7 Sayuran yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Lemari Es agar Tetap Segar

Aug 04, 2026 03:25 PM - 6 hari yang lalu 372

Bunda suka menyimpan sayuran di kulkas? Kenali deretan sayuran yang sebaiknya tidak disimpan di lemari es agar tetap segar.

Bunda mungkin terbiasa langsung memasukkan semua sayuran ke dalam lemari es setelah pulang berbelanja. Padahal tidak semua jenis sayuran bakal memperkuat lebih lama jika disimpan pada suhu dingin.

Beberapa di antaranya justru lebih sigap rusak alias kehilangan cita rasa ketika disimpan di kulkas. Menurut para petani, ada sejumlah sayuran yang secara alami mempunyai 'pelindung' sehingga bisa memperkuat di suhu ruang selama disimpan dengan langkah yang tepat.


Mengetahui jenis sayuran yang tidak perlu masuk lemari es dapat membantu Bunda menjaga kesegarannya lebih lama sekaligus mengurangi pemborosan bahan makanan. Mari telaah mengenai deretan sayuran yang sebaiknya tidak disimpan di kulkas.

Mengapa ada sayuran yang tidak perlu disimpan di kulkas?

Pengelola Encompass Farm di North Carolina, Vannah Roddy, menjelaskan bahwa beberapa jenis sayuran termasuk dalam golongan storage crops, ialah hasil panen yang memang dirancang alam agar tahan disimpan selama musim gugur hingga musim dingin. Kelompok ini mencakup kentang, bawang merah, bawang putih, hingga labu musim dingin.

"Tanaman ini dapat disimpan tanpa lemari es di atas meja dapur, ruang penyimpanan, alias pantry sepanjang musim dingin," ujar Roddy dilansir dari Southern Living.

Ia menambahkan bahwa lapisan alami pada sayuran tersebut berfaedah sebagai pelindung sehingga tidak memerlukan pendinginan. Bahkan selama penyimpanan, sebagian sayuran bakal menghasilkan rasa yang lebih manis dan kompleks.

Sayuran yang sebaiknya tidak disimpan di lemari es

Berikut sayuran yang sebaiknya tidak disimpan di dalam lemari es.

1. Kentang

Kentang, termasuk ubi jalar, lebih menyukai suhu yang sejuk seperti ruang penyimpanan bawah tanah (root cellar). Jika Bunda tidak memilikinya, cukup simpan di tempat yang sejuk, gelap, dan kering.

Penyimpanan di lemari es justru dapat memengaruhi kualitas kentang lantaran suhu yang terlalu rendah mengubah kandungan pati menjadi gula lebih cepat. Akibatnya, tekstur dan rasa kentang bisa berubah saat dimasak.

2. Labu musim dingin

Labu berkulit keras seperti butternut squash, delicata squash, dan labu kuning juga tidak memerlukan lemari es. Kulitnya yang tebal membantu menjaga kelembapan alami sehingga lebih awet disuhu ruang.

Simpan labu di tempat yang kering, sejuk, dan tidak terkena sinar mentari langsung. Dengan langkah ini, kualitas dan cita rasanya tetap terjaga selama berminggu-minggu.

3. Aneka bawang

Semua jenis bawang bombai atau merah lebih cocok disimpan di tempat yang kering dan mempunyai sirkulasi udara yang baik. Lingkungan yang lembap seperti di dalam lemari es justru dapat mempercepat pembusukan.

Pakar dari Bellair Farm & CSA di Virginia, Natalie McKenzie, mengatakan jika bawang memerlukan kondisi kering agar lapisan kulit tipisnya tetap melindungi bagian dalam. Selain itu, bawang sebaiknya tidak disimpan berdekatan dengan kentang lantaran mengeluarkan gas dan kelembapan yang dapat mempercepat pembusukan keduanya.

Aturan tersebut tidak bertindak untuk daun bawang dan kucai. Kedua jenis sayuran tersebut mempunyai kandungan air lebih tinggi sehingga lebih baik disimpan di dalam kulkas.

4. Bawang putih

Seperti bawang bombai, bawang putih juga mempunyai lapisan kulit kering yang berfaedah sebagai pelindung alami. Untuk itu, tempat penyimpanan terbaik adalah area yang sejuk, kering, dan mempunyai ventilasi baik.

Roddy mengatakan bahwa menyimpan bawang putih di lemari es dapat memengaruhi cita rasanya. Oleh karena itu, pantry alias rak dapur yang teduh menjadi pilihan yang lebih tepat.

5. Terong

Terong termasuk sayuran yang cukup sensitif terhadap perubahan suhu. Menurut McKenzie, meski menyukai suhu yang lebih sejuk, kondisi di dalam lemari es terkadang justru terlalu dingin bagi terong. Selain itu, hindari memindahkan terong secara tiba-tiba dari suhu dingin ke panas lantaran perubahan ekstrem dapat mempercepat kerusakan teksturnya.

6. Okra

Okra juga tidak selalu cocok berada di dalam kulkas. Suhu yang terlalu rendah dapat membikin kualitasnya menurun lebih cepat. Bunda sebaiknya menyimpan okra di tempat yang sejuk dan menggunakannya dalam waktu tidak terlalu lama agar tekstur renyahnya tetap terjaga.

7. Tomat

Meski secara botani termasuk buah, tomat nyaris selalu digunakan sebagai sayuran dalam masakan sehari-hari. Tomat sebenarnya lebih menyukai suhu ruang daripada suhu dingin.

Jika disimpan di kulkas, tekstur tomat dapat menjadi lembek dan rasanya tidak lagi semanis tomat segar. Sebaiknya simpan di atas meja dapur, jauh dari sinar mentari langsung, lampau konsumsi ketika sudah matang sempurna.

Tips menyimpan sayuran agar tetap segar

Selain mengetahui sayuran yang tidak perlu masuk kulkas, Bunda juga perlu memahami langkah menyimpan sayuran yang memang memerlukan pendinginan. Roddy mengatakan bahwa sayuran berdaun, zucchini, asparagus, dan sayuran batang lainnya lebih baik disimpan di dalam lemari es menggunakan kantong alias wadah yang bisa menjaga kelembapan.

Sementara itu, McKenzie membagikan beberapa tips sederhana agar sayuran lebih awet di rumah:

  1. Sayuran hijau yang mulai layu dapat direndam alias dibilas menggunakan air hangat, bukan air dingin. Menurut McKenzie, air hangat membantu 'membangunkan' sel tanaman sehingga lebih mudah menyerap air kembali.
  2. Kantong plastik jejak shopping tetap dapat dimanfaatkan untuk menyimpan sayuran di lemari es lantaran bisa meniru kegunaan laci penyimpanan (crisper drawer). Kantong tersebut bisa dicuci lampau digunakan kembali.
  3. Untuk wortel, bit, dan lobak yang mau disimpan dalam waktu lama, segera pangkas bagian daunnya setelah dibeli. Cara ini membikin umbi dapat memperkuat hingga sekitar tiga bulan di lemari es jika disimpan dalam kantong berlubang alias wadah yang tidak tertutup rapat.

Roddy juga mengingatkan bahwa sebagian besar sayuran sebenarnya cukup tangguh. Menurutnya, sebelum teknologi pendingin tersedia, para petani tetap dapat menjaga hasil panen hanya dengan menyimpannya di tempat yang sejuk dan kering.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya