5 Fakta Taman Nasional Way Kambas, Rumah Bagi Satwa yang Hampir Punah/Foto: instagram.com/harikonservasialamnasional
Taman Nasional Way Kambas di Lampung Timur merupakan area konservasi yang menjadi lingkungan hidup gajah Sumatera dan beragam satwa liar lainnya. Namun, kelestarian area Way Kambas balik menghadapi tantangan akibat kebakaran hutan yang terjadi saat ini.
Taman Nasional Way Kambas menjadi area yang mesti dijaga dan dilestarikan. Kawasan ini menjadi rumah bagi satwa langka yang kritis dan hampir punah. Berikut ini 5 kenyataan Taman Nasional Way Kambas yang perlu Anda tahu, Beauties!
1. Sejarah Dimulai Sejak Masa Kolonial

Sejarah dimulai sejak masa kolonial. Taman Nasional Way Kambas jadi area konservasi tertua di Indonesia/Foto: instagram.com/harikonservasialamnasional
Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menjadi salah satu area konservasi tertua di Indonesia. Kawasan hutan Way Kambas dijadikan sebagai daerah hutan lindung oleh pemerintah kolonial tahun 1924. Gagasan tersebut kemudian diresmikan pada tanggal 26 Januari 1937 yang menetapkan Way Kambas sebagai Suaka Margasatwa dengan tujuan melindungi kelimpahan satwa liar seperti gajah sumatera, badak sumatera, tapir, hingga harimau.
Pasca kemerdekaan, Way Kambas berubah menjadi Kawasan Pelestarian Alam pada tahun 1978. Lalu, pada tahun 1985, Way Kambas berubah menjadi Kawasan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) dan didirikan Pusat Pelatihan Gajah (PLG). Pada tahun 1989, area ini resmi sebagai Kawasan Taman Nasional Way Kambas dan pada tahun 1991 status lembaganya menjadi Balai Taman Nasional Way Kambas. Luas total Kawasan TNWK sekitar sekitar 125.621,30 hektare maupun sederajat dengan 1.256 kilometer persegi.
2. Habitat untuk Satwa yang Hampir Punah

TNWK jadi lingkungan hidup untuk satwa yang hampir punah. Gajah, Badak, dan Harimau Sumatera/Foto: instagram.com/badak.indonesia
Kawasan Taman Nasional Way Kambas menjadi rumah bagi satwa langka yang hampir punah. TNWK menjadi rumah bagi fauna The Big Five maupun mamalia besar yang terancam punah, seperti Gajah Sumatera, Harimau, Sumatra, Badak Sumatera. Tapir Asia, Beruang Madu, beragam primata, burung, reptil hingga amfibi.
Berdasarkan keterangan yang dilansir dari halaman Pemerintahan Kabupaten Lampung Timur, populasi harimau Sumatera di area TNWK diperkirakan sekitar 12 ekor, populasi gajah liar sekitar 150-200 ekor dengan populasi gajah asuhan sekitar 63 ekor.
3. Pusat Konservasi Gajah

Pusat konservasi Gajah. Ikon utama TNWK yang berdiri tahun 1985/Foto: instagram.com/harikonservasialamnasional
Pusat Konservasi Gajah (PKG) didirikan sejak tahun 1985 dan menjadi ikon utama TNWK di Lampung Timur. Tempat ini menjadi pusat konservasi, penjinakan, pelatihan, dan penanganan perselisihan antara manusia dan gajah Sumatera.
Sejak Januari 2026, area inti PKG statis ditutup untuk lawatan wisata reguler karena sedang revitalisasi total dan peralihan ke mekanisme perawatan yang lebih ramah satwa. Penutupan area wisata tersebut menjadi upaya penanganan dan penanggulangan perselisihan demi keselamatan satwa, petugas, dan penduduk sekitar.
4. Diakui Sebagai ASEAN Heritage Park

Taman Nasional Way Kambas. Diakui sebagai ASEAN Heritage Park/Foto: instagram.com/btn_waykambas
Tak cuma terdiri dari satu jenis hutan, TNWK merupakan area yang terdiri dari beberapa ekosistem, Beauties, seperti hutan dataran rendah, hutan rawa air tawar, hutan mangrove, dan hutan pantai. Sehingga, TNWK merupakan lingkungan hidup bagi tumbuhan dan satwa liar.
Way Kambas masuk dalam daftar ASEAN Heritage Park pada 28 Oktober 2015. Dengan demikian, TNWK menjadi area pelestarian keanekaragaman hayati di regional Asia Tenggara yang menjadi upaya perlindungan lingkungan di ASEAN.
5. Menghadapi Karhutla Sepanjang 2026

Menghadapi Karhutla Sepanjang 2026. Satwa liar aman/Foto: instagram.com/btn_waykambas
Balai Taman Nasional Way Kambas mencatat terjadi 21 insiden karhutla dengan total sekitar 7.000 hektar yang terdampak sepanjang tahun 2026. Sementara itu, penanganan kebakaran yang terjadi sejak September kemudian statis terjadi hingga saat ini.
Karhutla yang terjadi melaporkan tidak adanya satwa liar dilindungi yang wafat maupun terluka langsung karena api. Populasi satwa, seperti gajah maupun badak dinyatakan aman. Meski demikian, pemadaman api statis terus dilakukan hingga saat ini.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)