Paragon Ajak Brand Lokal Bikin Industri Kecantikan Lebih Hijau Lewat Beauty in Sustainability

Trend Kecantikan dan Perawatan oleh Waktu baca 4 menit 234x dilihat
Paragon Ajak Brand Lokal Bikin Industri Kecantikan Lebih Hijau Lewat Beauty in Sustainability

Bagikan Postingan

Sustainability nggak cuma tentang produk yang ramah lingkungan, tapi juga berhubungan dengan proses produksi. Kali ini, Paragon menghadirkan aktivitas berjudul Beauty in Sustainability untuk menjawab beragam pertanyaan mengenai sustainability!

Pernah nggak sih Anda ngitung berapa banyak botol skincare, tube, dan bungkusan makeup yang berakhir di tempat sampah setiap tahunnya? Industri kecantikan Indonesia emang lagi tumbuh pesat dengan makin banyaknya brand lokal yang bermunculan, tapi pertumbuhan itu juga bawa pertanyaan besar soal dampaknya buat bumi. Nah, pertanyaan inilah yang dibahas dalam Beauty in Sustainability, side event Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 yang digelar ParagonCorp beberapa waktu lalu. Yuk, intip keseruannya!

Baca juga: Gimana Cara Memilih Produk Kecantikan Halal? Ini 6 Tips yang Bisa Diikuti!

The Beauty of Reimagining Growth dengan Makna Tumbuh Bareng, Bukan Sendiri-sendiri

paragon

Mengusung tema The Beauty of Reimagining Growth, forum ini mencoba menjawab satu pertanyaan utama: bagaimana caranya industri kecantikan bisa terus berkembang sambil memberi harga lebih buat manusia dan alam? ParagonCorp membujuk sejumlah founder brand kecantikan lokal seperti BLP, HMNS, guele, Brighty, dan beberapa beauty founder lainnya buat duduk bareng, karena jawabannya memang nggak bisa datang dari satu perusahaan aja. Bahan baku, kemasan, sampai mekanisme daur ulang itu saling nyambung dalam satu ekosistem, jadi cara yang bener-bener berakibat butuh kerja bareng antara brand, pemasok, dan mitra keberlanjutan.

Keberlanjutan Itu Perjalanan, Bukan Garis Finish

Dalam sambutannya, Deputy CEO ParagonCorp Dr. Sari Chairunnisa menekankan bahwa keberlanjutan adalah proses belajar yang terus berjalan, dan akibatnya akan jauh lebih berarti jika ditempuh bareng sesama founder serta seluruh pelaku ekosistem industri. Pandangan serupa datang dari Monica Christasia, CEO BLP Beauty, yang melihat forum ini sebagai ruang buat brand lokal berganti ide sekaligus ketemu mitra yang tepat, dengan kepercayaan bahwa industri kecantikan Indonesia bisa tumbuh lebih baik jika semuanya bergeser searah.

Dari Gathering Santai sampai Empat Panel Diskusi

paragon

Acaranya dibuka dengan Beauty Founders Gathering, yaitu diskusi antar-founder soal arah industri kecantikan Indonesia yang mau mereka bangun bersama. Setelah itu, bahasan berlanjut lewat empat panel yang membahas keberlanjutan sebagai kesempatan pertumbuhan, pembaruan bahan baku, sirkularitas kemasan, dan akibat yang melampaui produk. Pembicaranya datang dari beragam latar belakang, mulai dari Katadata Green, Koalisi Ekonomi Membumi, IFF, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Dietplastik Indonesia, Dynapack Asia, Rekosistem, sampai Pandawara.

Baca juga: Cari Lip Product Halal? Ini 5 Rekomendasi Produk dari Wardah yang Wajib Ada di Pouch Makeup!

Ada Connection Partner Area untuk Mempertemukan Para Founder 

Nggak cuma ngobrol, para founder juga dikasih ruang buat langsung berjejaring dengan pemasok solusi keberlanjutan lewat Connection Partner Area. Di sini ada Koalisi Ekonomi Membumi dan P4F yang bergeser di sektor bioekonomi, Komodo Water buat urusan air, Rekosistem dan Plasticpay di sisi sirkularitas, serta CFES dan TMK. Jadi buat brand yang selama ini bingung mau mulai dari mana, mereka bisa langsung kenalan dan cari mitra yang cocok dengan kebutuhannya.

Cerita dari Dapur Paragon Sendiri

ParagonCorp juga terbuka soal perjalanan keberlanjutannya sendiri. Salah satunya lewat brand Tavi, yang kini sudah memakai 30% plastik daur ulang pada kemasannya. Lewat Paragon Empties Station, para konsumen juga sudah mengembalikan sekitar 80.000 produk kecantikan bekas, yang artinya makin banyak orang yang mau ikut ambil bagiankecil dalam mengurangi sampah bungkusan kecantikan.

Acaranya Sendiri Dibuat dengan Prinsip Berkelanjutan

paragon

Hal yang bikin aktivitas ini makin konsisten adalah penyelenggaraannya yang juga menerapkan hakikat keberlanjutan. Bersama Jejakin, ParagonCorp mengukur emisi yang dihasilkan selama aktivitas dan berkontribusi menanam 300 pohon di Yogyakarta. Seluruh sampah aktivitas dikelola bareng Rekosistem, banner sisa akan diolah Mortier jadi material dan produk fungsional baru, sementara dekorasinya disiapkan berbareng Purana Indonesia dan Dusdukduk dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.

Baca juga: Clean Beauty, Vegan Beauty, dan Halal Beauty: Apa Bedanya dan Mana yang Cocok untuk Kamu?

Beauty in Sustainability memberi deskripsi jika urusan keberlanjutan di industri kecantikan memang butuh kerja bareng, dari brand, pemasok, sampai kita sebagai konsumen. Dari bungkusan daur ulang sampai Empties Station, langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama-sama bisa jadi injakan buat industri kecantikan Indonesia tumbuh dengan lebih bertanggung jawab. Buat Anda yang mau ikut berkontribusi, mulai aja dari hal simpel kayak ngumpulin produk sisa buat didaur ulang, karena cantik itu paling menyenangkan jika bumi juga ikut sehat.

Image: Dok. Paragon

Artikel Lainnya Trend Kecantikan dan Perawatan
↑
Close Right Ads
Close Left Ads