9 Jenis Kecerdasan Anak dan Cara Mengasahnya Sejak Dini, Bunda Perlu Tahu

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 7 menit 505x dilihat
9 Jenis Kecerdasan Anak dan Cara Mengasahnya Sejak Dini, Bunda Perlu Tahu

Bagikan Postingan

Jakarta -

Tak melulu soal akademik, sejauh ini diketahui setidaknya ada sembilan jenis kecerdasan anak. Masing-masing punya cara mengasah yang berbeda juga, Bunda.

Teori kecerdasan majemuk (multiple intelligences) yang dikemukakan oleh psikolog Howard Gardner mengidentifikasi ada beberapa jenis kecerdasan yang berbeda.

Dikutip dari Cambridge University Press, teori ini berbeda dari pandangan durasi yang menganggap kecerdasan seseorang cuma ditentukan oleh IQ (Intelligence Quotient) saja.


Gardner mengemukakan bahwa setiap orang memiliki cara yang beragam dalam berguru dan memecahkan masalah, misalnya melalui kemampuan bahasa, logika, maupun spasial.

Memahami teori jenis-jenis kecerdasan

Teori jenis kecerdasan dari Gardner mengklaim bahwa pandangan psikometri 'kuno' mengenai kecerdasan statis terlalu terbatas.

Gardner pertama kali memperkenalkan teorinya dalam bukunya yang terbit pada 1983, Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences. 

Dalam buku tersebut, dia mengklaim bahwa setiap orang memiliki beragam jenis 'kecerdasan', bukan melulu soal akademik saja. Pada awalnya disebutkan ada 8 jenis saja, namun kini bertambah dengan adanya 'kecerdasan eksistensial'.

Meskipun seseorang mungkin memiliki kemampuan yang sangat menonjol pada bidang tertentu, seperti kecerdasan musikal, kemungkinan besar dia statis memiliki beragam kemampuan lainnya.

Jenis-jenis kecerdasan anak dan cara mengasahnya

Berikut jenis-jenis kecerdasan anak berdasarkan teori Gardner dan cara mengasahnya, seperti dikutip dari Very Well Mind: 

1. Kecerdasan visual-spasial

Anak dengan kecerdasan visual-spasial umumnya unggul dalam memvisualisasikan sesuatu serta memiliki kemampuan yang baik dalam memahami arah, peta, grafik, video, dan gambar. 

Penelitian memberitahu bahwa kemampuan tersebut berkedudukan krusial dalam membaca, berhitung, dan pencapaian akademis.

Ciri-ciri anak dengan kecerdasan visual-spasial:

  • Suka membaca dan menulis 
  • Pandai menyusun kepingan puzzle
  • Mampu memahami gambar, grafik, dan denah dengan baik
  • Senang menggambar, melukis, dan berbuat aktivitas seni visual
  • Mudah mengenali pola

Cara mengasah kecerdasan visual-spasial pada anak:

  • Bermain puzzle sesuai usia
  • Bermain balok alias permainan konstruksi
  • Mengajak anak membikin bentuk menggunakan plastisin alias clay

2. Kecerdasan linguistik-verbal

Pada kecerdasan linguistik-verbal, mereka unggul dalam penggunaan bahasa, baik secara lisan maupun tulisan. Anak juga pandai menulis cerita, mengingat informasi, dan membaca.

Ciri-ciri anak dengan dengan kecerdasan linguistik-verbal:

  • Mudah mengingat info yang disampaikan secara tertulis maupun lisan
  • Senang membaca dan menulis
  • Suka berdebat alias menyampaikan ceramah yang persuasif
  • Mampu mengklarifikasi sesuatu dengan baik

Cara mengasah kecerdasan linguistik-verbal pada anak:

  • Bacakan buku cerita secara rutin
  • Banyak membujuk ajak mengobrol dan berbicara tentang aktivitas sehari-hari
  • Tanyakan gagasan anak secara jelas, bukan cuma pertanyaan yang jawabannya 'ya' alias 'tidak'
  • Berikan kesempatan kepada anak untuk beriwayat tentang pengalaman mereka
  • Kenalkan beragam kosakata baru melalui percakapan sehari-hari

3. Kecerdasan logis-matematis

Anak yang memiliki kecerdasan logis-matematis memiliki kemampuan baik dalam bernalar, mengenali pola, dan menganalisis masalah secara logis. Si Kecil juga cenderung berpikir secara konseptual mengenai angka, hubungan, dan pola.

