Jakarta -
Olahraga di tengah cuaca panas kerap dipilih sebagian orang lantaran dipercaya dapat membantu membakar lebih banyak kalori. Meski demikian, kegiatan bentuk dalam suhu tinggi membikin tubuh bekerja lebih keras sehingga perlu dilakukan dengan persiapan yang tepat.
Paparan sinar mentari dan suhu yang tinggi dapat mempercepat hilangnya cairan tubuh melalui keringat.
Jika tidak segera diganti, kondisi tersebut dapat meningkatkan akibat dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga heat stroke yang memerlukan penanganan medis segera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh lantaran itu, krusial untuk memperhatikan langkah berolahraga dengan kondusif saat cuaca sedang terik untuk membantu tubuh tetap aktif dan sehat.
Mengapa lebih sigap capek saat olahraga di tengah cuaca panas?
Saat berolahraga, otot berkontraksi dan menghasilkan panas. Tubuh kemudian mencoba mendinginkan diri dengan berkeringat dan mengalirkan darah ke kulit.
Namun, perihal itu menciptakan konsekuensi, lantaran darah yang sama juga dibutuhkan untuk memasok oksigen ke otot.
“Kulit Anda pada dasarnya mengambil darah dari otot, sehingga kamu tidak dapat mengirimkan oksigen sebanyak yang semestinya ke otot,” ujar Direktur Pusat Penelitian Panas dan Kesehatan, Ollie Jay, dari Universitas Sydney, dikutip dari laman BBC, Selasa (14/7/2026).
Dalam kondisi panas, dapat dengan sigap menyebabkan kelelahan lantaran tubuh kesulitan mendapatkan oksigen yang cukup untuk otot-otot Bunda, tetapi juga dapat memberi tekanan ekstra pada jantung lantaran berupaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Tips olahraga saat cuaca panas
Bagaimana langkah menjaga kesehatan jangka panjang dengan tetap aktif saat cuaca panas? Berikut beberapa strategi yang dapat Bunda ikuti:
1. Latihan sebelumnya
Perubahan paling berakibat yang dapat dilakukan kebanyakan orang adalah olahraga saat cuaca lebih sejuk, seperti pagi alias sore hari, jika memungkinkan.
Bunda juga bisa memilih waktu ketika area tempat Bunda berolahraga berada di tempat teduh, bukan di bawah terik matahari.
2. Periksa kelembapan
Kelembapan juga penting. Cara utama tubuh untuk melepaskan panas adalah melalui keringat yang menguap dari kulit, yang membantu menurunkan suhu tubuh. Namun, dalam kondisi lembap, proses itu terpengaruh lantaran penguapan yang mendinginkan tubuh berkurang.
Kecepatan angin juga berperan, itulah sebabnya berlari di ruang tertutup dengan sedikit aliran udara membikin stres panas menjadi akibat yang lebih besar.
3. Persingkat sesi alias kurang intensitasnya
Dilansir healthline, mulailah secara perlahan dan kurangi intensitasnya sesuai dengan kebutuhan Bunda.
Pada hari-hari ketika Bunda tidak dapat menghindari panas, Bunda mungkin mempertimbangkan untuk berolahraga dalam jangka waktu yang lebih pendek serta menambahkan lebih banyak istirahat.
Terkadang, jalan kaki singkat di pagi hari, alias beberapa aktivitas ringan di dalam ruangan, lebih kondusif dan realistis daripada mencoba untuk tetap teguh pada rutinitas yang sama.
4. Tenangkan diri terlebih dahulu
Mendinginkan tubuh terlebih dulu sebelum beraktivitas juga bermanfaat. Penelitian menunjukkan bahwa menurunkan suhu tubuh sebelum berolahraga memberi Bunda perlindungan panas yang lebih besar sebelum kondisi menjadi berbahaya.
Sedikit menurunkan suhu tubuh sebelum memasuki kondisi panas bakal memberi Bunda waktu lebih lama sebelum kondisi menjadi berbahaya.
Hal ini juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi es serut alias air es, yang telah terbukti dapat mendinginkan tubuh dan meningkatkan performa olahraga.
5. Biarkan tubuh beradaptasi
Meningkatkan jumlah olahraga secara berjenjang di cuaca panas bakal memungkinkan tubuh terbiasa, sebuah proses yang disebut aklimatisasi panas.
Secara umum, setelah tujuh hingga 14 hari berolahraga secara teratur di cuaca panas, suhu inti tubuh saat rehat bakal turun, laju keringat meningkat, dan volume plasma darah meningkat.
Bunda mempunyai kebutuhan aliran darah yang sangat besar, dan darahlah yang pada akhirnya bakal bisa memasok dan mendukung semua kegunaan fisiologis ini di cuaca panas.
Adaptasi ini membantu tubuh merespons dengan lebih baik, sehingga membantu meningkatkan keahlian serta mengurangi akibat stres akibat panas.
Cara menjaga tubuh tetap terhidrasi saat berolahraga
Memastikan asupan cairan yang cukup sebelum, selama, dan setelah olahraga bakal membantu mengurangi akibat dehidrasi. Meski kebutuhan setiap orang berbeda, berikut beberapa pedoman umum yang dapat diikuti:
1. Sebelum olahraga
Pastikan Bunda cukup terhidrasi sebelum berolahraga. Untuk olahraga yang berjalan lama dan intens minum 5-10 mililiter per kg berat badan setidaknya 2-4 jam sebelum olahraga.
2. Selama olahraga
Ganti cairan yang lenyap selam berolahraga. Aturan praktis yang baik adalah minum beberapa teguk air setiap 10-20 menit. Jika keringat keluar berlebihan, Bunda dapat memilih minuman olahraga untuk mengganti elektrolit yang hilang.
3. Setelah berolahraga
Bagi kebanyakan orang, tidak masalah untuk minum dan makan seperti biasa. Jika kehilangan berat badan dalam jumlah signifikan (2 persen alias lebih) lantaran berkeringat, minum 1,5 liter per kg berat badan yang hilang.
Nah, itulah beberapa tips yang dapat Bunda ikuti untuk berolahraga saat cuaca panas. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·