7 Cara Menghentikan Flek Saat Hamil Muda Dengan Aman

Jun 16, 2026 07:30 AM - 4 minggu yang lalu 36404

Jakarta -

Kehamilan awal sering disertai dengan munculnya flek. Namun pada sebagian bumil, flek tersebut justru berjalan terus menerus dan sangat mengkhawatirkan. Simak 7 langkah menghentikan flek saat mengandung muda dengan aman, yuk.

Perdarahan yang muncul dari memek di awal kehamilan merupakan perihal yang sangat normal terjadi. Faktanya, perihal tersebut dialami nyaris satu dari empat kehamilan. Dan, banyak di antaranya yang menghasilkan bayi yang sehat dan hanya sepertiga hingga separuh dari semua wanita yang mengalami perdarahan bakal mengalami keguguran.

Dalam perjalanannya di kemudian hari, perdarahan memang semestinya lebih jarang terjadi. Namun,  hal tersebut bisa menjadi tanda masalah serius seperti akibat plasenta previa (ketika plasenta menutupi serviks) alias abrupsi plasenta (pemisahan plasenta) seperti dikutip dari laman Better Health.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Penyebab flek saat mengandung muda

Munculnya flek saat mengandung muda bisa disebabkan lantaran beragam aspek ya, Bunda. Berikut ini beberapa penyebab flek saat mengandung muda yang perlu diwaspadai:

1. Adanya keguguran

Keguguran merupakan hilangnya kehamilan sebelum janin (bayi yang belum lahir) dapat memperkuat hidup di luar rahim.

2. Kehamilan ektopik

Selama trimester pertama, perdarahan memek bisa menjadi tanda kehamilan ektopik. Ini adalah saat janin di luar rahim, sering kali di salah satu tuba falopi. Gejala kehamilan ektopik dapat berupa kram, perdarahan memek dan sakit perut. 

3. Perdarahan implantasi

Salah satu penyebab perdarahan pada awal kehamilan adalah adanya perdarahan implantasi. Biasanya, perihal ini terjadi sebagai perdarahan ringan alias bercak dan terjadi ketika janin menanamkan dirinya sendiri ke dalam lapisan rahim. Perdarahan ini sering kali berjalan beberapa hari kemudian berhenti.

4. Plasenta previa

Plasentra previa terjadi di mana plasenta (baik seluruhnya alias sebagian) dimasukkan ke bagian bawah rahim dan menutupi serviks. Salah satu tanda plasenta previa adalah perdarahan setelah 28 minggu. 

5. Abrupsi plasenta

Kondisi abrupsi plasenta adalah ketika sebagian alias seluruh plasenta terpisah dari tembok rahim sebelum kelahiran bayi. Jumlah dari perdarahan sendiri bervariasi, seperti dampaknya pada bayi.

7 Cara menghentikan flek saat mengandung muda

Saat perdarahan terus menerus terjadi, master mungkin bakal melakukan USG dan pemeriksaan bentuk untuk menentukan penyebab flek yang terjadi. Di luar itu, Bunda bisa melakukan beberapa upaya sebagai langkah menghentikan flek saat mengandung muda seperti berikut ini seperti dikutip dari laman Cleveland Clinic:

1. Bersantai dan tetap  berdiri
2. Minum banyak air
3. Menghindari seks
4. Menghindari perjalanan
5. Tinggal di rumah sakit jika pendarahan parah
6. Istirahat cukup
7. Minum obat pereda nyeri ringan seperti parasetamol jika diperlukan

Menghadapi situasi flek ataupun perdarahan saat mengandung tentu membikin beragam emosi berkecamuk ya, Bun. Merasa bersalah merupakan emosi normal yang dirasakan, tetapi jangan menyalahkan diri sendiri lantaran Bunda tidak melakukan kesalahan.

Tubuh memang sebenarnya bakal mengalami perubahan kadar hormon dan ini dapat membikin ibu mengandung merasa sangat emosional. Ada baiknya, berbincang sejenak dengan family alias kawan untuk sedikit meredakan suasana hati.

Selain itu, tetap memantau kondisi flek yang terjadi ya, Bunda. Jika menemui adanya tanda serius, segera hubungi dokter. Berikut beberapa indikasi serius yang perlu diwaspadai ialah sebagai berikut:

1. Perdarahan dahsyat dengan kondisi Bunda mengganti pembalut setiap beberapa jam
2. Kram alias kontraksi
3. Nyeri panggul alias nyeri di perut
4. Pusing alias pingsan
5. Demam alias menggigil

Posisi tidur saat alami flek di usia kehamilan muda

Beradaptasi dengan kehamilan mungkin tak selalu mudah ya, Bunda. Apalagi, perut semakin membesar seiring usia kehamilan dan membikin ketidaknyamanan. Ditambah lagi, akibat flek saat mengandung muda menjadi perihal yang mengkhawatirkan. Sehingga, menjaga kenyamanan dengan memilih posisi tidur yang nyaman diharapkan bisa meminimalisir akibat ancaman sekaligus meningkatkan kenyamanan selama ibu mengandung beristirahat.

Mengutip dari laman Stanfordchildren bahwa tidur telentang tidaklah disarankan lantaran adanya tekanan pada vena cava inferior. Sementara, bagian itu merupakan vena utama yang mengembalikan darah dari tubuh bagian bawah ke jantung. Dengan adanya peningkatan pada punggung dan usus juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan.

Dalam perihal ini, posisi tidur terbaik selama kehamilan adalah miring. Sisi kiri sangat baik lantaran memungkinkan sebagian besar darah mengalir ke bayi. Selain itu, perihal ini juga dapat meningkatkan kegunaan ginjal. 

Salah satu pilihan lainnya adalah meletakkan bantal di antara dengkul dan bantal di bawah perut. Hal ini dapat menciptakan kemiringan yang cukup untuk membantu Bunda tidur lebih nyaman dengan miring. 

Bunda juga dapat terbantu dengan meletakkan bantal di belakang punggung untuk mendapatkan support ekstra. Bicarakan dengan master jika Bunda merasa cemas mengenai posisi tidur selama kehamilan.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya