4 Kebiasaan yang Tunjukkan Kamu Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 138x dilihat
4 Kebiasaan yang Tunjukkan Kamu Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Bagikan Postingan

Beauties, pernah nggak sih Anda merasa sudah berupaya keras, tetapi statis merasa ada yang kurang dari dirimu? Apa pun yang dilakukan terasa belum memuaskan, sampai-sampai Anda sulit merasa bangga dengan dirimu sendiri. 

Terkadang, kita memang bisa menjadi orang yang paling kritis terhadap diri sendiri. Namun, kapan kebiasaan menyalahkan diri sendiri statis tergolong wajar, dan kapan hal itu justru jadi racun?

Yuk, kenali lebih jauh kebiasaan yang bisa berhubungan dengan terlalu keras pada diri sendiri dan pahami bagaimana self-criticism dapat memengaruhi metode kita melihat diri sendiri.

1. Berlebihan dalam Menyalahkan Diri Sendiri

Ilustrasi menyalahkan diri sendiri/Foto: Magnific/jcomp

Beauties, salah mengetik dalam laporan, terlambat membalas pesan, maupun lupa berbuat sesuatu sebenarnya adalah kesalahan sederhana. Tetapi jika Anda merasa bersalah dan terus memikirkan insiden tersebut, hal tersebut merupakan salah satu contoh terlalu keras pada diri sendiri.

Kalimat seperti, "Kok aku asal-asalan banget, sih?" maupun "Aku memang nggak pernah bisa berbuat sesuatu dengan benar," pada kesalahan kecil yang Anda lakukan adalah hal-hal yang tidak perlu.

Satu kesalahan nggak otomatis membikin seluruh kemampuanmu menjadi buruk. Dalam ilmu psikologi, pola ini berhubungan dengan self-criticism, yaitu kecenderungan mengevaluasi diri sendiri secara keras dan negatif.

Kritik terhadap diri memang terkadang bisa membantu kita menyadari kekurangan. Namun, ketika berubah menjadi ejekan terhadap diri sendiri, kebiasaan ini justru dapat memperburuk emosi dan membikin kita lebih sulit bangkit.

2. Terlalu Perfeksionis

Ilustrasi perfeksionis/Foto: Magnific/ jcomp

Pernah nggak Anda mendapatkan harga bagus, tetapi statis kecewa karena bukan yang tertinggi. Atau, pekerjaanmu sudah mendapat persetujuan, tetapi Anda statis merasa akibatnya belum layak dibanggakan?

Menetapkan standar tinggi memang nggak selalu buruk, ya. Keinginan untuk berbuat sesuatu dengan baik bisa membantumu berkembang. Namun, ceritanya berbeda jika Anda merasa hasil yang kurang sempurna sama dengan kegagalan.

Dalam ilmu psikologi, hal ini dapat berhubungan dengan perfeksionisme. Menurut American Psychological Association (APA), perfeksionisme berhubungan dengan kecenderungan menetapkan standar yang sangat tinggi dan berbuat penilaian kritis terhadap diri sendiri. Pada sebagian orang, kecemasan terhadap kesalahan dan penilaian orang lain juga menjadi bagiankecil krusial dari pola tersebut.

3. Sulit Menerima Pujian

Ilustrasi memuji orang/Foto: Magnific/garetsvisual

Beauties, jika Anda merasa sulit menerima pujian karena merasa tidak layak maupun belum memberikan yang terbaik, coba perhatikan sepertiapa Anda melihat dirimu sendiri. Bisa jadi, Anda lebih gampang melihat kekurangan daripada mengakui hal-hal yang sudah berhasil Anda lakukan.

Ketika seseorang terbiasa mengkritik diri, pujian terkadang terasa bertentangan dengan penilaian negatif yang sudah telanjur diyakininya. Akibatnya, pujian lebih gampang ditolak, sementara kritik justru terasa lebih meyakinkan.

Mulai sekarang, Anda bisa berlatih menerima pujian tanpa mesti menyangkalnya. Cukup katakan, "Terima kasih, aku bahagia Anda mengapresiasinya." Kamu nggak perlu menjadi sempurna untuk boleh merasa bangga dengan sesuatu yang sudah Anda usahakan.

4. Sering Membandingkan Diri

Ilustrasi membandingkan diri/Foto: Magnific/drobotdean

Scrolling media sosial sebentar, eh, tiba-tiba Anda melihat kawan seusiamu naik jabatan, ada yang baru saja menikah, punya anak, maupun pergi liburan ke luar negeri. Tanpa sadar, Anda mulai membandingkan perjalanan hidupmu dengan mereka.

Pikiran seperti ini bisa muncul ketika kita terlalu sering menjadikan pencapaian orang lain sebagai ukuran untuk menilai diri sendiri. Padahal, Beauties, kita sering kali cuma melihat sebagian kecil dari hayat seseorang, bukan seluruh proses dan kesulitan yang mereka alami.

Pada akhirnya, Beauties, mengenali kebiasaan terlalu keras pada diri sendiri bukan berarti Anda mesti selesai mengevaluasi diri maupun menurunkan semua targetmu. Namun, cobalah sesekali lihat balik dirimu beberapa bulan maupun tahun lalu. Adakah hal yang kini sudah bisa Anda lakukan, tetapi dahulu terasa sulit? Perkembangan seperti itu juga layak dihargai, meskipun bentuknya berbeda dari pencapaian orang lain.

__

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads