Di era teknologi saat ini, tentu Bunda sebagai orang tua tidak mau Si Kecil ketinggalan era dalam menggunakan gadget dan internet untuk menambah pengetahuan. Namun, jangan sampai membikin mereka kelebihan screen time ya, Bunda.
Gadget yang digunakan terlalu lama, dapat mempengaruhi kesehatan Si Kecil, khususnya kesehatan mata dan mental. Seorang peneliti kesejahteraan digital di Western Sydney University sekaligus penulis kitab Generation Connected, Dr. Joanne Orlando, mengatakan, "Banyak buletin mengenai beragam masalah yang berangkaian dengan penggunaan layar pada masyarakat, termasuk anak-anak."
Ia juga menambahkan, "Hal tersebut dapat memicu sikap tantrum pada anak akibat penggunaan teknologi," ujar Dr. Joanne Orlando, seperti dikutip dari ABC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, kemajuan teknologi juga memberikan banyak faedah bagi anak-anak. Melalui gadget dan internet, anak dapat terus belajar, mengeksplorasi hal-hal baru, serta mengenal bumi yang lebih luas.
Bahkan, Dr. Orlando mengungkapkan bahwa dia pernah berjumpa dengan orang tua yang tinggal di daerah terpencil dan condong mendukung penggunaan screen time melalui gadget sebagai sarana pembelajaran dan eksplorasi.
Walau mempunyai beragam manfaat, screen time tetap perlu disertai dengan batas waktu yang jelas setiap hari agar tidak mengganggu kesehatan dan tumbuh kembang anak. Lantas, berapa lama lama screen time yang ideal bagi anak setiap hari?
Berapa lama lama screen time untuk anak?
Dikutip dari ABC, lama screen time yang direkomendasikan berbeda-beda sesuai usia anak. Simak penjelasan selengkapnya, Bunda.
- Usia di bawah dua tahun: Sebaiknya Si Kecil tidak menghabiskan waktu di depan layar dalam posisi duduk. Apabila diperkenalkan pada layar, durasinya idealnya tidak lebih dari lima menit.
- Usia 2 – 5 tahun: Durasi screen time tidak lebih dari satu jam per hari. Semakin sedikit, semakin baik.
- Usia 5 – 17 tahun: Durasi screen time untuk kegiatan santuy tidak lebih dari dua jam per hari. Batasan ini tidak termasuk penggunaan layar untuk keperluan belajar alias mengerjakan tugas sekolah. Semakin sedikit, semakin baik.
Kapan Bunda perlu cemas tentang lama screen time pada anak?
Saat menggunakan gadget untuk menambah wawasan dan mengeksplorasi pengetahuan baru, terkadang Si Kecil dapat menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar hingga melampaui pemisah screen time yang direkomendasikan.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian Bunda lantaran penggunaan layar yang berlebihan dapat mempengaruhi kesehatan mental anak. Anak dapat menjadi lebih sensitif dalam merespons beragam situasi maupun saat berinteraksi dengan teman-temannya.
Selain itu, waktu untuk melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti bersosialisasi, membaca buku, dan bermain secara langsung dengan kawan sebaya, juga dapat berkurang, Bunda.
Profesor Madya dari School of Psychology, The University of Queensland, Michael Noetel, juga mengungkapkan perihal serupa. Ia mengatakan, "Di kembali beberapa kekhawatiran tentang penggunaan layar yang berlebihan, kekhawatiran orang tua memang mempunyai dasar yang kuat."
Ia juga menambahkan, "Kekhawatiran terbesar bagi anak-anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar adalah perihal tersebut mengurangi waktu mereka untuk melakukan kegiatan lain yang krusial bagi tumbuh kembang mereka," seperti dikutip dari ABC.
Cara mendisiplinkan anak dalam penggunaan gadget
Dr. Joanne Orlando menyarankan, para orang tua untuk mengarahkan penggunaan gadget pada kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti menonton video YouTube tentang tata surya alias percobaan sains. Menurutnya, penggunaan layar dapat memberikan faedah andaikan dimanfaatkan sebagai sarana belajar.
Ia mengatakan, "Setiap orang tua bakal memandang faedah dari anak berumur lima tahun yang menonton beberapa video tentang percobaan sains. Mungkin itu menghibur, tetapi mereka juga belajar," ujarnya, seperti dikutip dari ABC.
Senada dengan Dr. Orlando, Profesor Madya dari School of Psychology, The University of Queensland, Michael Noetel, menyarankan agar orang tua lebih berfokus pada kualitas penggunaan layar dibandingkan sekadar lamanya screen time.
Menurutnya, video edukasi seperti Reading Eggs lebih berfaedah dibandingkan video game. Ia juga menyarankan orang tua memanfaatkan fitur kontrol orang tua agar penggunaan layar tetap terpantau tanpa kudu terus-menerus melarang anak.
Sebagai contoh, dia mengatakan, "TV kami tidak mempunyai Netflix, hanya ABC Kids. Selain itu, TV bakal terkunci setelah 15 menit, selain kami membukanya kembali," ujarnya, seperti dikutip dari ABC.
Selain membatasi lama dan memilih konten yang berkualitas, Bunda juga perlu menghindari kebiasaan memberikan gadget untuk menenangkan Si Kecil saat sedang tantrum. Jika dilakukan terus-menerus, anak dapat terbiasa berjuntai pada layar untuk mengatur emosinya.
Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut berisiko membikin anak lebih susah mengendalikan emosi, menghabiskan waktu lebih lama di depan layar, serta mengurangi waktu untuk beraktivitas, bermain, dan bersosialisasi. Penggunaan gadget yang berlebihan juga dapat mempengaruhi kesehatan mata, seperti meningkatkan akibat rabun jauh dan berakibat pada kesehatan mental anak.
Itulah lama ideal penggunaan screen time pada anak dan langkah mendisiplinkan anak dalam bermain gadget. Kalau Bunda punya langkah tersendiri untuk membatasi durasi screen time Si Kecil?
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·