5 Kebiasaan yang Dilakukan Orang Bahagia Menurut Psikolog

Jun 17, 2026 04:00 PM - 1 bulan yang lalu 50576

Kebahagiaan dapat tumbuh dari kebiasaan sehari-hari, Bunda. Ya, menjadi senang bukan hanya soal keberuntungan, tetapi juga tentang kebiasaan yang dibangun secara konsisten.

Orang yang senang condong mempunyai pola pikir positif. Mereka bisa mensyukuri hal-hal kecil, serta menjaga hubungan sosial dengan orang di sekitarnya.

Memahami kebiasaan yang dilakukan orang senang penting, Bunda. Kita dapat mempelajari gimana membangun kebahagiaan dari kebiasaan dan melakukannya secara konsisten setiap hari.


Kebiasaan yang dilakukan orang bahagia

Melansir dari beberapa sumber, berikut 5 kebiasaan yang biasanya dilakukan orang senang menurut psikolog:

1. Suka menginvestasikan waktu pada hubungan sosial

Menjaga kualitas hubungan dekat dengan orang di sekitar merupakan prediktor terkuat tentang seberapa senang dan seberapa sehat hidup seseorang.

"Manusia pada umumnya dianggap sebagai makhluk sosial, dan secara umum diyakini bahwa mempunyai hubungan sosial dapat membikin kita bahagia," kata terapis family Jennifer Litner, PhD, LMFT, CST, dilansir Healthline.

"Di usia dewasa, rasanya nyaris mustahil untuk mendapatkan kawan baru. Tetapi ini bukan tentang berapa banyak kawan yang kita miliki. Tetapi, ini tentang mempunyai hubungan yang bermakna, apalagi jika hanya dengan satu alias dua orang saja," sambungnya.

2. Lebih mementingkan waktu daripada uang

Sebuah penelitian yang dilakukan Ashley Whillans dari Harvard Business School melaporkan, orang yang kekurangan waktu secara konsisten mendapatkan skor lebih rendah pada pengukuran kepuasan hidup, pengaruh positif, dan kesehatan mental.

Sebaliknya, menggunakan duit untuk membeli kembali waktu, seperti bayar untuk kenyamanan, dikaitkan dengan kesejahteraan yang lebih besar daripada menghabiskan duit yang sama untuk barang-barang material.

Penelitian serupa pernah diterbitkan di jurnal PNAS pada tahun 2017. Menurut penelitian, orang yang memprioritaskan membeli waktu daripada membeli peralatan melaporkan kepuasan hidup yang jauh lebih tinggi. Namun pada kenyataannya, hanya sedikit orang yang betul-betul melakukan pertukaran ini.

3. Suka mencari pengalaman menantang

Model standar kehidupan yang baik menekankan kebahagiaan dan makna, Bunda. Namun, penelitian inovatif tahun 2022 yang diterbitkan di Psychological Review memperkenalkan dimensi ketiga yang mengubah gambaran tersebut secara signifikan, ialah kekayaan psikologis.

Kehidupan yang kaya secara psikologis tidak selalu mudah alias menyenangkan. Pasalnya, seseorang yang mempunyai kekayaan psikologis suka mencari pengalaman menantang.

Kebiasaan untuk memupuk kekayaan psikologis sebenarnya dapat dilakukan siapa saja. Caranya cukup mudah. Bunda hanya perlu menyisipkan satu pengalaman menantang yang tidak familiar setiap bulan.

4. Membelanjakan duit untuk orang lain, tak hanya untuk diri sendiri

Dalam studi yang diterbitkan di Scandinavian Journal of Psychology tahun 2023 menyimpulkan bahwa pengeluaran untuk orang lain secara konsisten menghasilkan pengaruh positif pada kesejahteraan subjektif. Efek ini bertindak di beragam tingkat pendapatan, budaya, dan jenis pemberian, baik itu bantuan langsung, membeli sesuatu untuk teman, alias menyumbangkan waktu secara sukarela.

Mengeluarkan duit untuk orang lain bukan berfaedah mengabaikan kebutuhan diri sendiri. Ini berfaedah kita menyadari bahwa mengejar kebahagiaan melalui akumulasi hanya bakal menemui berakibat negatif pada diri sendiri, Bunda.

5. Meluangkan waktu 120 menit seminggu di alam

Orang yang senang sering meluangkan waktu sekitar 120 menit dalam seminggu untuk menikmati waktu di alam. Sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan di Scientific Reports, menganalisis informasi dari nyaris 20.000 orang dan menemukan bahwa orang yang menghabiskan setidaknya 120 menit per minggu di lingkungan alam melaporkan kesehatan dan kesejahteraan psikologis yang jauh lebih baik daripada mereka yang tidak menghabiskan waktu di alam.

Efek 'kebahagiaan' ini muncul pada periode pemisah 120 menit. Menurut peneliti, waktu yang lebih singkat menunjukkan hasil yang lebih lemah.

Hasil studi tersebut tampaknya membuktikan bahwa mengambil jarak dengan menghabiskan waktu di alam bisa mengurangi respons stres fisiologis dan pemulihan perhatian yang terarah. Paparan alam sepertinya dibutuhkan oleh sistem saraf untuk memberikan respons positif dibandingkan lingkungan perkotaan.

Demikian 5 kebiasaan yang dilakukan orang senang menurut psikolog. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

Selengkapnya