Belakangan ini, kasus meninggalnya seorang anak dengan dugaan akibat sepatu sekolah yang kekecilan ramai diperbincangkan. Banyak orang tua yang kemudian berpikir apakah sepatu anak-anak sudah tepat ukurannya?
April lalu, seorang anak sekolah di Kalimantan Timur mengalami pembengkakan kaki akibat diduga memakai sepatu yang kekecilan. Kondisinya semakin parah semenjak dia mengenakan sepatu tersebut untuk melakukan kegiatan yang padat, seperti sekolah dan magang.
Mengutip dari CNN Indonesia, sang anak meninggal bumi usai menjalani perawatan akibat pembengkakan pada kakinya. Namun, kasus ini tetap perlu pemeriksaan lebih lanjut terutama yang berangkaian dengan akibat dari penggunaan sepatu kekecilan, Bunda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belajar dari kasus tersebut, ada baiknya untuk memastikan anak-anak memakai sepatu yang pas sesuai ukuran. Kaki berkedudukan sangat krusial lantaran membantu tubuh menjaga keseimbangan dan kelancaran kegiatan sehari-hari.
Memilih dasar kaki yang tepat sebaiknya dilakukan sejak anak tetap dalam usia dini, Bunda. Ukuran sepatu yang sesuai dibutuhkan anak-anak lantaran anatomi dan perkembangan kaki mereka berbeda dengan orang dewasa.
Kaki anak terdiri dari tulang rawan lunak dan fleksibel, yang berkembang secara berjenjang menjadi tulang keras seiring pertumbuhannya. Fleksibilitas ini memungkinkan anak mengalami pertumbuhan yang pesat, seperti perubahan corak dan ukuran kaki.
Karena anak terus mengalami perkembangan, kaki mereka pun sangat rentan terhadap pengaruh benda-benda yang melingkupi kakinya, salah satunya sepatu. Sepatu yang tidak pas dapat menghalang pertumbuhan hingga menyebabkan beragam kelainan, Bunda.
Pentingnya ukuran sepatu yang cocok dengan kaki
Selain lantaran kaki anak yang sangat elastis dan rentan, berikut beberapa argumen lain kenapa Bunda perlu memilih sepatu yang sesuai dengan ukuran kaki Si Kecil, dilansir dari Parents.
1. Mencegah kelainan corak kaki
Salah satu akibat yang paling memengaruhi pertumbuhan anak adalah kelainan corak kaki. Sepatu yang terlalu sempit, terlalu longgar, alias corak yang salah dapat menyebabkan tulang lunak di kaki anak berkembang secara tidak normal, Bunda.
Kelainan corak kaki tersebut meliputi bunion, jari kaki bengkok alias hammertoe, dan kaki datar. Kelainan-kelainan tersebut dapat menyebabkan rasa sakit, rasa tidak nyaman, dan akibat cedera yang lebih tinggi.
2. Mendukung pertumbuhan yang sehat
Seiring pertumbuhan anak, kaki mereka secara alami bakal bertumbuh, membesar, dan lengkukan kaki mulai terbentuk. Sepatu yang pas bakal membikin kaki anak tumbuh dengan baik, mempunyai lengkungan kaki yang sehat, serta postur kaki yang benar.
3. Meningkatkan keseimbangan dan koordinasi
sepatu yang pas sangat krusial untuk membantu mereka menjaga keseimbangan dan koordinasi, serta mengurangi akibat jatuh dan cedera. Sepatu yang terlalu besar alias terlalu mini dapat menyebabkan ketidakstabilan yang dapat membikin anak tersandung.
Apabila menggunakan sepatu yang kondusif dan nyaman, anak bakal lebih leluasa belajar berjalan, berlari, dan melompat. Kebutuhan bakal stabilitas dan elastisitas dalam tubuh mereka pun terpenuhi, sehingga mereka tumbuh lebih percaya diri di setiap gerakannya.
