9 Kalimat yang Tak Pernah Diucapkan Laki-Laki dengan Kecerdasan Emosional Matang

Jul 04, 2026 07:10 PM - 1 bulan yang lalu 29421

Menjadi laki-laki dewasa tidak hanya dilihat dari pekerjaan, tanggung jawab, alias keahlian mengambil keputusan saja. Cara berbincang dan memperlakukan orang lain juga tidak bisa diabaikan.

Laki-laki yang mempunyai kepintaran emosional matang disebut lebih bisa mengatur perasaannya dan menjaga komunikasi. Mereka juga berupaya mengerti perspektif pandang orang lain sebelum berbicara.

American Psychological Association (APA) menyebut bahwa kepintaran emosional terdiri dari beberapa keahlian penting, termasuk keahlian seseorang dalam mengatur emosi.


Berkaitan dengan ini, ada beberapa kalimat yang tidak diucapkan oleh laki-laki dengan kepintaran emosional yang matang.

9 Kalimat yang tidak pernah diucapkan laki-laki dengan kepintaran emosional matang

Jika seorang laki-laki mempunyai kepintaran emosional yang matang, dia condong tidak bakal mengucapkan beberapa kalimat tertentu. Simak ulasan selengkapnya yang dikutip dari laman Your Tango.

1. "Kamu tidak punya argumen untuk merasa seperti itu"

Laki-laki yang mempunyai kepintaran emosional matang mengerti bahwa menghadapi emosi orang yang mereka sayangi memang tidak selalu mudah. Terlebih jika emosi tersebut berbeda dengan perspektif pandangnya.

Menurut master ilmu jiwa dari Yale Center for Emotional Intelligence, Marc Brackett, emosi mempunyai kaitan yang erat dengan pengalaman hidup seseorang. Perasaan dapat memengaruhi langkah seseorang memandang situasi dan mengambil keputusan.

"Emosi memengaruhi pilihan yang kita buat, tetapi itu terjadi di luar kesadaran kita. Sistem emosi dapat memengaruhi langkah kita memandang dunia," kata Brackett.

Itulah sebabnya, laki-laki yang pandai secara emosional tidak bakal mengatakan, "Kamu semestinya tidak merasa seperti itu," alias "Kamu tidak punya argumen untuk merasa seperti itu,".

2. "Kamu bereaksi berlebihan"

Laki-laki dengan kepintaran emosional yang baik tidak bakal mengatakan, "Kamu bereaksi berlebihan" kepada pasangannya, Bunda. Mengapa demikian? Bagi mereka, kalimat ini dapat membikin emosi seseorang diremehkan.

Psikolog asal Amerika Serikat, Nick Wignall, menyampaikan bahwa orang yang pandai secara emosional sebisa mungkin menghindari kebiasaan mengkritik orang lain.

Wignall juga menjelaskan bahwa sikap kritis memang menjadi hatikecil yang dimiliki banyak orang. Namun, jika kebiasaan tersebut terus dilakukan, perihal itu bisa menjadi tindakan yang menyakitkan bagi orang lain.

3. "Saya tidak butuh bantuan"

Seorang laki-laki yang mempunyai kepintaran emosional yang matang mengerti bahwa meminta support bukanlah tanda kelemahan. Justru, itu menunjukkan bahwa dia mempunyai kesadaran diri yang baik.

Meminta support juga menandakan bahwa seseorang tahu sungguh pentingnya support dari orang lain. Bagi laki-laki yang pandai secara emosional, mengandalkan pasangan dalam situasi adalah bagian dari hubungan yang sehat.

4. "Kenapa Anda tidak bisa bersikap keren saja?"

Salah satu sikap yang menunjukkan rendahnya kepintaran emosional adalah ketika laki-laki berambisi pasangannya selalu bersikap santuy dalam segala situasi. Padahal, wanita tidak mungkin selalu bersikap santuy terhadap semua hal, setuju tidak, Bunda?

Harapan agar wanita selalu terlihat 'keren' juga bisa memperkuat pandangan yang tidak adil. Perempuan seolah dituntut untuk selalu mengalah, mengutamakan pasangan, menyenangkan orang lain, dan menerima perlakuan yang tidak baik agar tidak dianggap berlebihan.

5. "Saya tidak punya waktu untuk mendengarkan ini"

Kalimat "Saya tidak punya waktu untuk mendengarkan ini" nyaris tidak pernah diucapkan oleh laki-laki yang mempunyai kepintaran emosional yang matang.

Memang, setiap orang itu berkuasa menentukan batas waktu dan energinya sendiri. Namun, ada laki-laki yang tidak nyaman dengan percakapan tertentu sehingga mereka memilih menyibukkan diri dengan perihal lain.

Berbeda dengan itu, laki-laki yang pandai secara emosional tidak bakal langsung menjauh ketika pasangannya mau membahas emosi alias masalah yang sedang dihadapi.

6. "Tenanglah"

Mengatakan "Tenanglah" kepada seseorang sebenarnya langkah berbincang yang kurang tepat, terlebih kepada orang yang disayangi. Mengapa bisa demikian? Ungkapan ini seperti mengabaikan emosi orang lain.

Psikolog klinis sekaligus pengajar di Georgetown University, Andrea Bonior, menjelaskan bahwa ungkapan tersebut dapat memicu reaksi yang negatif. Menurutnya, kalimat itu membikin seseorang merasa kudu memihak diri.

"Masalah dengan ungkapan itu adalah seringkali membikin orang bersikap defensif, menyiratkan bahwa reaksi merekalah yang menjadi masalah," jelas Bonior.

Namun, laki-laki yang mempunyai kepintaran emosional yang baik kemungkinan besar tidak bakal mengatakan, "Tenanglah,". Mereka bakal membujuk pasangannya menarik napas sejenak alias memberi waktu untuk menenangkan diri.

7. "Saya tidak bertanggung jawab atas perasaanmu"

Meski terdengar betul dalam situasi tertentu, laki-laki yang mempunyai kepintaran emosional yang baik tidak bakal sering mengatakan, "Saya tidak bertanggung jawab atas perasaanmu,".

Laki-laki ini mengerti jika setiap orang itu memang punya tanggung jawab atas emosinya sendiri, tetapi tetap mempunyai kepedulian terhadap emosi orang lain.

Mereka juga tahu langkah meredakan emosi sendiri dengan baik. Laki-laki yang pandai secara emosional sadar bahwa dirinya tidak bisa mengendalikan emosi orang lain, tapi bisa menunjukkannya lewat empati.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Behavioral Sciences menjelaskan bahwa kepintaran emosional berangkaian dengan keahlian mengenali, menerima, dan mengelola emosi diri sendiri maupun orang lain.

8. "Kamu selalu melakukan ini"

Laki-laki dengan kepintaran emosional yang baik tidak mudah mengucapkan kalimat seperti "Kamu selalu melakukan ini,". Ungkapan ini terdengar kritis dan lebih konsentrasi pada masa lampau seseorang.

Dalam menjalin hubungan dengan orang lain, memberi masukan memang penting, tetapi langkah penyampaiannya juga perlu diperhatikan, ya. Kalimat seperti ini bukan lagi masukan, melainkan merusak emosi orang lain.

Berbeda dengan laki-laki yang pandai secara emosional, mereka mengerti bahwa seseorang tidak bisa dinilai hanya dari kesalahannya saja. Mereka juga sadar bahwa melebih-lebihkan situasi tidak bakal memperbaiki keadaan.

9. "Saya tidak percaya Anda begitu kesal"

Kita perlu tahu bahwa tidak semua orang bisa langsung memahami reaksi emosi yang terjadi dalam suatu situasi. Namun, laki-laki yang mempunyai kepintaran emosional tetap berupaya memberi ruang pada emosi orang lain.

Mereka tahu bahwa setiap orang itu mempunyai langkah yang berbeda dalam merasakan dan mengekspresikan emosi. Karena itu, mereka tidak langsung menilai emosi orang lain sebagai sesuatu yang berlebihan.

Demikianlah beberapa kalimat yang tidak pernah diucapkan laki-laki dengan kepintaran emosional yang matang. Semoga informasinya dapat memberi wawasan baru, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/som)

Selengkapnya