Peran orang tua di hari pertama sekolah mempunyai pengaruh besar dalam membantu anak menghadapi lingkungan baru dengan lebih percaya diri. Momen memasuki sekolah, baik untuk pertama kali maupun kembali setelah libur panjang, sering kali menghadirkan emosi kombinasi campur bagi anak, mulai dari rasa senang, antusias, hingga resah lantaran kudu beradaptasi dengan suasana, teman, dan pembimbing baru.
Dukungan sederhana dari Bunda dan Ayah, seperti mendampingi, mendengarkan cerita anak, hingga mempersiapkan kebutuhan sekolah bersama, dapat membikin transisi tersebut terasa lebih nyaman.
Lantas, apa saja peran orang tua yang bisa dilakukan untuk membantu anak lebih siap menghadapi hari pertama sekolah? Simak penjelasannya berikut ini, ya, Bunda.
Peran orang tua di hari pertama sekolah, bantu anak lebih siap belajar dan beradaptasi
Hari pertama sekolah menjadi salah satu tahap krusial dalam perkembangan anak. Pada masa ini, support family dapat membantu anak membangun rasa kondusif sekaligus meningkatkan kepercayaan dirinya saat memasuki lingkungan baru.
Melansir dari Scholastic, pembimbing kelas tiga di Connecticut, Heather O'Connor, mengatakan bahwa setiap anak memasuki tahun aliran baru dengan kemampuan, tujuan, serta keahlian sosial dan emosional yang berbeda.
Menurutnya, pembimbing berupaya membangun hubungan yang kuat dengan setiap siswa sejak mereka masuk ke lingkungan kelas.
Karena orang tua merupakan sosok yang paling memahami karakter anak, komunikasi antara family dan sekolah juga krusial dilakukan agar proses penyesuaian anak melangkah lebih baik.
Berikut beberapa peran orang tua yang dapat dilakukan sebelum dan saat anak memulai tahun aliran baru:
1. Kunjungi sekolah alias ruang kelas sebelum hari pertama masuk sekolah
Mengajak anak mengenal lingkungan sekolah sebelum hari pertama masuk dapat membantu mengurangi rasa takut terhadap tempat baru. Bunda bisa membujuk anak memandang letak kelas, laman sekolah, toilet, alias area lain yang bakal sering digunakan.
Mengenalkan anak pada suasana sekolah sebelum hari pertama dapat membikin mereka merasa lebih familiar dan nyaman ketika memulai kegiatan belajar. Bahkan bagi anak yang sudah pernah berguru sebelumnya, mengenal kembali lingkungan sekolah dari perspektif pandang kelas baru tetap bisa membantu proses adaptasi.
2. Bacakan kitab tentang pengalaman mulai bersekolah
Membaca kitab berbareng anak mengenai pengalaman masuk sekolah dapat menjadi langkah menyenangkan untuk mengenalkan situasi yang bakal mereka hadapi. Cerita dengan tokoh yang mengalami hari pertama sekolah bisa membantu anak memahami bahwa rasa gugup alias takut merupakan perihal yang wajar.
Selain membaca, Bunda juga bisa membujuk anak berbincang mengenai cerita tersebut, misalnya bertanya tentang perihal yang membikin mereka penasaran alias cemas menjelang sekolah.
3. Antar anak di hari pertama masuk sekolah
Mengantar anak secara langsung pada hari pertama sekolah menjadi salah satu corak support emosional yang berarti. Kehadiran Bunda dan Ayah dapat membikin anak merasa lebih kondusif ketika memasuki lingkungan baru.
Melansir dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pada 2015 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Anies Baswedan, membujuk orang tua untuk datang mengantarkan anak di hari pertama sekolah melalui program “Gerakan Mengantarkan Anak ke Sekolah”.
Kehadiran orang tua bukan hanya memberikan rasa nyaman bagi anak, tetapi juga menunjukkan bahwa family mempunyai perhatian terhadap pendidikan mereka.
4. Ajak anak berbincang tentang perasaannya mengenai sekolah, teman, guru, dan kegiatan baru
Komunikasi terbuka menjadi salah satu peran orang tua dalam family yang krusial dalam membantu anak menghadapi perubahan. Bunda dapat menanyakan apa yang membikin anak bersemangat, perihal apa yang mau dipelajari, alias apakah ada sesuatu yang membikin mereka merasa khawatir.
