Kincai Media, Jakarta - Ada etika yang perlu diperhatikan oleh seorang siswa alias santri ketika masuk kelas alias majelis. Hadratussyekh KH Hasyim Asyari dalam kitab Adab al Alim wa al Mutaalim menuliskan, hendaklah santri tersebut memulainya dengan mengucap salam kepada yang datang pada majelis tersebut.
Adapun salam diucapkan dengan bunyi yang bisa mereka dengar dengan jelas, apalagi jika ada gurunya. Maka, dia kudu hormat dan memuliakannya. Begitu juga andaikan santri hendak keluar dari majelis tersebut.
Kiai Hasyim Asyari menjelaskan, andaikan seorang siswa mengucapkan salam pada sebuah majelis, maka hendaknya dia tidak melewati orang yang sudah ada di tempat tersebut untuk mendekat pada sang guru. Hendaknya, dia duduk di ujung dia datang, selain andaikan sang guru, alias jamaah yang lain memintanya untuk maju ke depan, maka tidak ada masalah andaikan siswa itu maju melewati orang yang datang dalam majelis itu.
Seorang siswa tidak boleh mengambil tempat duduk orang lain alias berdempet-dempetan dengan sengaja, dan andaikan ada orang lain yang menawarkan tempat duduknya, maka janganlah dia menerimanya selain jika ada kemashlahatan yang juga diketahui orang lain.
Atau, jika orang banyak bakal memperoleh manfaat, lantaran ketika berdekatan dengan gurunya, maka dia bisa menjelaskan persioalan, alias jika yang baru datang itu seseorang yang sudah tua alias berpengaruh.
Kiai Hasyim Asyari menekankan, siswa alias santri tidak boleh bertempat duduk di tengah-tengah pertemuan, di depan seseorang selain lantaran terpaksa, alias duduk di antara dua orang sahabat selain mereka merelakannya, ataupun duduk di atas orang yang lebih mulia dibanding dirinya sendiri.
Hendaknya seorang santri ketika membahas sebuah pelajaran berkumpul dengan teman-temannya. Agar, ketika pembimbing menjelaskan pelajaran maka materi pelajaran bisa utuh dan tidak terganggu.