Anak Bilang "aku Tidak Bisa"? Psikolog Minta Orang Tua Hindari Mengucapkan Kalimat Ini

Jul 15, 2026 04:15 PM - 12 jam yang lalu 612

Jakarta -

Tidak ada orang tua yang mau memandang anaknya kesulitan. Ketika anak berkata, "Aku tidak bisa", banyak orang tua secara refleks merespons dengan kalimat yang terdengar menyemangati.

Namun, menurut para psikolog, tidak semua respons mempunyai akibat yang positif bagi perkembangan anak. Alih-alih langsung membantah alias meresponsnya, orang tua dianjurkan untuk memilih kata-kata yang mendorong anak untuk bisa belajar dari kesulitan.

Pendekatan tersebut diyakini dapat membantu membangun ketahanan mental anak. Tak hanya itu, memilih kata yang tepat juga dapat menumbuhkan kepercayaan bahwa keahlian anak dapat berkembang melalui upaya dan latihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Hindari kalimat "Kamu pasti bisa" sebagai respons ke anak

Menurut psikolog Dr. Annie Simpson, ungkapan "Kamu pasti bisa melakukannya" mungkin bermaksud baik, namun tanpa disadari kalimat tersebut dapat membikin anak merasa tidak dipahami. Alih-alih membangun kepercayaan diri, ungkapan ini mungkin secara tidak sengaja mengabaikan emosi yang dialami anak.

Ketika seorang anak berbicara "Aku tidak bisa melakukannya", dia sering kali mengalami sesuatu yang jauh lebih dari sekadar tidak bisa untuk menyelesaikan suatu tugas. Memberikan respons "Kamu pasti bisa", dapat berfaedah orang tua bersikeras bahwa anak-anaknya tidak boleh takut.

Penelitian psikologis selama bertahun-tahun telah membuktikan bahwa kepercayaan diri jarang muncul sebelum tindakan. Ingat ya, anak-anak tidak butuh perdebatan tentang apakah mereka mampu, tetapi pengarahan tentang gimana mengambil langkah selanjutnya.

Kalimat pengganti "Kamu pasti bisa"

Terdapat tiga respons yang bisa Bunda katakan saat anak bilang "Aku tidak bisa", untuk menggantikan jawaban "Kamu pasti bisa. Simak penjelasannya berikut ini:

1. "Belum"

Mengganti kalimat "Kamu bisa" dengan "Belum" dapat mengubah seluruh percakapan. Alih-alih menantang kepercayaan anak, perihal itu dapat memperkenalkan pendapat bahwa keahlian anak bisa berkembang seiring waktu.

"Penggantian sederhana ini dapat menunjukkan kita tidak berdebat, tapi menambahkan 'garis waktu' bagi anak," ungkap Simpson, dikutip dri Times of India.

Dalam psikologi, perubahan sederhana ini disebut sebagai pola pikir pertumbuhan, yang menjelaskan bahwa kepintaran dan keahlian dapat meningkat melalui latihan. Frasa ini membantu anak-anak memahami bahwa perjuangan itu tidak permanen dan mereka dapat mengatasinya nanti.

2. "Kamu tidak kudu menginginkannya. Kamu hanya perlu memulainya"

Kalimat sederhana ini memberi anak-anak 'izin' untuk merasa gugup, frustasi, alias apalagi enggan. Kenapa itu penting? Anak-anak bakal merasa bahwa orang tua mereka mengakui emosi tidak nyaman yang mereka alami.

Seiring waktu, anak-anak bakal belajar bahwa mereka tidak perlu menunggu sampai mereka sempurna, mereka hanya perlu mencobanya. Tak hanya itu, pola pikir ini juga dapat membantu mereka membangun ketahanan dan kepercayaan diri yang memperkuat hingga dewasa.

3. "Apa langkah pertama yang bisa Anda lakukan?"

Ketika anak-anak memandang suatu tantangan sebagai tugas yang sangat besar, mereka mudah merasa kewalahan dan menyerah sebelum memulai. Saat anak menghadapi perihal itu, Bunda bisa mengatakan kalimat ini untuk menenangkannya.

"Sederhanakan seluruh perihal yang menakutkan itu menjadi 'langkah pertama'," ungkap Simpson.

Kalimat "Apa langkah pertama" dapat mengalihkan konsentrasi anak dari tujuan akhir yang menakutkan ke satu tindakan mini yang dapat dia kelola dengan baik. Anak diharapkan bisa memecah tugas menjadi langkah-langkah yang lebih kecil, sehingga membuatnya merasa tidak terancam.

Ketiga pilihan kalimat di atas dapat digunakan untuk merespons anak yang terlihat sudah mau menyerah. Kalimat-kalimat tersebut dapat membimbing anak untuk melewati masalahnya.

Itulah kalimat yang sebaiknya dihindari dan dikatakan orang tua ketika anak mengatakan "Aku tidak bisa". Semoga info ini berfaedah ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

Selengkapnya