Jakarta -
Bunda yang hendak memasang perangkat kontrasepsi IUD, krusial banget mengetahui yang kudu dihindari saat menggunakan KB IUD. Tujuannya agar perangkat kontrasepsi tetap kondusif dan bekerja efektif dalam mencegah kehamilan.
IUD adalah singkatan dari intrauterine device. Kontrasepsi ini berbentuk seperti huruf 'T'. IUD dipasang di dalam rahim untuk mencegah kehamilan dengan menghentikan sperma mencapai dan membuahi sel telur.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), IUD termasuk metode kontrasepsi yang kondusif dan mempunyai tingkat efektivitas tinggi jika digunakan dengan benar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
7 Hal yang kudu dihindari saat menggunakan KB IUD
Melansir WebMD, Traci C. Johnson adalah seorang master ahli kebidanan dan kandungan di Snellville, Georgia, mengatakan bahwa wanita boleh melanjutkan kegiatan harian normal setelah memasang KB IUD.
Namun, ada beberapa perihal yang sebaiknya dihindari, seperti tidak memasukkan apa pun ke dalam vagina. Termasuk tampon alias menstrual cup.
Atau melakukan hubungan intim setidaknya selama 24 jam setelah prosedur. Sebaiknya hindari juga mandi dan berenang.
Tak hanya itu, Bunda juga perlu menghindari beberapa perihal ini saat menggunakan KB IUD yang dirangkum dari beragam sumber:
1.Tidak pernah kontrol usai pasang IUD
Bunda sebaiknya tidak melewatkan agenda kontrol ke master usai pemasangan IUD. Ini krusial untuk memastikan posisi IUD tetap tepat dan tidak bergeser. Dokter biasanya menyarankan kontrol beberapa minggu setelah pemasangan.
Menurut Mayo Clinic, pemeriksaan rutin membantu memastikan IUD tetap bekerja optimal.
2. Mengabaikan nyeri alias perdarahan berlebihan
Kram ringan dan bercak darah cukup umum terjadi setelah pemasangan IUD. Namun, jika nyeri terasa berat alias perdarahan sangat banyak, jangan mengabaikan kondisi tersebut.
Bunda dapat berkonsultasi ke master jika:
- Rasa nyeri semakin parah
- Demam
- Keputihan berbau
- Perdarahan berat berkepanjangan
Gejala di atas bisa menjadi tanda jangkitan alias masalah pada posisi IUD.
3. Menarik benang IUD sembarangan
IUD mempunyai benang mini di area serviks untuk membantu pemeriksaan dan pelepasan alat. Namun, Bunda tidak disarankan menarik benang tersebut sendiri lantaran dapat menyebabkan posisi IUD bergeser alias terlepas.
Jika Bunda merasa panjang benangnya berubah alias tidak merasa keberadaannya, sebaiknya periksa ke dokter.
4. Tidak menjaga kebersihan area intim
Bunda krusial menjaga kebersihan organ intim selama menggunakan IUD. Hindari penggunaan produk pembersih kewanitaan berlebihan alias douching. Produk tersebut dapat mengganggu keseimbangan kuman alami di vagina.
5. Menunda pemeriksaan saat muncul tanda infeksi
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), jangkitan panggul yang tidak ditangani dapat memengaruhi kesehatan reproduksi. Beberapa tanda jangkitan yang perlu diwaspadai antara lain:
- Nyeri panggul berat
- Demam
- Keputihan berbau menyengat
- Nyeri saat berasosiasi intim
Jangan menunda pemeriksaan medis jika mengalami indikasi di atas.
6. Menggunakan IUD tanpa konsultasi kondisi kesehatan tertentu
Tidak semua orang cocok menggunakan IUD. Bunda perlu berkonsultasi terlebih dulu jika memiliki:
- Riwayat jangkitan panggul
- Kanker serviks
- Perdarahan memek tanpa karena jelas
- Gangguan rahim tertentu
Dokter yang bakal membantu menentukan apakah penggunaan IUD kondusif sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
IUD efektif mencegah kehamilan, tetapi tidak melindungi dari jangkitan menular seksual (IMS). Karena itu, pasangan suami istri (pasutri) tetap memerlukan kondom jika ada akibat penularan IMS.
Cara yang tepat menggunakan KB IUD agar aman
Bunda dapat melakukan beberapa langkah di bawah ini agar penggunaan KB IUD tetap kondusif dan nyaman.
- Rutin kontrol sesuai agenda dokter
- Menjaga kebersihan area intim
- Memeriksa benang IUD secara berkala sesuai rekomendasi dokter
- Segera memeriksakan diri jika muncul keluhan tidak biasa
- Menggunakan kondom jika diperlukan untuk mencegah IMS
Efek samping menggunakan KB IUD
Sebelum memutuskan untuk memasang IUD, Bunda sebaiknya sudah mengetahui potensi pengaruh samping dan risikonya. Termasuk pengaruh samping yang diketahui dari merek tertentu.
Sebenarnya, pengaruh samping IUD dapat berbeda pada setiap perempuan, tergantung jenis dan kondisi tubuh masing-masing.
Namun, menurut Medical News Today, pengaruh samping IUD yang paling umum di antaranya meliputi hal-hal berikut ini:
- Pendarahan yang tidak teratur selama beberapa bulan
- Perubahan pola menstruasi. Misalnya periode menstruasi yang lebih ringan, alias lebih pendek alias apalagi tidak ada periode menstruasi sama sekali
- Adanya indikasi sindrom pra menstruasi (PMS). Ini meliputi sakit kepala, mual, nyeri payudara, dan noda pada kulit
- Kram perut
Efek samping ini umumnya membaik setelah beberapa bulan pertama penggunaan.
Keunggulan menggunakan KB IUD
Banyak wanita yang memfavoritkan KB IUD alias yang sering disebut KB spiral sebagai perangkat kontrasepsi lantaran mempunyai kelebihan tersendiri.
Berikut ini beberapa kelebihan menggunakan KB IUD.
- Lebih dari 99 persen efektif dalam mencegah kehamilan.
- Bertahan lama ialah dengan lama 5 tahun dan apalagi sampai 10 tahun.
- Aman digunakan para ibu menyusui.
- Setelah pemasangan, Bunda tidak perlu melakukan apa pun selain memeriksa benang setiap bulannya setelah menstruasi untuk memastikannya tidak bergeser dan tetap dalam posisi yang benar.
- KB IUD dapat dilepas kapan saja oleh tenaga medis terlatih.
- Peluang mengandung kembali normal setelah pelepasan KB IUD.
- KB IUD menjadi pilihan efektif untuk wanita yang tidak mau menggunakan kontrasepsi hormonal seperti dikutip dari laman Betterhealth.
Dengan mengetahui apa yang kudu dihindari saat menggunakan KB IUD, Bunda dapat memakai perangkat kontrasepsi ini dengan lebih kondusif dan nyaman untuk membantu mencegah kehamilan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·