Amanda Nabila Noor Azahra | Beautynesia
Senin, 12 Oct 2026 19:30 WIB
Don't Say Good Luck/Foto: imdb.com
Beauties, bagaimana, ya, rasanya mesti menjalani momen krusial dalam hidup namun di saat berbarengan orang terdekat justru sedang menghadapi kondisi yang sulit? Pengalaman tersebut menjadi inspirasi bagi Laura Hankin, seorang penulis novel dan pembuat skenario (screenwriter), saat ia menulis Don’t Say Good Luck, sinema coming-of-age Netflix yang dibintangi Sunny Sandler dan Melanie Lynskey.
Ceritanya mengikuti Sophie remaja berumur 16 tahun yang mendapatkan peran utama dalam musikal sekolah di tengah berita bahwa kanker sang ibu balik kambuh. Meski bukan adaptasi kisah nyata secara utuh, cerita tersebut punya hubungan yang cukup dekat dengan pengalaman Hankin sendiri.
Penasaran bagiankecil mana dari sinema ini yang terinspirasi dari hayat nyata sang penulis? Simak selengkapnya, Beauties!
1. Berawal dari Pengalaman Nyata Laura Hankin

Laura Hankin, penulis Don’t Say Good Luck/Foto: imdb.com
Sebelum menjadi sinema Netflix, Don’t Say Good Luck dimulai dari pengalaman Laura Hankin ketika statis SMA. Saat itu, ia mendapatkan peran utama dalam musikal sekolah ketika kanker sang ibu balik kambuh.
Dalam wawancaranya dengan Decider, Hankin menerangkan bahwa pengalaman tersebut menjadi alas cerita yang kemudian ia kembangkan menjadi sebuah film. Inspirasi yang datang karena pengalamannya tentang sepertiapa teater sekolah bisa menjadi sumber kebahagiaan di tengah situasi famili yang sulit.
Dilansir dari Wales Online, dalam hayat nyata, sang ibu statis sempat menyaksikan pagelaran Hankin sebelum wafat beberapa minggu kemudian.
2. Tak Semua Cerita dalam Film Benar-Benar Terjadi

Sunny Sandler dan Melanie Lynskey sebagai Sophie dan Elizabeth dalam Film Don’t Say Good Luck/Foto: imdb.com
Meski terinspirasi pengalaman pribadi, beberapa detail hayat Hankin tidak semua masuk ke dalam film. Beberapa alur sengaja diubah ketika dikembangkan menjadi screenplay.
Hankin menambahkan kerabat lelaki untuk karakter Sophie, mengubah kota tempat keluarganya tinggal, serta memodifikasi beberapa bagiankecil hayat famili dalam cerita.
Karena itu, Don’t Say Good Luck lebih tepat disebut sebagai sinema yang terinspirasi dari pengalaman nyata daripada adaptasi kisah nyata secara keseluruhan.
3. Waitress Punya Hubungan dengan Kisah Laura

Sophie memerankan Jenna dalam produksi musikal Waitress di sinema Don’t Say Good Luck/Foto: imdb.com
Dalam film, Sophie (Sunny Sandler) mendapatkan peran sebagai Jenna dalam musikal Waitress. Pemilihan musikal ini rupanya juga punya karena individual bagi Hankin.
Hankin tertarik menggunakan Waitress karena ceritanya memiliki tema hubungan ibu dan anak yang terasa dekat dengan pengalaman pribadinya. Namun, musikal yang ia ikuti saat statis SMA sebenarnya bukan Waitress, melainkan Moby Dick! The Musical.
Jadi, meski beberapa detailnya mengalami perubahan, sinema komedi-musikal ini statis layak kita jadikan tontonan yang hangat, lho, Beauties, karena emosi yang menjadi alas cerita statis berasal dari pengalaman Laura Hankin sendiri: tentang keluarga, kehilangan, dan sepertiapa sebuah panggung kecil bisa menjadi tempat untuk menemukan kebahagiaan di tengah masa sulit.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.