Kolesterol merupakan salah satu aspek akibat dari penyakit jantung yang belakangan ini menjadi perhatian serius, apalagi pada anak-anak. Hal ini pun mengingatkan kita sungguh pentingnya untuk cek kolesterol anak agar pencegahannya dapat dilakukan sejak dini.
American College of Cardiology dan American Heart Association mengeluarkan sebuah pedoman yang merekomendasikan anak kisaran 10 tahun untuk segera melakukan pemeriksaan kolesterol. Hal ini bermaksud untuk mengurangi dan mencegah akibat serangan jantung alias stroke di kemudian hari.
Para mahir kesehatan lain juga mendukung pedoman tersebut, karena berasas hasil penelitian mereka, kadar kolesterol yang ditemukan pada anak-anak muda saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tentunya, ini menjadi peringatan yang tidak boleh diabaikan, Bunda.
Setelah memandang sungguh seriusnya kolesterol terhadap kesehatan anak, tidak mengherankan jika para tenaga medis menyarankan agar segera mengetahui kadar kolesterol mereka sejak dini. Nah, untuk memahami lebih lanjut mengenai kondisi tersebut, yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Mengenal apa itu kolesterol
Mengutip dari laman Healthy Children, kolesterol merupakan unsur berlemak yang berbentuk seperti lilin. Zat ini diproduksi secara alami oleh hati dan sangat dibutuhkan oleh tubuh lantaran bakal mengalir melalui darah untuk membantu kegunaan sel dan organ.
Kadar kolesterol yang cukup sebenarnya krusial untuk memenuhi kebutuhan tubuh sehari-hari, Bunda. Namun, kondisi ini bakal berbeda jika kolesterol masuk secara berlebihan ke dalam tubuh melalui makanan yang tidak terkontrol.
Apabila kolesterol yang berlebih itu menumpuk, maka bakal timbul sejumlah masalah kesehatan. Hal ini disebabkan oleh aliran darah yang tersendat lantaran penumpukan di tembok arteri, ialah pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh.
Beberapa makanan yang menghasilkan kolesterol meliputi susu, telur, bacon, daging sapi, dan olahan produk susu lainnya. Oleh karenanya, kita krusial untuk mengontrol konsumsi makanan jenis serupa agar kadar kolesterol dalam tubuh tetap dalam pemisah normal.
Perbedaan kolesterol jahat dan kolesterol baik
Salah satu perihal yang paling sering dibicarakan adalah mengenai dua perbedaan kolesterol, ialah kolesterol jahat dan baik. Hal ini juga krusial diketahui bagi para orang tua untuk memahami hasil cek kolesterol pada anak.
Kolesterol HDL alias kolesterol baik berfaedah untuk membantu membersihkan kolesterol LDL alias kolesterol jahat yang menumpuk di arteri. Dengan kata lain, kolesterol HDL berkedudukan melindungi pembuluh darah dari penumpukan lemak.
Namun, kolesterol HDL tidak selalu berfaedah baik untuk kesehatan, Bunda. Apabila pola makan tetap acak-acakan dan kegiatan bentuk juga minim dilakukan, maka kadar kolesterol LDL justru dapat meningkat sehingga kolesterol HDL tidak bisa menyeimbangkannya.
Selain itu, terdapat trigliserida, ialah jenis lemak dalam darah yang sering dijadikan tolak ukur dalam pemeriksaan kolesterol. Jika kadar trigliserida dan kadar LDL dalam hipertensi namun kadar HDL-nya rendah, maka akibat penumpukan lemak di arteri bakal semakin besar, Bunda.
Kadar kolesterol LDL yang ideal untuk kesehatan
Menurut Science News, orang tanpa aspek akibat utama dianjurkan untuk menjaga kadar kolesterol LDL di bawah 100 mg/dL. Sementara itu, sasaran di bawah 70 mg/dL dianjurkan untuk perseorangan dengan diabetes, akibat tinggi penyakit jantung, alias penyakit berat lainnya.
Batasan ini terus bersambung pada perseorangan yang menderita stroke alias akibat tinggi serangan jantung. Kondisi ini tentunya jauh lebih serius dan berbahaya, sehingga para mahir menyarankan agar pemisah maksimal kadar kolesterol LDL berada di bawah 55 mg/dL.
Kapan dan gimana mengontrol kadar kolesterol pada anak
American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar semua anak menjalani tes kolesterol pada usia 9 hingga 11 tahun. Akan tetapi, beberapa mahir juga merekomendasikan pemeriksaan sedini mungkin, ialah saat usianya menginjak dua tahun, jika ditemukan kondisi sebagai berikut:
- Riwayat keluarga: Apabila ditemukan kerabat dekat alias keluarga, seperti orang tua, kakek-nenek, alias apalagi kerabat kandung pernah mengalami masalah jantung dan mempunyai kadar kolesterol yang tidak sehat, maka segera lakukan pemeriksaan.
- Riwayat FH: Penting untuk segera lakukan pemeriksaan jika terdapat personil family yang mempunyai riwayat FH (Familial Hypercholesterolemia).
- Riwayat kesehatan tidak terdata: Apabila riwayat kesehatan anak tidak diketahui sepenuhnya lantaran beberapa kondisi, lebih baik segera lakukan tes kolesterol untuk mengetahuinya secara pasti.
- Tekanan hipertensi dan akibat lain: Anak mempunyai riwayat alias indikasi tekanan darah tinggi, diabetes, alias obesitas.
Alat untuk mendeteksi kadar kolesterol yang perlu diketahui
Melansir laman Republic World, terdapat sebuah parameter kolesterol yang kerap dijadikan perangkat prediksi berasas pedoman dari American College of Cardiology. Indikator ini disebut sebagai PREVENT alias kalkulator akibat klinis penyakit kardiovaskular.
Alat bantu ini telah membantu banyak master dalam memperkirakan akibat seseorang, khususnya orang dewasa yang berumur 30 hingga 79 tahun, terhadap penyakit kardiovaskular aterosklerotik, ialah ketika plak alias lemak menumpuk di arteri.
Dalam penggunaannya, kalkulator PREVENT mempertimbangkan beragam faktor, seperti indeks massa tubuh (IMT), kadar kolesterol, hingga kebiasaan merokok. Hasilnya kelak dapat digunakan untuk memperkirakan akibat dalam jangka waktu 10 hingga 30 tahun.
Melalui kalkulator PREVENT ini, master juga segera dapat menentukan langkah pencegahan dan pengobatan yang lebih dini. Dengan begitu, penanganan yang diberikan bakal lebih sigap dan tepat sesuai pada kondisi masing-masing individu.
Demikian penjelasan mengenai kenapa perlu melakukan cek kolesterol anak sejak awal sebelum usianya beranjak remaja. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·