Orang tua dapat membantu anak terbuka dengan membicarakan beragam perihal mengenai sekolah, seperti pengalaman di kelas, hubungan dengan teman, hingga kekhawatiran yang mungkin muncul.
Dengan mendengarkan tanpa menghakimi, anak bakal merasa mempunyai tempat kondusif untuk bercerita ketika menghadapi tantangan selama bersekolah.
5. Buat tujuan alias angan berbareng anak untuk tahun aliran baru
Memiliki tujuan sederhana dapat membantu anak lebih termotivasi menjalani tahun aliran baru. Bunda dapat membujuk anak menentukan angan yang mau dicapai, seperti mau lebih giat membaca, mempunyai kawan baru, alias berani bertanya kepada guru.
Menurut Heather O'Connor, orang tua dapat memilih kata konsentrasi berbareng anak setiap bulan sebagai pengingat nilai yang mau dikembangkan, misalnya persahabatan, ketekunan, alias kebaikan.
6. Luangkan waktu untuk membaca kitab sebagai kegiatan yang menyenangkan
Membaca tidak hanya membantu keahlian akademik anak, tetapi juga dapat menjadi kegiatan yang mempererat hubungan antara orang tua dan anak. Membiasakan waktu membaca berbareng sebelum tahun aliran dimulai dapat membantu anak membangun rutinitas belajar yang positif.
Orang tua dapat menyediakan tempat unik membaca di rumah agar anak mempunyai ruang nyaman untuk menikmati buku.
7. Asah kembali keahlian akademik anak
Setelah libur panjang, beberapa anak mungkin memerlukan waktu untuk kembali mengingat pelajaran sebelumnya. Karena itu, Bunda dapat membantu mengasah keahlian akademik melalui kegiatan ringan di rumah.
Mengutip laman Parents, Vickrum Narain, pemilik sekaligus pengajar di Kumon Learning Center Fresno, California, menyebut bahwa keahlian membaca dan matematika perlu tetap dilatih secara konsisten agar anak lebih mudah beradaptasi ketika kembali ke sekolah.
Latihan tidak kudu selalu berupa tugas sekolah. Bunda dapat membujuk anak membaca cerita, bermain permainan kata, menghitung saat memasak, alias mengenalkan konsep matematika melalui kegiatan sehari-hari.
8. Siapkan perlengkapan sekolah yang dibutuhkan agar anak siap belajar
Menyiapkan perlengkapan sekolah berbareng anak dapat meningkatkan rasa antusias menjelang hari pertama sekolah. Mulai dari tas, perangkat tulis, buku, hingga busana sekolah dapat dipersiapkan lebih awal agar anak merasa lebih siap.
Mengutip dari laman Harvard Health Publishing, memilih perlengkapan sekolah seperti tas alias kotak makan berbareng anak dapat membikin pengalaman memulai sekolah terasa lebih menyenangkan.
Selain itu, menyiapkan kebutuhan sekolah lebih awal juga membantu family mengatur rutinitas agar tidak terburu-buru menjelang hari pertama masuk sekolah.
9. Dorong anak untuk mengembangkan kegemaran alias proyek yang mereka sukai selama tahun aliran ini
Selain konsentrasi pada nilai akademik, anak juga perlu diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi minat dan hobinya. Bunda dapat bertanya mengenai perihal yang mau dipelajari anak selama tahun aliran baru.
Mengajak anak membahas topik yang mereka sukai dapat membangun rasa mau tahu dan membikin proses belajar terasa lebih menarik. Anak dapat diarahkan untuk membikin proyek sederhana sesuai minat, seperti membaca kitab tentang topik tertentu, membikin karya seni, alias melakukan penelitian kecil.
Dengan support orang tua, anak dapat merasa lebih percaya diri untuk mengembangkan keahlian dan kreativitasnya.
Demikian 9 perihal yang bisa dilakukan orang tua untuk mendukung anak memulai sekolahnya. Selain mengantarnya di hari pertama sekolah, Bunda dan Ayah juga bisa membujuk anak untuk mulai mengunjungi sekolah sebelum agenda masuk dimulai. Semoga informasinya membantu.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·