Seseorang tetap butuh kawan dalam hidupnya, di luar keluarganya sendiri. Kita menyadari bahwa kehadiran kawan terkadang membantu kita untuk menjalani hidup lebih bermakna. Mereka memberikan support sosial dan emosional agar kita tetap waras dalam menghadapi persoalan hidup.
Suatu studi, dilansir Healthline, mengatakan bahwa memelihara hubungan sosial apalagi dapat memperpanjang umur dan menurunkan akibat masalah kesehatan mental dan fisik, termasuk depresi dan tekanan darah tinggi.
Sayangnya, selalu ada hitam dan putih di bumi ini. Beberapa persahabatan mungkin tidak mempunyai pengaruh positif seperti itu, Bunda. Beberapa di antara kita mungkin pernah alias sedang menjalani pertemanan yang tidak sehat.
Pertemanan tidak sehat ini dapat mengambil beragam bentuk, tetapi umumnya menguras daya mental dan condong menjatuhkan alih-alih membangun.
Lantas, seperti apa sebenarnya tanda-tanda pertemanan yang tidak sehat? Mengenali dan menyadari ciri-cirinya sejak awal dapat membantu Bunda menjaga kesehatan mental dan membangun hubungan yang lebih suportif.
Berikut beberapa karakter pertemanan tidak sehat yang sebaiknya diwaspadai, andaikan terus berulang tanpa perubahan, sebaiknya dihindari.
1. Mudah menyebarkan gosip
Penanda pertama bahwa pertemanan itu tidak sehat adalah ketika kita menceritakan sesuatu secara rahasia kepada seorang teman, dan keesokan harinya, seluruh lingkaran sosial kita tahu, apalagi mengetahui detailnya.
Teman yang toksik mungkin 'menikmati' menyebarkan rahasia, apalagi ketika kita meminta mereka untuk merahasiakan info pribadi. Seseorang yang terus-menerus mengingkari kepercayaan bisa jadi dia tidak terlalu peduli dengan emosi kita.
2. Persaingan yang tidak sehat
Pertemanan yang sehat semestinya melibatkan banyak kesenangan. Namun, persaingan yang terus-menerus dapat menjadi melelahkan, terutama lantaran kita semestinya merasa seperti berada di tim yang sama dengan "kru" kita.
“Jika Anda merasa ada persaingan antara Anda dan teman, lampau merasa bahwa mereka membandingkan kehidupan Anda untuk mencoba membuktikan pendapat mereka, itu jelas tidak sehat,” kata Kaja Sokola, CP, LPC, seorang psikolog klinis dan psikoterapis, dikutip dari Parade.
3. Selalu mau jadi 'pusat dunia'
Pernah enggak, Bunda mempunyai kawan yang hanya ada saat senang? Mereka datang ketika keadaan baik-baik saja alias ketika mereka memerlukan sesuatu, tetapi ketika kita sedang kesulitan, kita sama sekali tidak dapat menghubungi mereka.
Beberapa kawan bisa bercerita panjang lebar tentang masalah mereka baru-baru ini. Setelah selesai curhat, mereka hanya menawarkan ucapan singkat, "Bagaimana kabarmu?" sebelum dengan sigap mengalihkan pembicaraan kembali ke diri mereka sendiri.
4. Merendahkan
Teman sering berbual satu sama lain, dan sedikit candaan yang baik tidak berfaedah persahabatan Anda beracun, terutama jika Anda juga tertawa.
Ketika seorang kawan secara teratur merendahkan Anda dan membikin Anda merasa sengsara, baik mereka menggunakan strategi merendahkan yang lebih lembut alias penghinaan terang-terangan, persahabatan Anda mungkin tidak sehat.
5. Membuat gelisah
Menghabiskan waktu dengan kawan dekat semestinya membikin kita merasa nyaman, secara umum. Mungkin menghabiskan waktu dengan satu kawan tertentu membikin kita resah alias kesal.
Kita mungkin apalagi tidak mempunyai penjelasan yang baik mengapa, tetapi ketika kita meninggalkan mereka, kita merasa lebih lega daripada kecewa, dan kita tidak menantikan untuk menghabiskan waktu berbareng mereka. Jika ketika kita menyadari emosi resah ini, pertimbangkan pertemanan yang kita jalani. It's okay to cut off.
6. Membandingkan dengan orang lain
Apakah Bunda mempunyai kawan yang suka menunjukkan cara-cara Bunda tidak sebanding dengan teman-teman mereka yang lain? Mungkin rumahnya lebih mini daripada rumah temannya. Atau menasihati untuk berpakaian lebih seperti temannya, agar terlihat lebih keren.
Setiap orang mempunyai karakter unik dan perbedaan uniknya masing-masing, dan kawan yang baik bakal menyadari perihal ini. Mereka tidak bakal membandingkanmu dengan orang lain alias menyiratkan bahwa Anda lebih rendah dari orang lain. Mereka juga pasti tidak menggunakan tekanan kawan sebaya untuk membuatmu melakukan hal-hal yang tidak mau Anda lakukan.
7. Mencoba mengubah kita
Seseorang yang mencoba mengubah citra tentangmu, seperti misalnya Anda bukan kawan yang ideal dan sehat. Teman yang baik memahami bahwa setiap orang mempunyai kepribadian yang berbeda, dan mereka bakal menerima dirimu apa adanya. Jika Anda meminta pengarahan tentang sesuatu yang mau Anda ubah, mereka mungkin bakal memberikan support dan dorongan.
Katakanlah Anda kesulitan dalam lingkungan sosial dan mau lebih baik dalam berjumpa orang baru. Teman yang baik mungkin bakal menyarankanmu untuk datang ke kegiatan mereka berikutnya, sehingga mereka dapat memperkenalkanmu kepada beberapa kawan lain dalam lingkungan yang nyaman.
8. Meminta maaf tanpa ketulusan
Ketika kita menegur perilakunya, mereka mengabaikan kesedihan alias hanya berbicara dengan acuh tak acuh, “Maaf, deh.”
Alih-alih meluangkan waktu untuk mempertimbangkan perspektif pandang kita, mereka berkata, “Maaf deh jika gitu” alias menindaklanjuti permintaan maaf mereka dengan kata “tetapi” yang defensif. Permintaan maaf yang tidak tulus ini menunjukkan bahwa seseorang sebenarnya tidak peduli gimana tindakan mereka memengaruhi kita.
9. Kita malas memandang nama mereka di ponsel
Persahabatan yang sehat memberi kita energi, dan kita merasa antusias ketika memandang kawan mengirim pesan. Pertemanan yang tidak sehat, yang menguras daya dapat membikin kita tidak nyaman, sekalipun itu hanya pesan lewat ponsel.
“Terkadang kita lelah, jadi kita mungkin menganggap kurangnya kebahagiaan disebabkan oleh perihal itu, yang memang bisa jadi demikian, tetapi di lain waktu emosi jiwa itu merupakan indikasi bahwa sesuatu telah berubah dalam hubungan dan bahwa hubungan itu tidak lagi sebahagia dulu,” jelas Dr. Brandy Smith, Ph.D., seorang psikolog berlisensi di Thriveworks.
Demikian pembahasan mengenai karakter pertemanan yang tidak sehat, semoga membantu ya!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·