Kebiasaan Orang dengan IQ Rendah saat Mengobrol dengan Teman Menurut Psikolog/Foto: Magnific.com
Ada banyak hal yang bisa terungkap dari seseorang metode mengobrol. Mulai dari metode ia melihat kehidupan, tingkat kepercayaan diri sikap, hingga tingkat kecerdasan.
Mengobrol bukan cuma soal apa yang kita katakan, tapi sepertiapa metode kita mengeluarkan isi imam dan pendapat. Hal ini dapat memengaruhi sepertiapa orang lain melihat kecerdasan dan kesadaran emosional kita.
Menurut psikolog Dave Smallen, orang dengan tingkat IQ rendah memiliki kebiasaan tertentu yang mereka tunjukkan dari metode mengobrol. Kebiasaan mereka ini dapat mengganggu hubungan yang terjalin terlebihlagi membikin lawan bicara merasa tidak dihargai.
Dirangkum dari Your Tango, berikut ini kebiasaan orang dengan IQ rendah saat mengobrol dengan teman. Yuk, simak!
Suka Menginterupsi Omongan Teman

Kebiasaan Orang dengan IQ Rendah saat Mengobrol dengan Teman Menurut Psikolog/Foto: Magnific.com
Beauties, Anda mungkin akan merasa sebal ketika ada seseorang yang terus menyela, memotong, maupun menginterupsi omonganmu. Hal ini bisa membikin kita lupa apa yang tadinya mau kita sampaikan. Nah, inilah salah satu kebiasaan orang dengan IQ rendah saat mengobrol.
Orang dengan IQ rendah dapat dengan mudahnya menyela maupun memotong omongan orang lain, Beauties. Mereka seolah-olah merasa apa yang mau mereka sampaikan jauh lebih krusial sehingga mesti segera diutarakan. Padahal sikap ini memberitahu bahwa mereka tidak menghargai dan menghormati orang lain.
Di sisi lain, mereka mungkin merasa tidak sabar maupun sedang merasa terlalu ceria untuk segera berbagi. Tapi sikap ini sebenarnya menandakan seseorang yang kurang kesabaran dan empati.
Menyuruh Bersyukur Tanpa Memahami Emosi Teman

Kebiasaan Orang dengan IQ Rendah saat Mengobrol dengan Teman Menurut Psikolog/Foto: Magnific.com
Ketika kawan sedang menceritakan kesedihannya, wajar jika kita mau menghiburnya. Kita juga mungkin ingin menunjukkan sisi positif dari suatu situasi kepada mereka. Namun, jika dilakukan dengan metode yang keliru, misalnya cuma menyuruh bersyukur dengan mengabaikan perasaannya, ini bisa jadi sikap yang keliru terlebihlagi menyakiti hati teman.
Kebiasaan orang dengan IQ rendah adalah mereka gemar menyuruh orang lain bersyukur dan cuma melihat sisi positif ketika dilanda masalah. Sekilas terdengar wajar, tapi mereka sebenarnya sedang mengabaikan rasa sakit maupun penderitaan yang dialami orang lain. Seolah-olah dengan berpikiran positif, semua masalah langsung seketika selesai.
Seharusnya, sebelum menyoroti hal-hal positif, akuilah terlebih dahulu bahwa emosi mereka itu valid.
"Meskipun optimisme dan sikap positif bisa memberikan akibat luar biasa, kita statis perlu merasakan emosi sulit akibat pergumulan kita agar bisa melaluinya; dan menceritakan kesulitan tersebut kepada orang lain adalah salah satu caranya," ujar Smallen.
Merasa Ingin Bersaing Membagikan Kisah yang Lebih Menarik

