Anak tengah sering kali dianggap punya karakter yang paling berbeda dan unik. Ini dikenal juga sebagai 'middle child syndrome', Bunda.
Diyakini bahwa urutan kelahiran juga dapat memengaruhi pembentukan karakter anak, meskipun bukan berasas pengetahuan sains yang pasti. Sebagai contoh, anak sulung condong lebih dapat diandalkan, perfeksionis, dan bertanggung jawab.
Karakter ini kemungkinan besar terbentuk lantaran orang tua yang baru pertama kali mempunyai anak biasanya bertindak sangat 'sesuai aturan' dan memberikan perhatian penuh kepada mereka.
Di sisi lain, orang tua biasanya lebih santuy dan berilmu ketika membesarkan anak bungsu. Karena itu, anak terakhir condong mempunyai karakter yang lebih fleksibel.
Lalu untuk anak tengah, biasanya mereka rentan jarang mendapatkan pujian seperti kakaknya alias dimanja seperti adiknya, sehingga sering merasa kurang diperhatikan.
Apa itu middle child syndrome?
Middle child syndrome atau sindrom anak tengah tanpa disadari membikin mereka merasa tidak sepenuhnya dimengerti dalam keluarga. Ada pula sebagian yang merasa 'kurang dianggap', lantaran berada di antara bayang-bayang kakak dan adiknya.
Dikutip dari Your Tango, psikiater yang sering meneliti tentang otak berjulukan Brian Amen menyebut bahwa menjadi anak tengah justru bisa menjadi sebuah kekuatan.
Menurutnya, anak tengah mempunyai ketangguhan, empati, dan keahlian memimpin yang dapat mendukung kesuksesan mereka saat dewasa.
"Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa berada di posisi tengah juga bisa membentuk seseorang punya pribadi yang lebih baik," imbuhnya.
Apa saja karakter unik anak tengah?
Nah, berikut karakter spesial yang dimiliki anak tengah dan membikin mereka berpotensi tumbuh menjadi orang dewasa yang paling bisa beradaptasi:
1. Jujur dan rendah hati
Berbeda dengan anak sulung yang mungkin merasakan beban sebagai 'pelopor' dalam keluarga, alias anak bungsu yang mungkin lebih banyak mendapatkan perhatian dan kasih sayang, anak tengah sering kali belajar sejak awal untuk menjalani hidup tanpa tekanan maupun keistimewaan yang melekat pada posisi tersebut.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Amen, anak tengah condong mempunyai skor lebih tinggi dalam karakter seperti kejujuran, kerendahan hati, dan sikap mudah bergaul.
Kualitas seperti ini membikin mereka secara alami menjadi penengah yang baik, sehingga bisa menyeimbangkan beragam perspektif pandang dan membantu menyelesaikan bentrok dengan lebih mudah. Anak tengah juga mempunyai karakter seperti suka bekerja sama, berempati, dan mudah memaafkan.
Sifat-sifat ini krusial untuk menjaga hubungan yang sehat dan dapat memberikan pengaruh besar terhadap kesuksesan mereka di bumi kerja.
Kemampuan mereka untuk bekerja sama dan tetap tenang dalam situasi penuh tekanan sering kali membikin anak tengah dipercaya menempati posisi sebagai pemimpin.
2. Pandai memecahkan masalah
Karena anak tengah terbiasa menghadapi bentrok dengan lebih mudah, mereka sering berada dalam posisi pemecah masalah saat ada masalah dalam keluarga.
Posisi ini mengajarkan mereka sejak awal gimana menyelesaikan masalah secara mandiri, sekaligus bekerja sama dengan orang lain untuk menemukan solusi.
Kemampuan menjadi penengah secara alami ini sangat krusial ketika mereka dewasa, terutama saat kudu bekerja sama dengan orang lain dan menjaga hubungan tetap harmonis.
3. Tangguh dan bisa mengendalikan emosi
Ketangguhan dan keahlian mengendalikan emosi juga menjadi keahlian luar biasa yang berpotensi secara alami dimiliki oleh anak tengah.
Tanpa beban untuk menjadi 'yang pertama' alias 'yang terakhir', mereka belajar menghadapi beragam tantangan secara berdikari dengan perspektif pandang yang lebih realistis.
Menurut tes kepribadian Hexaco, anak tengah condong mempunyai skor lebih tinggi dalam perihal pengendalian emosi dan ketangguhan. Hal ini membantu mereka tetap tenang saat berada di bawah tekanan dan mengelola stres dengan lebih efektif.
Anak tengah juga condong lebih mudah mengampuni dan menjalani hidup dengan pola pikir yang mengutamakan kerja sama.
Bagaimana pengasuhan yang tepat untuk anak tengah?
Menurut Cliff Isaacson dan Kris Radish dalam bukunya yang berjudul The Birth Order Effect, untuk mengimbangi perhatian yang mungkin lebih banyak diterima anak sulung dan anak bungsu, anak tengah perlu merasa diterima apa adanya.
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan dalam pengasuhan anak tengah:
1. Berikan kepastian dan rasa aman
Jika anak melakukan kesalahan, tekankan bahwa akibat yang mereka terima tidak ada hubungannya dengan statusnya sebagai 'anak tengah'.
Menjelaskan argumen di kembali akibat tersebut sangat krusial terutama ketika menghadapi anak tengah, yang mungkin sudah merasa kurang diperhatikan di tengah dinamika keluarga.
2. Jangan mengabaikan mereka
Berikan anak tengah cukup perhatian agar mereka tidak merasa perlu mencari perhatian dengan berperilaku negatif.
"Berikan perhatian unik kepada anak tengah. Misalnya saat sedang makan malam, tanyakan kepada anak tengah tentang gimana aktivitasnya hari ini. Jangan lupa siapkan waktu berdua dengan anak tengah," pesan Meri Wallace, terapis anak dan keluarga, sekaligus penulis kitab Birth Order Blues, dikutip dari Parents.
Dengan memberikan perhatian kepada anak tengah, orang tua sudah meyakinkan bahwa mereka sama pentingnya dengan saudara-saudaranya.
3. Dorong mereka untuk mempunyai karakter sendiri
Anak tengah tak selalu kudu mempunyai kelebihan yang sama dengan anak sulung alias anak bungsu.
Sebaliknya, sorong anak tengah untuk menemukan bagian yang menjadi keahliannya sendiri. Bisa dalam bagian akademik, olahraga, maupun seni.
"Anak tengah apalagi sering kali bisa berkembang menjadi pribadi yang artistik lantaran perihal itu memberi mereka posisi yang unik dalam keluarga, terutama jika anak sulung lebih unggul dalam bagian akademik," kata Wallace.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)