6 Kebiasaan Orang yang Insecure Secara Mental dan Emosional

Jul 27, 2026 06:00 AM - 2 minggu yang lalu 2772

Rasa insecure bisa dialami oleh siapa saja. Namun, tidak sedikit orang yang menganggap emosi tersebut sebagai bagian dari kepribadian yang tidak dapat diubah.

Faktanya, emosi ini tidak muncul begitu saja. Insecure sering kali terbentuk dari pola pikir dan kebiasaan yang terus diulang dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk itu, mengenali kebiasaan yang diam-diam memperkuat rasa tidak percaya diri menjadi langkah awal untuk mengatasinya.


6 Kebiasaan orang yang insecure secara mental dan emosional

Dilansir Your Tango, orang yang merasa insecure secara mental dan emosional bergumul dengan kebiasaan-kebiasaan berikut ini:

1. Mengkritik diri sendiri

Sejak usia muda, sebagian besar orang mungkin belajar bahwa perlu bersikap keras pada diri sendiri jika mau sukses. Biasanya, perihal ini berbentuk ucapan negatif yang berlebihan.

Mengkritik diri sendiri bukanlah sumber motivasi, Bunda. Jadi, mengandalkan strategi motivasi bawaan berupa kritik diri, dapat membikin Bunda merasa insecure.

Jika betul-betul mau mengatasi emosi tidak aman, cobalah mulai dari menghilangkan kebiasaan mental berupa pikiran negatif tentang diri sendiri.

2. Bersikap terlalu kritis terhadap orang lain

Bersikap kritis terhadap orang lain adalah sistem pertahanan lembut yang dirancang untuk meningkatkan ego sendiri.

Ketika merasa tidak aman, Bunda sangat memerlukan emosi positif tentang diri sendiri. Jadi, banyak orang yang tidak percaya diri terbiasa mengkritik orang lain sebagai langkah untuk meningkatkan egonya sendiri.

Namun, masalahnya selain merusak hubungan adalah hanya bakal membikin Bunda merasa lebih jelek tentang diri sendiri dalam jangka panjang.

Jika mau meningkatkan nilai diri, hentikan kebiasaan mengkritik orang lain dan temukan langkah yang lebih sehat untuk merasa nyaman dengan diri sendiri.

3. Sering minta nasihat

Meminta nasihat adalah perihal yang mudah dan sering kali memang demikian. Namun, ketika betul-betul buntu, telah mencoba segala langkah yang Bunda pikirkan, dan tetap tidak tahu gimana melanjutkan sesuatu, terkadang nasihat bisa sangat membantu.

Secara psikologis, kebiasaan meminta nasihat setiap kali merasa buntu alias gugup, dapat menjadikan Bunda ketergantungan untuk mengatasi masalah sendiri.

Salah satu langkah untuk membangun kepercayaan diri adalah dengan menoleransi rasa takut dan kecemasan, dan tetap melakukan sesuatu. Mintalah nasihat hanya jika diperlukan, bukan hanya lantaran itu bakal meredakan kekhawatiran Bunda.

4. Sering mencari kepastian

Sama seperti minta nasihat, mencari kepastian adalah kebiasaan lembut yang melatih otak untuk memandang diri sendiri sebagai orang lemah dan tidak percaya diri dalam jangka panjang. Namun, tetap dilakukan.

Jika mau merasa lebih baik, Bunda kudu bersedia mentolerir keraguan diri sendiri daripada langsung mencari kepastian dari orang lain.

5. Ragu-ragu

Kebiasaan meragukan diri sendiri memang terasa menyenangkan saat itu juga, tetapi lama-kelamaan menyebabkan rasa tidak kondusif yang berlebihan.

Bunda dapat mengatasi masalah yang satu ini dengan berakhir meragukan keputusan secara terus-menerus.

6. Menganggap segala sesuatunya sebagai bencana

Overthinking tentang hal-hal jelek adalah kebiasaan yang sangat tidak berfaedah lantaran membikin bumi tampak jauh lebih menakutkan dan suram daripada kenyataannya.

Ketika terus-menerus mengatakan pada diri sendiri gimana semuanya bakal berhujung buruk, jangan heran jika otak mulai mengatakan semuanya memang buruk.

Untuk mulai mengurangi kebiasaan ini, hentikan berpikir negatif dan membayangkan perihal jelek yang belum tentu terjadi. Merasa insecure berlebihan bukan kutukan genetik alias sifat kepribadian, ini bisa Bunda ubah secara perlahan.

Nah, itulah beberapa kebiasaan orang yang insecure secara mental dan emosional yang perlu segera diatasi. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

Selengkapnya