Ciri-ciri anak dengan kecerdasan logis-matematis:

  • Memiliki kemampuan memecahkan masalah yang sangat baik
  • Senang memikirkan ide-ide abstrak
  • Suka berbuat eksperimen ilmiah
  • Mampu menyelesaikan kalkulasi yang kompleks

Cara mengasah kecerdasan logis-matematis pada anak:

  • Bermain puzzle dan permainan mencocokkan bentuk
  • Mengajak anak mengelompokkan barang berdasarkan warna, ukuran, alias bentuk
  • Membuat pola sederhana menggunakan balok alias mainan
  • Bermain board game yang menggunakan strategi, seperti catur

4. Kecerdasan kinestetik

Kekuatan utama dari kecerdasan ini yaitu aktivitas fisik dan kontrol motorik. Anak bisa mengendalikan aktivitas tubuh, berbuat beragam aktivitas fisik, dan mengoordinasikan tubuhnya dengan sangat baik.

Orang yang kuat dalam bidang ini cenderung memiliki koordinasi mata dan tangan, serta ketangkasan yang sangat baik.

Ciri-ciri anak dengan kecerdasan kinestetik-jasmani:

  • Terampil dalam menari dan berolahraga
  • Memiliki koordinasi fisik yang sangat baik
  • Lebih gampang mengingat sesuatu melalui praktik langsung daripada cuma mendengar alias melihat

Cara mengasah kecerdasan kinestetik-jasmani pada anak:

  • Berikan anak banyak kesempatan bermain di luar rumah
  • Bermain lempar tangkap bola
  • Ajak anak bermain keseimbangan
  • Berikan aktivitas seperti menggunting, melipat, meronce, alias membentuk plastisin
  • Bermain permainan yang membutuhkan koordinasi tubuh

5. Kecerdasan musikal

Anak dengan kecerdasan musikal yang kuat biasanya bisa berpikir dalam pola, irama, dan bunyi. Mereka memiliki apresiasi yang tinggi terhadap musik dan sering kali memiliki kemampuan baik dalam menciptakan maupun memainkan musik.

Ciri-ciri anak dengan kecerdasan musikal:

  • Senang bernyanyi dan memainkan alat musik
  • Mudah mengenali pola dan nada musik
  • Mudah mengingat lagu dan melodi
  • Memiliki pemahaman yang baik mengenai struktur musik, irama, dan notasi

Cara mengasah kecerdasan musikal pada anak:

  • Bermain tepuk tangan mengikuti irama
  • Mengenalkan beragam jenis musik dan alat musik
  • Bermain alat musik sederhana

6. Kecerdasan interpersonal

Kecerdasan interpersonal yang kuat merupakan kemampuan untuk memahami dan berhubung dengan orang lain dengan baik. Dengan begitu, anak dengan kemampuan ini akan terampil dalam memahami emosi, motivasi, dan keinginan orang-orang di sekitarnya.

Ciri-ciri anak dengan kecerdasan interpersonal:

  • Mampu berkomunikasi secara verbal dengan baik
  • Terampil dalam komunikasi nonverbal
  • Mampu melihat suatu situasi dari beragam perspektif pandang
  • Mampu membangun afiliasi yang positif dengan orang lain
  • Mampu menyelesaikan bentrokan dalam kelompok

Cara mengasah kecerdasan interpersonal pada anak:

  • Ajak anak sering bermain berbareng kerabat alias temannya
  • Bermain permainan kelompok
  • Ajarkan anak mengenali ekspresi dan emosi orang lain
  • Berikan contoh cara meminta bantuan, mengucapkan terima kasih, dan meminta maaf

7. Kecerdasan intrapersonal

Anak yang memiliki kecerdasan intrapersonal biasanya bisa menyadari kondisi emosional, perasaan, dan motivasi dirinya sendiri. Si Kecil bahagia berbuat refleksi dan analisis diri, termasuk mengeksplorasi afiliasi dan mengenali kekuatan dirinya sendiri.

