kelas Sosial dan Hubungan Manusia

Possible Love/Foto: imdb.com

Sutradara Korea Selatan Lee Chang-dong balik dengan Possible Love, sinema yang berfokus pada Mi-ok (Jeon Do-yeon), seorang istri dan ibu yang merasa tidak puas dengan kehidupannya. Suaminya, Ho-seok (Sul Kyung-gu), juga tengah menghadapi masa sulit setelah kehilangan pekerjaan.

Kehidupan mereka berubah ketika Ye-ji (Cho Yeo-jeong), seorang pembuat sinema dokumenter dari famili eksis berbareng suaminya, Sang-woo (Zo In-Sung) datang di hayat Mi-ok dan Ho-seok. Kisah kompleks yang dimulai karena Ye-ji tertarik mengadopsi kisah Ho-seok dalam proyeknya.

Hubungan kedua perempuan ini kemudian berkembang menjadi persahabatan yang kompleks, sekaligus membuka permasalahan tentang kecemburuan, kelas sosial, dan hayat pribadi. 

4. NAZA, Dokumenter tentang Operasi Militer Israel di Gaza

NAZA/Foto: imdb.com

NAZA merupakan sinema dokumenter karya Yuval Abraham dan Rachel Szor yang menyoroti operasi militer Israel di Gaza melalui kesaksian anonim dari personel intelijen dan militer Israel. Film ini mengadopsi pengalaman dan keterangan dari orang-orang yang terlibat dalam mekanisme penargetan militer, serta dampaknya terhadap penduduk Palestina.

Film ini menjadi salah satu sorotan Venice Film Festival 2026 setelah mendapat standing ovation selama sekitar 24,5 menit saat pemutaran perdananya. Durasi tersebut dilaporkan sebagai yang terlama dalam sejarah festival. Respons pemirsa ini turut menjadikan NAZA salah satu sinema yang banyak diperbincangkan selama pelaksanaan festival.

5. Woman Unknown, Drama Sejarah tentang Perempuan di Denmark Pascaperang

Woman Unknown/Foto: imdb.com

Woman Unknown merupakan sinema garapan sutradara May El-Toukhy yang berlatar di Denmark setelah Perang Dunia II. Ceritanya berpusat pada Marie (Mathilde Arcel), seorang pengasuh anak dari kalangan buruh yang bersiap menikahi majikannya, seorang duda kaya raya.

Namun, hajat Marie untuk mengubah kehidupannya mulai terusik ketika rahasianya terungkap. Melalui karakter Marie, sinema ini mengadopsi isu kelas sosial, stigma terhadap perempuan, serta tekanan penduduk pada masa tersebut.

Mulai dari politik dan industri media hingga hubungan antarmanusia serta pengalaman perempuan dalam sejarah merupakan bukti bahwa bazar sinema merupakan tempat di mana beragam bentuk karya disorot, tanpa kecuali Venice Film Festival 2026, yang juga memperlihatkan sepertiapa sinema dapat mengadopsi beragam sisi hayat dan realitas sosial.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads