6 Ciri Kepribadian Orang yang Makan Cepat Menurut Psikologi, Benarkah Tidak Sabaran?

Jul 14, 2026 12:00 PM - 4 minggu yang lalu 18305

Sebagian orang terbiasa menghabiskan makanan dalam waktu singkat. Mereka makan sigap lantaran kebiasaan alias memang tuntutan aktivitas, Bunda.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kecepatan makan tidak hanya dipengaruhi rasa lapar alias agenda yang padat, kebiasaan ini juga dapat berangkaian dengan perilaku dan langkah seseorang menjalani kegiatan sehari-hari.

Dikutip dari Times of India, psikolog mengatakan bahwa kecepatan makan terkadang dapat memberikan petunjuk mini tentang langkah seseorang berpikir, berperilaku, dan merespons dunia. Meski tidak ada satu kebiasaan pun yang dapat mendefinisikan kepribadian seseorang, studi telah mengidentifikasi hubungan menarik antara kecepatan orang makan dan ciri-ciri psikologis tertentu.


Memahami karakter orang yang makan sigap bisa cukup berfaedah bagi kita, Bunda. Kita dapat mengetahui gimana orang tersebut mengambil keputusan alias menjalin relasi dengan orang lain. Lantas, apa saja karakter kepribadian orang yang suka makan cepat?

Simak penjelasannya berikut ini ya!

Cara mengenali orang dari kebiasaan makan cepat

Berikut langkah mengenali orang dari kebiasaan makan sigap menurut psikologi:

1. Mereka mempunyai motivasi tinggi dan berorientasi pada tujuan

Orang yang makan dengan sigap sering kali konsentrasi untuk mencapai garis finish. Pola pikir yang sama dapat muncul di bagian kehidupan lainnya.

Mereka mungkin menikmati waktu saat mengerjakan tugas, bekerja secara efisien, dan beranjak ke tantangan berikutnya daripada berlama-lama pada satu aktivitas. Psikolog mencatat bahwa orang dengan orientasi pencapaian yang lebih kuat sering kali lebih menyukai kecepatan dan efisiensi dalam rutinitas sehari-hari, termasuk makan.

Bagi orang-orang ini, makan menjadi tugas lain yang kudu diselesaikan daripada pengalaman yang dinikmati. Penelitian di Research Square tahun 2021 menemukan adanya hubungan antara kecepatan makan dan karakter kepribadian yang lebih luas, meskipun hubungan ini berkarakter moderat dan bukan definitif.

2. Mereka lebih tidak sabar dibandingkan kebanyakan orang

Orang yang makan sigap sering kali tidak suka menunggu, seperti mengantre, mengikuti rapat yang membosankan alias menunggu makanan datang. Mereka secara alami lebih menyukai tempo yang lebih cepat.

Kecenderungan tersebut dapat terbawa ke waktu makan, di mana memperlambat tempo terasa tidak nyaman alias tidak perlu bagi orang-orang ini. Psikolog percaya bahwa kebiasaan sehari-hari sering kali mencerminkan tempo hidup yang kita sukai.

Seseorang yang selalu merasa terburu-buru mungkin secara tidak sadar bakal mempercepat waktu makan meskipun tidak ada tenggat waktu yang nyata. Studi yang sama menunjukkan bahwa perilaku makan dibentuk oleh aspek psikologis dan lingkungan.

3. Mereka mungkin kesulitan menyadari sinyal kenyang

Salah satu temuan paling konsisten dalam ilmu jiwa makan adalah kebiasaan makan dengan sigap dapat mengurangi waktu bagi sinyal kenyang tubuh mencapai otak. Akibatnya, orang yang makan sigap mungkin terus makan melampaui kebutuhan sebenarnya sebelum menyadari bahwa mereka sudah kenyang.

Kondisi tersebut bukan berfaedah mereka kurang pengendalian diri. Sebaliknya, pengaturan nafsu makan alami tubuh mereka sudah kesulitan mengimbangi kecepatan makan. Para mahir sering merekomendasikan untuk makan lebih lambat lantaran perihal itu memungkinkan sinyal lapar dan kenyang untuk sampai ke otak.

4. Mereka condong memprioritaskan produktivitas daripada momen yang terjadi saat ini

Bagi banyak orang yang makan cepat, kebiasaan ini adalah sesuatu yang kudu diselipkan di antara tanggung jawab lain, bukan kegiatan yang layak mendapat perhatian penuh. Mereka mungkin membalas email sembari makan, menggulir layar ponsel, alias tengah mempersiapkan diri secara mental untuk rapat berikutnya.

Psikolog menggambarkan perihal tersebut sebagai style berpikir yang lebih berfokus pada tugas. Alih-alih sepenuhnya terlibat dengan apa yang terjadi saat ini, perhatian orang-orang yang makan sigap sering diarahkan pada apa yang bakal terjadi selanjutnya.

Makan dengan penuh kesadaran melibatkan langkah kita memperhatikan rasa, tekstur, rasa lapar, dan rasa kenyang tanpa gangguan. Orang yang makan sigap sering kali mempunyai lebih sedikit kesempatan untuk memperhatikan isyarat-isyarat ini lantaran makanannya sudah lenyap sebelum mereka sepenuhnya merasakannya.

Para psikolog memandang makan dengan penuh kesadaran sebagai sesuatu yang berfaedah untuk kesehatan bentuk dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan. Memperlambat tempo makan mendorong kesadaran yang lebih besar tentang apa yang kita makan dan kenapa kita memakannya, daripada makan tanpa sadar secara otomatis.

6. Mereka biasanya sigap berkembang di lingkungan yang serba cepat

Orang yang secara alami makan dengan sigap sering merasa nyaman dalam agenda yang sibuk, tempat kerja yang menuntut, alias lingkungan di mana keputusan sigap dihargai. Mereka mungkin menjadi resah ketika kehidupan melangkah dengan lambat.

Psikolog memperingatkan bahwa kebiasaan yang dikembangkan di bawah tekanan waktu yang konstan pada akhirnya dapat menjadi sesuatu yang otomatis. Apalagi, penelitian menunjukkan bahwa kepribadian dan style hidup sama-sama berkontribusi pada perilaku makan.

Beberapa perihal di atas memang bisa menjadi karakter orang makan cepat. Namun, makan sigap tidak boleh dianggap sebagai tes kepribadian ya, Bunda.

Kecepatan makan seseorang dapat dipengaruhi oleh banyak hal, seperti kebiasaan masa kecil, rutinitas keluarga, agenda kerja, budaya, tingkat stres, dan apalagi jenis makanan di piring.

Seseorang mungkin makan sigap lantaran mereka mempunyai anak mini yang kudu diasuh, waktu rehat makan siang yang singkat, alias kebiasaan bertahun-tahun, bukan lantaran mereka mempunyai kepribadian tertentu.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

Selengkapnya