4 Gejala Wabah Hantavirus, Wabah Di Kapal Pesiar Mewah

May 07, 2026 07:40 AM - 1 minggu yang lalu 9926

Jakarta -

Kasus pandemi Hantavirus kembali menjadi sorotan setelah tiga orang dilaporkan meninggal bumi di kapal pesiar mewah MV Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik, akibat dugaan jangkitan virus tersebut.

Hingga Selasa (5/5/2026), sebanyak enam orang jatuh sakit, dua di antaranya telah dipastikan terinfeksi virus tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan investigasi mendetail sedang dilakukan mengenai kejadian tersebut, termasuk pengetesan laboratorium ekstensif dan studi epidemiologi untuk memahami penyebaran virus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kasus Hantavirus di kapal pesiar

Seorang penduduk negara Inggris berumur 69 tahun, yang dirawat di ruang perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Afrika Selatan, telah dipastikan terinfeksi Hantavirus.

Kondisi ini juga teridentifikasi pada wanita Belanda yang meninggal setelah turun dari Kapal di Saint Helena.

Oceandwide Expeditins menyatakan bahwa dua personil kru, satu penduduk Inggris dan satu penduduk Belanda, menunjukkan indikasi pernapasan akut, tetapi jangkitan Hantavirus belum dikonfirmasi.

Operator tersebut mengatakan satu orang mengalami indikasi ringan dan satu orang mengalami indikasi berat, tetapi keduanya memerlukan perawatan medis segera.

Kapal pesiar itu tetap berada di lepas pantai Tanjung Verde dengan 149 orang di dalamnya yang berasal dari 23 negara.

Apa itu Hantavirus?

Dilansir dari laman UKHSA, Hantavirus adalah sekelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat, seperti tikus, yang ditularkan melalui kotoran dan urine mereka.

Meskipun jarang terjadi, penyakit ini juga dapat menyebar melalui gigitan alias cakaran hewan tersebut.

Virus ini dapat menyebabkan dua penyakit parah. Pertama, Hantavirus pulmonary syndrome (HPS) dan Haemorrhagic Fever with Renal syndrome (HFRS).

Gejala Hantavirus

Dilansir dari laman The Independent, jangkitan dapat berkembang dengan sigap dan menakut-nakuti jiwa. Para mahir mengatakan jangkitan dapat dimulai dengan beberapa indikasi umum yang meliputi:

  • Demam
  • Panas dingin
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala

Pada tahap awal, pasien mungkin betul-betul tidak dapat membedakan antara Hantavirus dan flu biasa.

Selain itu, ada juga indikasi HPS yang biasanya muncul satu hingga delapan minggu setelah kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi. Seiring perkembangan infeksi, pasien mungkin mengalami sesak dada lantaran paru-paru terisi cairan.

Sindrom lain yang disebabkan oleh Hantavirus, HFRS, biasanya berkembang dalam waktu satu alias dua minggu setelah terpapar.

Dilansir dari laman CDC, HFRS adalah penyakit parah dan terkadang mematikan yang menyerang ginjal. Gejalanya mungkin berupa sakit kepala, sakit punggung dan perut, demam, mual, hingga penglihatan kabur.

Cara mengurangi akibat penularan Hantavirus

Bunda dapat menghilangkan alias meminimalkan kontak dengan hewan pengerat di rumah alias tempat bekerja untuk mengurangi akibat terpapar Hantavirus.

Tutup lubang dan celah di rumah alias kandang mobil untuk mencegah hewan pengerat masuk ke ruang-ruang tersebut. Pasang perangkap di dalam dan sekitar rumah untuk mengurangi infestasi hewan pengerat.

Selain itu, Bunda juga perlu membersihkan makanan yang mudah dijangkau yang mungkin menarik hewan pengerat.

Disarankan juga untuk mengenakan perangkat pelindung diri saat membersihkan kotoran hewan pengerat untuk menghindari menghirup udara yang terkontaminasi

Bagaimana langkah mengobatinya?

Dilansir dari laman BBC, tidak ada pengobatan unik untuk mengobati jangkitan pandemi Hantavirus.

CDC merekomendasikan perawatan suportif untuk mengobati indikasi yang dapat mencakup terapi oksigen, ventilasi mekanis, obat antivirus, dan apalagi dialisis.

Pasien dengan indikasi berat mungkin perlu dirawat di rumah sakit di unit perawatan intensif. Dalam kasus yang parah, beberapa pasien mungkin perlu diintubasi.

Nah, itulah beberapa perihal yang dapat Bunda ketahui mengenai kasus pandemi Hantavirus. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Selengkapnya