7 Tips Menghemat Air di Rumah Agar Tidak Boros dan Tetap Ramah Lingkungan

Jul 28, 2026 11:05 AM - 2 minggu yang lalu 1174

Musim tandus telah tiba. Mari Bunda menghemat air di rumah agar tidak royal dan tetap ramah lingkungan.

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang paling krusial bagi kehidupan. Sayangnya, tetap banyak orang yang belum menyadari bahwa kebiasaan sederhana di rumah dapat menyebabkan pemborosan air setiap hari.

Padahal menghemat air tidak hanya membantu menekan tagihan rumah tangga, tapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang. Melalui kebiasaan mini yang dilakukan secara konsisten, setiap family dapat berkedudukan dalam mengurangi pemborosan air sekaligus melindungi bumi.


 membagikan sejumlah langkah praktis yang dapat diterapkan di rumah agar penggunaan air menjadi lebih efisien. Berikut beberapa tips menghemat air yang mudah dilakukan berbareng seluruh personil family Bunda.

Tips menghemat air di rumah

Berikut tips menghemat air di rumah Bunda dikutip dari UNICEF dan akun X Kementerian PU.

1. Jangan biarkan air keran mengalir terus

Bunda, jangan biarkan air keran terus mengucur jika sudah selesai digunakan. Kebiasaan sederhana ini membantu menghemat air sekaligus mengajarkan Si Kecil untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

2. Cuci buah dan sayur menggunakan wadah dan manfaatkan air jejak pakai

Mencuci buah alias sayuran langsung di bawah air mengalir rupanya menghabiskan cukup banyak air. Keran yang dibiarkan terbuka apalagi dapat mengalirkan sekitar 6 hingga 12 liter air setiap menitnya.

Sebagai alternatif, isi baskom alias wastafel dengan air secukupnya untuk mencuci bahan makanan. Setelah selesai, air jejak cucian tersebut tetap dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman. Tambahkan sedikit cuka ke dalam air juga dapat membantu mengurangi sisa pestisida yang menempel pada buah dan sayuran.

3. Mandi menggunakan shower

Mandi menggunakan shower umumnya lebih irit dibandingkan berendam di bathtub dan menggunakan gayung. Mandi dengan gayung bisa menghabiskan sekitar 15 liter air. Sementara mandi dengan shower menghemat air lebih dari 60 persen.

Namun perihal tersebut juga dipengaruhi oleh debit air dari shower yang digunakan. Agar penggunaan air lebih efisien, pilih shower dengan aliran rendah alias sedang. Selain tetap nyaman digunakan, perangkat ini dapat membantu mengurangi konsumsi air setiap kali mandi tanpa mengurangi kualitas kebersihan tubuh.

4. Minimalkan penggunaan air pada toilet duduk

Jika aroma dan kotoran sudah hilang, Bunda tidak perlu menyiram toilet lagi. Gunakan kloset dengan pilihan penyiram dobel yang saat ini banyak di pasaran.

Bunda juga bisa menggunakan langkah sederhana dengan mengurangi volume air yang digunakan setiap kali menyiram toilet. Caranya cukup mudah, masukkan botol berisi air alias barang padat yang tahan lama di dalam tangki toilet.

Keberadaan barang tersebut bakal mengurangi kapabilitas air yang kudu diisi ulang setiap kali flush digunakan. Meski terlihat sederhana, kebiasaan ini dapat membantu menghemat penggunaan air setiap hari.

5. Matikan keran saat menyikat gigi

Banyak orang membiarkan keran tetap mengalir ketika menyikat gigi. Padahal kebiasaan ini dapat membuang puluhan liter air setiap harinya.

Dengan menutup keran selama menyikat gigi dua kali sehari, Bunda dapat menghemat sekitar 30 liter air setiap hari. Jika dilakukan secara rutin oleh seluruh personil keluarga, penghematan air yang dihasilkan bakal semakin besar.

6. Bijak dalam mencuci pakaian

Cucilah busana saat tumpukan baju cukup banyak dan sesuai kapabilitas mesin. Menggunakan mesin cuci irit air dapat menghemat 11.400-34.000 liter per tahun.

Kemudian tidak semua busana memerlukan air panas untuk dibersihkan. Sebagian besar busana sehari-hari tetap bersih meski dicuci menggunakan air dingin.

Selain menghemat daya yang dibutuhkan mesin cuci untuk memanaskan air, penggunaan air dingin juga membantu busana lebih awet dan mengurangi jejak karbon rumah tangga. Dengan begitu, Bunda dapat berhemat sekaligus lebih ramah lingkungan.

7. Rebus air secukupnya

Saat menggunakan ketel listrik, biasakan merebus air sesuai kebutuhan. Mengisi ketel terlalu penuh hanya bakal membikin penggunaan air dan daya menjadi lebih boros.

Jika tetap ada air matang yang tersisa, jangan langsung dibuang. Setelah dingin, air tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman sehingga tidak ada air yang terbuang percuma.

Kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari dapat memberikan akibat nyata bagi lingkungan sekaligus membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga. Yuk Bunda, ajak anak-anak untuk ikut menerapkan kebiasaan irit air sejak awal agar mereka lebih peduli terhadap lingkungan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya