Jakarta -
Orang yang susah berbicara jujur tidak selalu mudah dikenali. Ada yang sengaja menyembunyikan kebenaran, tetapi ada pula yang melakukannya lantaran takut menghadapi akibat alias kehilangan.
Meski jarang mengakui ketidakjujuran, kebiasaan tersebut sering terlihat dari langkah mereka berbicara. Beberapa kalimat tertentu kerap digunakan untuk menghindari penjelasan yang sebenarnya.
Pilihan kata yang mereka gunakan juga bisa menunjukkan keraguan terhadap ucapan sendiri. Mengenali pola komunikasi seperti ini dapat membantu Bunda memahami apakah seseorang condong susah berbicara jujur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalimat yang sering diucapkan orang yang susah berbicara jujur
Dilansir Your Tango, orang yang tidak bisa jujur sering menggunakan kalimat-kalimat yang secara lembut penuh tipu daya ini. Berikut di antaranya:
1. “Tampaknya”
Kalimat seperti “Tampaknya” sering kali untuk menunjukkan seberapa percaya alias tidak yakinnya mereka tentang sesuatu.
Sebuah penelitian yang dipublikasi dalam jurnal The Writing Center, dijelaskan bahwa kata “Tampaknya” menunjukkan ketidakpastian.
Ungkapan ini sangat tidak pasti dan pada dasarnya berfaedah seseorang tidak mau memberikan jawaban yang jujur. Ini menunjukkan sungguh bertentangannya hubungan mereka dengan kebenaran.
2. “Ceritanya panjang”
Menyebut kebenaran sebagai cerita panjang adalah salah satu langkah paling umum yang digunakan orang untuk menghindari berbagi setiap detailnya.
Bahkan, jika tetap ada pertanyaan, seseorang dapat mencoba untuk beranjak dengan menyiratkan bahwa terlalu rumit untuk dibahas lebih dalam.
Mereka mendusta dengan langkah menyembunyikan sebagian informasi. Pekerja sosial klinis berlisensi, Haley Hicks, menjelaskan ini seperti menceritakan separuh cerita, padahal bagian yang lenyap itu sangat krusial untuk memahami gambaran keseluruhan.
3. “Percayalah padaku soal ini”
Rasanya sangat canggung ketika Bunda mencoba melakukan percakapan yang sebenarnya dengan seseorang, tetapi mereka langsung menutup diri dan menolak memberikan info lebih lanjut, dengan argumen bahwa Bunda semestinya mempercayai mereka.
Banyak orang mungkin tergoda untuk mengambil ini sebagai masalah pribadi, tetapi jika orang lain memutuskan hubungan dengan Bunda, sebenarnya itu mungkin tidak ada hubungannya. Sebaliknya, itu adalah tanda gejolak jiwa yang perlu diatasi sendiri.
4. “Kita bicarakan nanti”
Ungkapan ini susah diinterpretasikan lantaran seseorang mungkin betul-betul bermaksud untuk menyelesaikan percakapan nanti.
Mereka mungkin juga hanya mau Bunda percaya bahwa itu adalah rencana mereka agar tidak perlu terus membicarakan topik yang tidak nyaman saat ini.
Namun, lebih sering daripada tidak, itu adalah corak penghindaran. Orang tersebut sudah selesai berbincang dan mencari alasan untuk tidak mengatakan apa pun lagi.
5. “Kamu tidak bakal mengerti”
Ini adalah penolakan yang jelas dan tanda bahwa seseorang tidak lagi terbuka untuk menjawab pertanyaan. Bisa jadi lantaran mereka menganggap pertanyaan-pertanyaan tersebut mengganggu privasi.
Psikoterapis Hillary Schoninger, LCSW, mengatakan, Bunda mungkin merasa tidak nyaman tentang gimana menjawab pertanyaan-pertanyaan ini untuk menjaga privasi dan mencontohkan batas yang sehat.
6. “Kurasa begitu”
Mengatakan “Kurasa begitu” berfaedah mereka tidak mengkonfirmasi alias menyangkal apa pun. Mereka sebenarnya membiarkan pilihan mereka sepenuhnya terbuka, meskipun kedengarannya seperti mereka setuju dengan Bunda.
7. “Kamu tidak perlu khawatir”
Mendengarkan ucapan “Jangan khawatir” semestinya terdengar menenangkan dan apalagi menyemangati, tetapi terkadang ada makna yang lebih dalam di kembali kata-kata tersebut.
Ketika seseorang mengatakan ini, itu seperti mengatakan mereka tidak mau Bunda cemas memikirkannya.
Jika seseorang mau mengakhiri percakapan sesopan mungkin, misalnya ketika mereka tidak punya waktu, mereka biasanya bakal memberi tahu orang lain dengan menjelaskan perihal itu secara singkat. Ini malah membikin Bunda mempunyai lebih banyak pertanyaan, yang bisa sangat menyakitkan.
Nah, itulah beberapa kalimat yang sering digunakan orang yang susah berbicara jujur. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·