Jakarta -
Ucapan anak terkadang tak selalu mudah dimengerti oleh orang tua. Bunda dan Ayah mungkin pernah mendengar Si Kecil mengatakan sesuatu tapi kita langsung merasa, "Maksud dari perkataanmu apa, ya?".
Seorang psikolog klinis di New York, Amerika Serikat, Dr. Emily Guarnotta, Psy.D., PMH-C, menuturkan bahwa anak-anak kerap mengucapkan kalimat yang mudah disalahartikan.
Akibat dari salah mengerti ini, anak bisa menutup diri dan menyembunyikan perasaannya, Bunda. Lambat laun, situasi ini dapat menimbulkan akibat kecemasan, depresi, dan merasa kesepian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah menafsirkan anak-anak berisiko membikin mereka merasa 'tidak diperhatikan' dan tidak dihargai oleh orang tuanya," kata Guarnotta, dikutip dari Yahoo Life.
"Ketika mereka merasa orang tua tidak 'mengerti,' mereka lebih condong menyembunyikan emosi sebenarnya. Dalam jangka panjang, ini dapat meningkatkan akibat kecemasan, depresi, dan kesepian," lanjutnya.
Oleh lantaran itu, orang tua bisa mulai menyimak beberapa ucapan anak yang sering disalahartikan. Simak penjelasan selengkapnya.
Dilansir dari laman Yahoo Life, psikolog Guarnotta menyebut sembilan ucapan yang biasa diucapkan anak dan kerap disalahartikan oleh orang tua. Berikut deretannya:
1. "Aku membencimu!"
Ketika anak mengucapkan ini, wajar saja jika orang tua langsung merasa tersinggung alias berpikir anak tidak menghargai. Namun kenyataannya, ucapan itu jadi langkah mereka untuk mengekspresikan kemarahannya.
"Pada kenyataannya, itu sering digunakan sebagai langkah untuk mengekspresikan kemarahan," katanya.
Perlu diketahui bahwa anak-anak belum punya kata-kata yang cukup untuk menyampaikan emosi seperti marah. Akibatnya, mereka mengekspresikan emosi itu kepada orang tuanya.
"Anak-anak tidak selalu mempunyai kata-kata untuk mengekspresikan emosi besar seperti kemarahan dan mungkin malah meledak. Sebagai orang tua, Anda adalah tempat kondusif mereka, itulah sebabnya mereka mungkin mengungkapkan kata-kata ini kepada Anda dan bukan kepada orang lain," jelasnya.
2. "Semua orang membenci aku"
Saat Si Kecil mengucapkan kalimat ini, Bunda dan Ayah tentu bakal merasa sedih. Guarnotta menyebut bahwa ucapan itu biasanya muncul lantaran anak sedang merasa kesulitan dan butuh perhatian.
Sering kali, orang tua mau membetulkan alias menegur anak, tapi Guarnotta menyarankan untuk mencoba mengerti maksud di kembali ucapan itu.
"Sebagai orang tua, kita sering mau langsung ikut kombinasi dan berdebat dengan kebenaran tentang kenapa pernyataan ini tidak benar," katanya.
"Apa yang sebenarnya dikatakan anak adalah, 'Saya mengalami momen susah hari ini yang membikin saya merasa kecewa, dan saya memerlukan Anda untuk menemani saya dalam kesedihan ini,'" jelasnya.
Daripada langsung membantah alias memperbaiki, Bunda bisa mundur sejenak dan memberi anak kesempatan untuk bercerita lebih banyak.
3. "Kamu lebih menyukai kerabat laki-laki daripada aku!"
Tahukah Bunda, rupanya anak mengucapkan kalimat ini saat mereka merasa ada perhatian yang terbagi. Dalam perihal ini, psikolog Guarnotta menyampaikan bahwa biasanya mereka merasa kehilangan kedekatan alias hubungan dengan orang tuanya.
"Ketika anak-anak mengatakan ini, biasanya lantaran mereka merasa kehilangan hubungan dengan Anda," katanya.
"Mereka cemas bahwa mereka tidak sepenting alias dicintai sebanyak kerabat kandung mereka. Ingat, emosi tidak selalu logis," lanjutnya.
4. "Ini terlalu sulit. Aku menyerah!"