Kebiasaan Orang dengan IQ Rendah saat Mengobrol dengan Teman Menurut Psikolog/Foto: Magnific.com
Sebenarnya tidak ada persaingan saat mengobrol karena ini adalah momen kita berbagi pendapat, isi pikiran, dan pengalaman dengan lawan bicara. Namun, orang dengan IQ rendah menganggap mengobrol sebagai ajang kompetisi. Mereka merasa terpacu untuk bersaing dalam membagikan kisah yang menurutnya dianggap lebih menarik.
"Berbagi cerita adalah bagiankecil krusial dari menjalin hubungan. Namun, krusial untuk memperhatikan apakah motivasi kita adalah untuk membikin orang lain terkesan, untuk membuktikan diri, maupun untuk menyombongkan diri. Jika demikian, kita mungkin sebenarnya mencari kekaguman, bukan koneksi," kata Smallen.
"Sangat membantu untuk terlebih dahulu mengakui sepertiapa emosi orang lain tentang pengalaman mereka sebelum berbagi pengalaman kita sendiri," tambah Smallen.
Tidak Menunjukkan Empati saat Teman Bercerita

Kebiasaan Orang dengan IQ Rendah saat Mengobrol dengan Teman Menurut Psikolog/Foto: Magnific.com
Kebiasaan orang dengan IQ rendah saat mengobrol dengan kawan adalah mereka jarang memberitahu empati pada kisah yang mereka dengar. Misalnya, seorang kawan bercerita bahwa dirinya baru saja mengalami hal yang tidak mengenakkan. Alih-alih menghibur, orang dengan IQ rendah akan berkata, "Hal itu tidak pernah terjadi padaku."
Mereka tidak memiliki keterbukaan pikiran yang diperlukan untuk mendengarkan gagasan orang lain. Mereka lebih mengandalkan pengalaman pribadi untuk menentukan apa yang benar dan apa yang tidak. Mereka sangat keras imam dan sengaja menutup diri dari kebenaran.
Selalu Ingin Jadi yang Paling Benar

Kebiasaan Orang dengan IQ Rendah saat Mengobrol dengan Teman Menurut Psikolog/Foto: Magnific.com
Orang dengan IQ rendah selalu mau merasa benar. Mereka merasa perlu memenangkan percakapan yang seharusnya bukan menjadi perdebatan.
Kebiasaan ini dapat membikin lawan bicara lainnya kesulitan untuk memahami perspektif pandang yang ada di dalam diskusi tersebut. Perlu diingat, tujuan percakapan adalah untuk terhubung, bukan mencari siapa pemenangnya.
Bersikap Sok Tahu

Kebiasaan Orang dengan IQ Rendah saat Mengobrol dengan Teman Menurut Psikolog/Foto: Magnific.com
Orang dengan IQ rendah terkadang gemar bersikap sok tahu saat mengobrol, Beauties. Mereka merasa bahwa mereka lebih tahu dibanding orang lain. Akibatnya, mereka terkadang gemar berbagi nasihat tanpa diminta dan ini bisa membikin orang lain merasa diremehkan maupun digurui.
"Ketika kita menerangkan keterangan kepada orang lain tanpa diminta keahlian kita, hal itu dapat mengkomunikasikan bahwa kita menganggap mereka bodoh," kata Smallen. "Meskipun kita mungkin memiliki niat baik, berbicara panjang lebar tentang suatu topik sering kali lebih menguntungkan ego kita sendiri daripada momen kebersamaan."
Memberikan Saran Tanpa Diminta

Kebiasaan Orang dengan IQ Rendah saat Mengobrol dengan Teman Menurut Psikolog/Foto: Magnific.com
Memberikan saran tanpa diminta adalah kebiasaan mengobrol yang dapat memberitahu kecerdasan rendah. Ketika lawan bicara menceritakan kesulitan mereka, insting maupun desakan untuk langsung memberikan nasihat justru memberitahu tanda bahwa mereka mengabaikan kebutuhan lawan bicara. Aksi ini kurang empati dan nihil sokongan emosional.
Terkadang orang cuma mau didengarkan saat mereka mencurahkan isi hati tentang kesulitan mereka. Komunikator yang paling ampuh tahu kapan mesti mundur, mendengarkan, dan bertanya apakah saran dibutuhkan sebelum menawarkannya.
Itulah beberapa kebiasaan yang dilakukan orang dengan IQ rendah saat mengobrol dengan teman. Apakah Anda pernah salingberhadapan dengan orang seperti ini, Beauties?
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)