8 Adab Malam Pertama Setelah Menikah Menurut Islam

Jul 15, 2026 09:35 PM - 6 jam yang lalu 315

Jakarta -

Perdana memadu kasih rupanya bukan sekadar melampiaskan kemesraan dengan pasangan. Hal terpenting, ketahui dan praktikkan 8 etika malam pertama setelah menikah menurut Islam.

Setelah resmi mengikat janji suci, malam pertama menjadi momen yang ditunggu-tunggu dan begitu spesial bagi pasangan suami istri. Malam dimana proses bercumbu dan bermesraan dengan pasangan menjadi sebuah kegiatan ibadah yang diganjar pahala berlimpah.

Nah, agar malam pertama yang dilalui menjadi sebuah keberkahan, sebagai umat muslim tentunya perlu memerhatikan adab-adab yang sudah diatur dalam Islam.  Selain meraih kenikmatan tentunya juga menghadirkan keberkahan dalam hubungan bagi suami istri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Melaksanakan agenda malam pertama setelah menikah menurut Islam sebaiknya tidak langsung tancap gas. Sebab, ada juga etika yang perlu dipraktikkan agar sesi malam pertama berbobot ibadah dengan pahala berlimpah.

Pada dasarnya, hubungan intim suami istri bukanlah perihal yang tabu dibahas sepanjang tujuannya menjalankan hukum dan dibahas secara sopan.

Karenanya, krusial bagi para suami istri meraih keberkahan dan mendatangkan pahala hingga keturunan yang saleh dan salehah, dengan mematuhi tata langkah alias etika berasosiasi intim menurut Islam.

Poin pentingnya dalam agenda intim ini adalah masing-masing pasangan tidak sekadar memenuhi nafsu syahwat birahi semata. Penting diketahui bahwa langkah bercinta dalam Islam sesuai sunnah Rasul dan style hubungan suami istri yang betul menurut Islam dan apa saja sunah berasosiasi suami istri dalam tuntunan syaiat. 

Adapun dalam aliran Islam sebenarnya tidak terlalu membatasi waktu maupun tempat hubungan suami istri berlangsung. Pasangan yang terikat pernikahan sah boleh berasosiasi intim sepanjang istri dalam kondisi suci, serta tidak dilakukan pada siang hari di bulan Ramadan seperti dikutip dari Buku Rahasia Keluarga Sakinah (Menapaki Jalan Pecinta Surga di Era Digital) yang dituliskan Muhammad Khalid dan diterbitkan CV Nusantara Press Indonesia.

Seperti diketahui bahwa jima' (hubungan suami istri) dianggap sah dan legal menurut aliran Islam dilakuakn setelah menjalani janji dan resepsi pernikahan. Pasutri dianggap sah dan legal menurut aliran Islam.

Bahkan, saat malam pertama, pasangan dapat langsung menjalani hubungan intim. Meski demikian, ada baiknya mengetahui adab-adab yang dianjurkan dalam Islam untuk mewujudkan malam pertama penuh pahala dan keberkahan sebagai pasangan suami istri. 

Terkait perihal tersebut, banyak pasangan yang belum mengetahui mengenai etika malam pertama setelah menikah menurut Islam yang sebenarnya dapat dengan ringan dilakukan. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Mengucapkan salam saat memasuki kamar

Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah SAW pernah bersabda, "Ummu Salamah RA berbicara bahwa ketika Rasulullah SAW menikahinya dan beliau hendak menggaulinya, beliau mengucapkan salam terlebih dahulu." (HR. Abu Syaikh)

2. Bersiwak alias membersihkan mulut

Dari Al-Miqdam bin Syuraih dari ayahnya dia berkata: "Aku bertanya kepada Aisyah, 'Dengan tindakan apa Rasulullah SAW memulai jika masuk ke rumahnya?' Lalu dia menjawab, 'Dengan bersiwak'." (HR. Muslim)

3. Salat sunnah dua rakaat berbareng pasangan

Abu Sa'id Maula RA mengisahkan bahwa dirinya pernah mengadakan syukuran pernikahan ketika tetap menjadi budak. Abu Sa'id Maula RA kemudian mengundang beberapa sahabat Rasulullah SAW seperti Abu Dzar, Abdullah bin Mas'ud RA, dan Huzaifah RA seperti dikutip dari laman Detik.

Lalu dia mengatakan bahwa para sahabat tersebut membimbingnya dan mengatakan:

"Jika istrimu masuk menemuimu, sholatlah dua rakaat. Mintalah perlindungan kepada Allah SWT dan berlindunglah kepada-Nya dari keburukan istrimu. Setelah itu, urusannya terserah Anda dan istrimu."

4. Bersikap lembut dan menenangkan hati pasangan

Menjadi suami istri tak berati membikin satu sama lain justru makin jauh lantaran jarak. Justru, semestinya pernikahan tersebut bisa membikin ruang ibadah terbuka lebar. Agar tidak canggung, suami perlu bersikap lembut dan menenangkan hati pasangan.

5. Melakukan pemanasan (foreplay) sebelum berasosiasi Intim

Pemanasan alias foreplay dalam hubungan seks menjadi sebuah rutinitas krusial yang membikin satu sama lain jadi lebih rileks.

Disarankan kepada para suami untuk membelai terlebih dulu sang istri sampai membuatnya merasa tenang dan nyaman. Suami juga bisa mencium dan memeluk istri dengan mesra agar sang istri semakin nyaman.

Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti hewan. Hendaklah dia terlebih dulu memberikan pendahuluan, ialah ciuman dan cumbu rayu." (HR. At Tirmidzi)

6. Membaca angan sebelum berasosiasi suami istri

Doa menjadi salah satu senjata umat muslim kapan saja, termasuk saat hendak melakukan hubungan intim dengan istri. Dalam perihal ini, biasakanlah memulainya dengan berdoa, di mana menjadi salah satu perihal wajib dilakukan agar menciptakan kenyamanan dan sifat rileks,

Pada praktiknya, suami bisa membelai pasangannya terlebih dulu hingga istri merasa tenang dan nyaman. Para suami juga bisa mencium dan memeluk istri dengan mesra agar tercipta kenyamanan.

7. Membaca angan alias berterima kasih setelah berasosiasi intim

Doa menjadi salah satu senjata pamungkas umat muslim. Dengan mengawali sesuatu membaca Bismillah tentunya menjadi salah satu corak syukur atas nikmat yang diterimanya.

Disarankan kepada para suami untuk membelai terlebih dulu sang istri sampai membuatnya merasa tenang dan nyaman. Suami juga bisa mencium dan memeluk istri dengan mesra agar sang istri semakin nyaman.

Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti hewan. Hendaklah dia terlebih dulu memberikan pendahuluan, ialah ciuman dan cumbu rayu." (HR. At Tirmidzi)

8. Menjaga rahasia hubungan suami istri

Pasangan memang perlu membiasakan diri menjaga rahasia hubungan mereka yang terjadi secara riil. Membiasakan perihal ini terjadi sama halnya dengan menjaga 'baju' pasangan dan diri sendiri. Sehingga, apa yang terjadi di dalam kamar, sebaiknya perihal itu tidak dibocorkan ke publik. 

Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya, di antara seburuk-buruk tempat manusia di sisi Allah pada hari Kiamat kelak adalah orang yang bersenang-senang (bersetubuh) dengan istrinya, demikian pula sebaliknya, lampau menyebarkan rahasia mereka berdua." (HR. Muslim)

Doa berasosiasi badan suami istri, komplit Arab, Latin, dan artinya untuk pengantin baru

Membaca angan sebelum tertidur menjadi sebuah perlindungan dari gangguan setan saat berasosiasi sosial. Inilah kumpulan angan bagi ibu agar senantiasa dalam perlindungan Allah selama kehamilan seperti dikutip dari Buku Kitab Doa-doa Bagi yang Sudah Berkeluarga yang ditulis Siti Nur Aidah:

1. Doa sebelum berasosiasi suami istri (jima')

Sebelum berasosiasi intim dengan pasangan, suami dan istri kudu bermohon sesuai sunnah sebagai berikut:

بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Arab Latin: "Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa."

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami."

2. Doa setelah berasosiasi suami istri

Setelah selesai berasosiasi intim, hindari untuk langsung tidur. Lafazkan angan setelah berasosiasi intim dengan membaca hamdalah.

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المْـَــاءِ بَشَـــرًا

Tulisan Latin: "Alhamdu lillaahi dzdzii khalaqa minal maa i basyaraa."

Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).

3. Doa mandi wajib setelah berasosiasi suami istri, komplit dengan niat dan tata caranya

Niat mandi wajib setelah berasosiasi suam istri:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaan Latin: Nawaitul ghusla liraf 'il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku beriktikad mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar fardu lantaran Allah Ta'ala."

Tata langkah mandi wajib usai berasosiasi suami istri adalah sebagai berikut seperti dikutip dari laman detikcom:

1. Mengucapkan niat mandi wajib
2. Membersihkan kedua telapak tangan sebanyak tiga kali
3. Mulai membersihkan kotoran-kotoran yang tersembunyi dengan tangan kiri, seperti kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar, dan lain sebagainya
4. Mencuci tangan dengan langkah menggosokkan ke sabun alias tanah
5. Berwudhu
6. Menyela pangkal rambut menggunakan jari tangan yang telah dibasuh air hingga menyentuh kulit kepala
7. Membasuh seluruh tubuh dengan air yang dimulai dari sisi kanan lampau bagian kiri
8. Memastikan seluruh lipatan kulit serta bagian yang tersembunyi ikut dibersihkan

Kemudian, mengutip dari Buku Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menurut Empat Madzhab susunan Isnan Ansory, ada angan yang dapat dipanjatkan setelah mandi wajib. Berikut ini angan yang perlu dibaca:

Setelah mandi wajib:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Arab Latin: Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina

Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah saya termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah saya pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri."

4. Doa memohon keturunan yang saleh dan salehah

Usai berasosiasi intim bisa juga membaca angan untuk mengharapkan anak yang baik.

Berikut referensi doanya:

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Arab Latin: Rabbi hab lî minas shâlihîn

Artinya: "Ya Tuhanku, anugerahilah kami keturunan yang termasuk orang-orang yang salih."

Selain itu, bisa juga membaca angan yang selalu dipanjatkan Nabi Ibrahim AS sejak beliau belum menikah:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Arab Latin: Rabbanâ hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyâtinâ qurrata a'yunin waj'alnâ lil muttaqîna imâmâ

Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pandangan mata yang menyejukkan dari para istri dan anak keturunan kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."

Itulah etika malam pertama setelah menikah menurut Islam yang bisa dipanjatkan. Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya