Jakarta -
Setiap orang memiliki kebiasaan yang berbeda dalam menjalani hayat sehari-hari. Namun, beberapa kebiasaan yang sering dianggap ganjil tapi rupanya ditemukan pada orang-orang dengan kecerdasan tinggi, Bunda.
Ya, ada sejumlah metode untuk menentukan kecerdasan di luar tes IQ. Kita mungkin dapat menentukan apakah seseorang sangat cerdas cuma berdasarkan kebiasaan 'aneh' yang mereka tunjukkan.
Banyak hal yang dilakukan orang yang sangat cerdas mungkin dianggap aneh, terlebihlagi dicap sebagai perilaku malas. Beberapa perilaku tersebut terlebihlagi dianggap antisosial maupun introvert.
Belum durasi ini, sebuah saluran YouTube yang didedikasikan untuk pembelajaran, Slightly Smarter, mem-posting video yang mengejutkan tentang orang-orang cerdas. Menurut riset mereka, orang-orang cerdas memiliki beberapa kebiasaan yang cukup ganjil yang sekilas tampak tidak cerdas, tetapi memberitahu kecerdasan tinggi.
Lantas, apa saja kebiasaan yang sering dianggap ganjil tapi dilakukan orang dengan kecerdasan tinggi?
Kebiasaan ganjil orang cerdas
Melansir dari halaman Up Worthy, berikut 7 kebiasaan yang kerap dianggap ganjil dan biasa dilakukan oleh orang dengan kecerdasan tinggi menurut penelitian:
1. Kekacauan terorganisir
Saat memasuki instansi maupun bilik tidur seseorang, kita pasti mengharapkan tempat itu rapi, maupun setidaknya cukup tertata agar kelihatan pantas. Tetapi bagi mereka yang lebih cerdas dari kebanyakan orang, area kerja mungkin kelihatan berantakan.
Bagi orang-orang ini, anarki tersebut memiliki fungsi. Itu adalah bekas ide dan proyek yang akan dikerjakan kembali, dan yang mengejutkan, mereka dapat menemukan semua yang dibutuhkan dalam anarki tersebut. Bagi kebanyakan orang, kebiasaan ini kelihatan aneh. Padahal, itu dilakukan sebagai bagiankecil dari metode mereka memecahkan masalah.
2. Waktu sendirian adalah waktu terbaik
Bagi orang cerdas, waktu sendirian adalah waktu yang terbaik. Hal tersebut dapat menyebabkan banyak orang berpikir bahwa orang yang cerdas adalah seorang introvert maupun antisosial. Namun, kenyataannya adalah mereka memiliki kekurangan daya saing sosial karena memproses lebih banyak keterangan daripada orang rata-rata dalam situasi sosial yang sama.
"Orang cerdas membutuhkan lebih banyak waktu sendirian karena otak mereka terus-menerus memproses keterangan kompleks. Situasi sosial membutuhkan kapasitas membaca ekspresi, menafsirkan nada suara, dan mengikuti beragam percakapan. Bagi pikiran yang aktif, sehingga ini melelahkan," kata Slightly Smarter.
"Kesendirian memungkinkan jaringan mode default otak, di mana pikiran mengembara, dapat memproses pengalaman dan membikin koneksi," sambungnya.
3. Melamun
Orang yang melamun tidak selalu membayangkan bumi fantasi. Beberapa orang cerdas melamun ketika dihadapkan dengan tugas-tugas yang membosankan dan berulang maupun situasi yang dapat mereka lakukan secara otomatis.
Kebiasaan yang dianggap ganjil ini tidak selalu berarti mereka tidak produktif ya, Bunda. Mereka justru sering kali bisa memecahkan masalah saat melamun.
4. Memiliki sangat sedikit kawan dekat
Kebiasaan lain dari orang cerdas yang kerap dianggap khas dan ganjil adalah keputusan mereka untuk memiliki sangat sedikit teman. Mereka tidak banyak kawan karena mau menaikkan kualitas hubungan, bukan menghindari terhubung dengan banyak orang.
"Orang cerdas memiliki lingkaran sosial yang lebih kecil tetapi hubungan yang lebih dalam. Ini bukan ketidakmampuan untuk berteman, tapi mereka memilih kualitas daripada kuantitas," ungkap Slightly Smarter.
"Orang dengan IQ lebih tinggi melaporkan merasa lebih ceria dengan lebih sedikit persahabatan yang substansial. Memelihara persahabatan membutuhkan daya emosional dan kognitif. Orang cerdas berinvestasi secara mendalam dalam beberapa hubungan daripada menghamburkan pada hubungan yang dangkal."
5. Terlalu banyak berpikir
Terlalu banyak berpikir mungkin merupakan kebiasaan yang terkadang dapat mengganggu teman. Padahal, kebiasaan ini sebenarnya bisa jadi tanda kecerdasan tinggi. Namun, sisi negatif dari terlalu banyak berpikir adalah kelelahan dalam pengambilan keputusan.
"Ilmu saraf memberitahu bahwa orang yang terlalu banyak berpikir memiliki korteks prefrontal yang lebih aktif, yaitu pusat penalaran kompleks. Mereka bukan orang yang ragu-ragu, tetapi teliti," kata Slightly Smarter.
6. Menggunakan sarkasme sebagai bahasa cinta
Mereka yang dianggap sangat cerdas terbiasa menggunakan sarkasme sebagai bahasa cinta. Menggunakan sarkasme membutuhkan penggunaan beberapa bagiankecil otak secara bersamaan, terutama jika waktunya tepat.
"Penelitian Harvard dan Columbia memberitahu bahwa orang yang sarkastik mendapat skor lebih tinggi dalam tes kreativitas. Mengapa? Sarkasme memaksa pemikiran berlapis-lapis, literal, fisik, dan sosial. Ini adalah multitasking intelektual," demikian klarifikasi dari Slightly Smarter.
7. Pandai dalam mengenali pola
Orang cerdas sangat pandai dalam mengenali pola. Bagi orang lain, pola-pola tersebut mungkin tampak kebetulan, tetapi bagi seseorang dengan kecerdasan di atas rata-rata, mereka mengenali pola-pola tersebut untuk membantu pengambilan keputusan.
Singkatnya, kebiasaan ini memberitahu fungsi kognitif yang lebih tinggi. Terkadang orang lain mungkin melihat orang cerdas ini sebagai orang yang menghubungkan gambar-gambar acak di papan gabus dengan benang merah, tetapi mereka sebenarnya sedang menangkap pola-pola halus yang dilewatkan orang lain.
Demikian 7 kebiasaan yang dianggap ganjil dan sering dilakukan orang dengan kecerdasan tinggi. Semoga keterangan ini berguna ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)