Kalau Si Kecil mengucapkan kalimat ini, kita mungkin merasa terkejut dan langsung emosi, apalagi jika Bunda dibesarkan dengan pepatah seperti, "Orang yang menyerah tidak bakal pernah menang".
Ketika anak mengatakan ini, orang tua sering menilai mereka sebagai anak yang malas. Bunda pun biasanya memberikan pidato tentang pentingnya kerja keras.
Namun, psikolog Guarnotta menjelaskan bahwa anak sebenarnya sedang berada di tengah emosi malu. Anak cemas jika mau mencoba lagi, hasilnya tidak bakal memuaskan.
5. "Tinggalkan saya sendiri!" (Sambil membanting pintu)
Ungkapan "Tinggalkan saya sendiri!" sembari membanting pintu memang kerap terdengar, terutama saat anak sedang marah alias frustrasi. Melihat perihal ini, Bunda pun merasa diabaikan dan tidak dihormati sebagai orang tua.
"Ketika seorang anak menyuruh Anda untuk meninggalkannya sendiri dan membanting pintu, rasanya seperti Anda diabaikan dan tidak dihormati," kata Guarnotta.
Sebenarnya, anak mau memberi tahu bahwa mereka butuh ruang untuk menenangkan diri. Hal ini bukan berfaedah mereka sengaja membikin orang tuanya marah alias sedih.
"Pada kenyataannya, anak tersebut sedang mengungkapkan kebutuhannya bakal ruang, yang mungkin dirasakan anak itu adalah 'Saya sudah mencapai pemisah keahlian saya saat ini, dan saya memerlukan ruang kondusif untuk memproses emosi saya yang besar,'" ungkapnya.
6. "Lihat ini!" (Untuk ke-50 kalinya)
Bunda sering merasa dejavu jika Si Kecil mengucapkan kalimat ini berulang kali? Rasanya memang sudah memandang perihal itu berkali-kali, padahal bagi mereka ini penting, lho.
Sebenarnya, anak tidak bermaksud mengganggu orang tuanya. Mereka hanya mau berbagi kebanggaan atas apa yang sudah mereka lakukan.
7. "Aku bisa melakukannya sendiri!"
Ada kalanya ketika Bunda mau membantu anak, tapi mereka langsung mengatakan, "Aku bisa melakukannya sendiri!" dengan nada tegasnya.
Sebenarnya, anak tidak bermaksud menantang alias bersikap keras kepala ya, Bunda. Perlu kita ketahui bahwa anak hanya mau menunjukkan bahwa mereka bisa mencoba sendiri.
8. "Aku bosan"
Bunda mungkin suka jengkel ketika mendengar Si Kecil mengeluh, "Aku bosan" apalagi saat mereka bermain di rumah dengan mainannya sendiri. Rasanya, mereka seperti kurang berterima kasih alias mau terus diperhatikan.
Menurut Guarnotta, sebenarnya anak tidak selalu mau mainan baru alias intermezo tambahan, Bunda. Mereka hanya mau merasa diperhatikan oleh orang tuanya saat sedang bosan.
"Kenyataannya adalah sering kali anak tersebut mencari hubungan dengan orang tua. Mereka menginginkan waktu berbobot dan perhatian penuh, bukan lebih banyak barang," katanya.
9. "Aku tidak mau tidur"
Memang melelahkan ya, ketika Si Kecil terus berkata, "Aku tidak mau tidur". Apalagi setelah Bunda seharian mengurus rumah, rasanya kita mau segera beristirahat.
Sebenarnya, anak menolak tidur bukan berfaedah mereka susah diatur, tapi lantaran merasa takut alias resah saat malam hari. Anak hanya butuh ditemani oleh Bunda sebelum betul-betul tidur.
"Bagi beberapa anak, apalagi orang dewasa, malam hari menakutkan dan penuh dengan kecemasan. Anak-anak mungkin merasa gugup untuk tidur dan sendirian, dan sebagai hasilnya, mencoba menunda waktu tidur dengan menyangkal bahwa mereka lelah," ujar Guarnotta.
Itulah penjelasan tentang beberapa ucapan anak yang kerap disalahartikan orang tua menurut psikolog. Si Kecil pernah mengucapkan salah satu kalimat ini?
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·