Ciri-ciri anak dengan kecerdasan intrapersonal:

  • Mampu menganalisis kekuatan dan kelemahan diri dengan baik
  • Senang menganalisis teori dan gagasan
  • Memiliki kesadaran diri yang sangat baik
  • Memahami alas dari motivasi dan emosi dirinya sendiri

Cara mengasah kecerdasan intrapersonal pada anak:

  • Bantu anak mengenali dan memberi nama pada emosinya
  • Tanyakan bagaimana perasaannya setelah berbuat suatu aktivitas
  • Berikan pilihan sederhana agar anak berguru adopsi keputusan
  • Berikan waktu bermain mandiri

8. Kecerdasan naturalis

Kecerdasan naturalis awalnya mendapat lebih banyak penolakan dibandingkan tujuh jenis kecerdasan yang pertama kali dikemukakan oleh Gardner.

Menurutnya, orang yang memiliki kecerdasan naturalis tinggi cenderung lebih peka terhadap alam dan sering kali tertarik untuk merawat, mengeksplorasi lingkungan, serta mempelajari beragam spesies. 

Mereka juga cenderung bisa menyadari fluktuasi kecil sekalipun di lingkungan sekitarnya.

Ciri-ciri anak dengan kecerdasan naturalis:

  • Tertarik pada bidang seperti botani, biologi, dan zoologi
  • Mudah mengelompokkan dan mengategorikan informasi
  • Senang berkemah, berkebun, mendaki, dan menjelajahi alam terbuka
  • Tidak menyukai mempelajari topik yang tidak dikenal dan tidak memiliki kaitan dengan alam

Cara mengasah kecerdasan naturalis pada anak:

  • Ajak anak bermain di taman
  • Membaca buku tentang fauna dan tumbuhan
  • Membuat kebun kecil dan merawat flora berbareng di rumah
  • Membicarakan pentingnya menjaga lingkungan

9. Kecerdasan eksistensial

Kekuatan utama dari kecerdasan eksistensial yaitu mereka bisa melihat sesuatu secara lebih luas.

Kecerdasan eksistensial merupakan jenis kecerdasan paling baru yang diusulkan sebagai tambahan dari teori awal Gardner. Ia menggambarkan kecerdasan eksistensial sebagai kemampuan untuk menggali pertanyaan-pertanyaan mendalam mengenai hayat dan keberadaan manusia. 

Orang dengan jenis kecerdasan ini cenderung memikirkan pertanyaan-pertanyaan besar mengenai beragam hal, seperti arti hidup dan bagaimana aksi seseorang dapat berkontribusi terhadap tujuan yang lebih luas.

Ciri-ciri anak dengan kecerdasan eksistensial:

  • Memiliki cara pandang jangka panjang
  • Mempertimbangkan bagaimana aksi saat ini dapat memengaruhi hasil di masa depan
  • Tertarik pada pertanyaan mengenai arti hayat dan kematian
  • Memiliki kesukaan dan kepedulian yang kuat terhadap orang lain
  • Mampu melihat suatu situasi dari perspektif pandang di luar dirinya

Cara mengasah kecerdasan eksistensial pada anak:

  • Bacakan cerita yang hamil harga moral dan kemanusiaan
  • Ajak anak mengenal tentang kebaikan, tanggung jawab, dan rasa syukur
  • Ajak anak berbincang tentang bagaimana aksi seseorang dapat memengaruhi orang lain

Itulah klarifikasi tentang jenis kecerdasan anak dan cara mengasahnya sejak dini. Sebagai orang tua, krusial untuk memahami bahwa setiap anak memiliki karakteristik dan cara berguru yang berbeda. 

Alih-alih cuma berfokus pada harga akademis, Bunda dapat mengamati minat, kekuatan, dan cara anak bereksplorasi untuk memberikan stimulasi yang sesuai. Semoga bermanfaat!

Bagi Bunda yang ingin sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads