Hari pertama sebuah SDN di Jakarta Selatan, berubah menjadi mencekam. Saat siswa dan pembimbing sedang mengikuti upacara, pihak sekolah menerima ancaman peledak melalui pesan WhatsApp.
Ancaman tersebut langsung menggegerkan lingkungan sekolah dan para wali murid. Siswa yang semestinya menikmati hari pertama sekolah dengan penuh keceriaan terpaksa dievakuasi demi argumen keamanan.
5 Fakta mengenai ancaman peledak di SDN di Jaksel
Simak fakta-fakta mengenai ancaman peledak ke SDN di Jaksel ini, Bunda.
1. Ancaman dikirim orang tak dikenal
Menurut Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, ancaman peledak diterima dari WA saat siswa sedang melaksanakan upacara. Ancaman dikirim via japri (jaringan pribadi) ke pembimbing dan petugas Tata Usaha (TU) di sekolah.
"Laporannya 07.30 WIB, tapi memang di-WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru lihat WA-nya kita langsung datang semuanya Camat, Lurah," kata Kompol Nurma Dewi saat dihubungi, Senin (13/7/2026), dilansir detikcom.
Hal yang sama juga disampaikan Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim. Menurutnya, peristiwa itu terjadi ketika sekolah melangsungkan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
"Pada pagi hari, saat siswa sedang berkumpul di lapangan sekolah, salah seorang pembimbing dan tenaga kependidikan menerima pesan WA dari nomor tidak dikenal yang berisi ancaman peledakan peledak di letak tersebut," kata Chico, dalam keterangannya.
2. Para siswa langsung dievakuasi
Setelah melaporkan ancaman tersebut, pihak kepolisian langsung menuju ke lokasi. Para siswa pun dievakuasi keluar sekolah demi argumen keamanan.
"Anak-anak sudah dievakuasi, kita arahkan keluar sekolah dulu," ungkap Nurma Dewi.
Menurut laporan, pihak sekolah akhirnya memutuskan untuk memulangkan seluruh siswa. Hal itu dilakukan agar pihak berkuasa bisa melakukan penyisiran untuk mencari bom.
"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera berkoordinasi dengan abdi negara kepolisian, ialah polsek setempat, Tim Gegana, dan Densus 88, untuk penanganan ancaman bom," ujar Chico.
Menurut Chico, Tim Gegana melakukan sterilisasi dan penyisiran secara menyeluruh di area sekolah guna memastikan kondisi aman. Di saat bersamaan, Densus 88 melakukan pencarian terhadap nomor pengirim pesan ancaman tersebut.
"Seluruh siswa telah dipulangkan ke rumah masing-masing. Orang tua/wali siswa telah dikomunikasikan melalui Kepala Sudin Pendidikan dan Kapolsek terkait," ungkapnya.
3. Kondisi telah terkendali
Informasi terakhir mengungkap bahwa pihak kepolisian belum menemukan peledak saat penyisiran. Namun, situasi dilaporkan telah terkendali, Bunda. Sampai Senin (13/7/2026) siang, proses penyisiran letak dan penyelidikan terhadap pengirim ancaman terus berlangsung.
"Perkembangan lebih lanjut bakal kami sampaikan secara transparan kepada masyarakat. Kami minta support dan angan agar proses ini melangkah lancar dan sekolah dapat kembali kondusif untuk kegiatan pembelajaran," katanya.
4. Pelaku telah ditangkap
Pihak berkuasa tak hanya menyisir area sekolah, Bunda. Mereka juga langsung menelusuri pelaku yang mengirimkan ancaman bom.
Kurang dari 24 jam, polisi menangkap laki-laki berinisial MY (34), yang mengirimkan ancaman teror bom. Menurut polisi, pelaku mengirimkan ancaman teror peledak lantaran iseng, Bunda.
"Untuk motif dari pelaku sementara hasil dari permintaan keterangan yang bersangkutan, yang berkepentingan hanya sifatnya usil saja," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin kepada wartawan, Senin sore (13/7/26).
5. Pelaku adalah orang tua siswa
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, pelaku yang mengirim teror peledak adalah orang tua siswa. Pelaku diketahui tinggal di dekat sekolah.
"Setelah pelaku diamankan, rupanya anaknya pelaku juga berguru di sekolah tersebut," ujar Iman Imannudin.
Menurut Iman, pelaku sempat menjemput anaknya setelah mengirimkan pesan tersebut. Seperti diketahui, para siswa di SDN tersebut dibubarkan dan diminta pulang setelah adanya teror bom.
"Tadi pagi yang berkepentingan sempat juga menjemput anaknya dari sekolah pada saat diberitahukan ada teror mengenai dengan ancaman peledak tersebut," katanya.
(ank/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·