Bahaya sepatu kekecilan untuk kaki
Terlepas dari manfaatnya, sangat disayangkan tetap banyak orang tua yang tetap menyepelekan pemilihan sepatu yang tidak sesuai, Bunda. Dalam beberapa kasus, sepatu yang kekecilan menimbulkan beragam kondisi yang rawan sebagai berikut:
1. Keterlambatan perkembangan motorik
Sepatu yang sempit, kecil, dan kaku dapat membatasi aktivitas kaki sehingga menyulitkan anak untuk mengembangkan elastisitas dan keahlian motoriknya. Kondisi ini dapat menyebabkan anak menjadi terlambat melangkah alias susah berlari dengan benar.
Dalam jangka panjang, kondisi ini rawan untuk postur tubuh, keseimbangan tubuh, dan perkembangan bentuk anak secara keseluruhan. Maka dari itu, usahakan kenyamanan anak adalah yang nomor satu, Bunda.
2. Risiko cedera
Anak yang menggunakan sepatu terlalu mini dapat mengalami lecet, luka, alias apalagi retak tulang akibat tekanan yang besar. Selain itu, sepatu yang kurang memberikan ruang pada kaki dapat meningkatkan akibat keseleo di pergelangan kaki dan cedera lainnya.
3. Kondisi kaki kronis
Kondisi kaki kronis, seperti bunion, jari kaki bengkok (hammertoe), dan kaki datar dapat diakibatkan oleh sepatu anak yang kekecilan. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit, tidak nyaman, hingga membikin anak susah menjalani beragam kegiatan fisik.
4. Anak tidak percaya diri
Gangguan alias rasa tidak nyaman yang dialami anak saat memakai sepatu kekecilan bisa membikin anak tidak percaya diri dan enggan berperan-serta dalam beragam kegiatan. Selain itu, corak kaki yang berbeda juga dapat membikin mereka minder.
Cara memastikan anak mempunyai sepatu dengan ukuran yang pas
Melihat gimana bahayanya sepatu yang kekecilan, Bunda perlu tahu apa saja yang diperlukan untuk mencegah perihal tersebut. Berikut beberapa langkah untuk memastikan ukuran sepatu yang sesuai pada anak dikutip dari laman Step + Stride Podiatry.
1. Periksa sepatu secara rutin
Bunda perlu memeriksa sepatu anak setidaknya 6-8 minggu sekali untuk memastikan ukuran kakinya tetap sesuai. Langkah ini diutamakan bagi Bunda yang mempunyai anak di bawah usia enam tahun lantaran tetap sangat rentan.
2. Perhatikan tanda iritasi
Perhatikan tanda-tanda iritasi, seperti kemerahan, alias lecet. Kondisi ini menandakan bahwa sepatu yang anak gunakan bisa jadi terlalu sempit alias terlalu longgar. Selain itu, waspadai permukaan yang terlalu datar alias menonjol.
4. Periksa beberapa bagian kaki
Berikut beberapa area telapak kaki yang perlu diperhatikan, Bunda.
- Periksa bagian depan sepatu saat anak berdiri tegak untuk memastikan jari-jari kakinya mempunyai ruang yang cukup. Bunda dapat melakukannya dengan menekan jempol kakinya dan perkirakan jarak yang tersedia.
- Periksa juga bagian samping dan atas sepatu, terutama di bagian jari kelingking berada. Jika Bunda memandang tonjolan alias benjolan di sekitar permukaan ini, kemungkinan besar sepatu tersebut terlalu sempit di kakinya.
- Tak lupa, periksa pula bagian tumit sepatu. Saat kaki didorong ke bagian depan, setidaknya satu ruas jari kelingking sukses masuk dan pas. Cara ini untuk memastikan bahwa bagian belakang kaki tidak terlalu sempit alias terlalu longgar.
Demikian gimana pentingnya untuk menghindari penggunaan sepatu yang kekecilan pada anak. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·