Alasan Gairah Seksual Meningkat Usai Keguguran, Kapan Waktu Diperbolehkan Berhubungan Kembali?

May 10, 2026 08:30 PM - 1 jam yang lalu 69

Jakarta -

Keguguran bisa menyebabkan perubahan pada antusiasme seksual. Banyak wanita melaporkan peningkatan antusiasme seksual setelah mengalami keguguran, Bunda.

Melansir dari laman The Ribbon Box, perubahan antusiasme seksual ini termasuk perihal yang wajar. Pasalnya, ada beberapa aspek yang menyebabkan antusiasme seksual meningkat pasca keguguran.

Berikut argumen kenapa perihal itu mungkin terjadi:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


  • Fluktuasi hormonal: Meningkatnya kadar hormon estrogen secara alami dapat meningkatkan libido.
  • Ikatan emosional: Berhubungan intim bisa menjadi langkah untuk terhubung kembali dengan pasangan setelah mengalami kehilangan.
  • Keinginan untuk mengandung lagi: Beberapa orang merasakan dorongan kuat untuk segera mengandung usai keguguran, baik secara sadar maupun tidak sadar.
  • Pengaturan tubuh: Tubuh wanita mungkin sedang menyesuaikan diri dengan penurunan hormon, yang memicu peningkatan gairah seksual.

Melakukan hubungan intim setelah keguguran tidak dilarang. Namun, banyak master merekomendasikan pasangan untuk menunggu setelah kondisi mental dan bentuk betul-betul siap.

"Ada beberapa saran bahwa krusial untuk menunggu pasangan menyelesaikan proses bersungkawa yang mungkin terjadi setelah kehilangan kehamilan," kata master kesehatan wanita dari University of Utah Health, Dr. Kirtly Jones, dikutip dari laman University of Utah Health.

"Tentu saja, kekhawatirannya adalah bahwa wanita yang tidak menunggu, rahimnya mungkin belum pulih, dan mereka mungkin mengalami lebih banyak komplikasi dengan kehamilan berikutnya."

Waktu untuk berasosiasi intim setelah keguguran

Bagi pasangan yang mau melakukan hubungan intim setelah keguguran, ada baiknya untuk memahami akibat dan pemulihan bentuk yang dialami tubuh perempuan.

Berikut rekomendasi waktu untuk berasosiasi intim setelah keguguran:

  • Perempuan yang mengalami keguguran pada trimester pertama disarankan untuk menunggu hingga perdarahan berakhir (biasanya dalam 1-2 minggu). Tetapi perhatikan juga kesiapan bentuk dan emosional.
  • Bila mengalami keguguran di tahap akhir kehamilan, proses pengobatan mungkin memerlukan waktu lebih lama, dan master biasanya bakal menyarankan untuk menunggu beberapa minggu lagi sebelum mempertimbangkan hubungan intim.
  • Keguguran dan setelah menjalani tindakan pembedahan seperti kuret, pemulihan dapat bervariasi. Paling krusial adalah mengikuti saran dari master sebelum mulai kembali berasosiasi intim.

"Jika mengalami keguguran, tunggu hingga perdarahan akibat keguguran berakhir dan kita mendapat persetujuan dari penyedia jasa kesehatan sebelum melanjutkan kegiatan seksual untuk mencegah jangkitan dan mempercepat penyembuhan," kata penulis kitab After Miscarriage, Krissi Danielsson, dilansir Parents.

"Karena ovulasi mungkin terjadi segera setelah dua minggu pasca keguguran, pasangan sebaiknya menggunakan perangkat kontrasepsi saat melanjutkan kegiatan seksual yang melibatkan sperma jika tidak mau segera hamil," sambungnya.

Perlu dicatat, proses pengobatan setelah keguguran dapat berbeda-beda pada setiap orang. Pada saat perdarahan akibat keguguran berakhir biasanya leher rahim sudah tertutup kembali.

Setelah itu, akibat jangkitan bakal menurun, dan umumnya dianggap kondusif untuk melanjutkan kegiatan seksual. Namun, tidak ada jangka waktu pengobatan yang pasti, dan Bunda mungkin juga mengalami indikasi lain, seperti kelelahan dan ketidaknyamanan.

Dampak langsung berasosiasi intim setelah keguguran

Setelah keguguran, beberapa Bunda mungkin tetap merasakan ketidaknyamanan untuk berasosiasi seksual. Hal tersebut wajar. Ada beberapa akibat langsung dari berasosiasi intim pasca keguguran yang dapat dirasakan seorang perempuan, seperti:

  • Rasa sakit setelah berasosiasi seks pasca keguguran bisa membikin muncul tanpa disadari.
  • Serviks tetap dalam proses pengobatan lantaran mungkin belum menutup sepenuhnya.
  • Kekeringan memek akibat perubahan hormon bisa hubungan intim menjadi tidak nyaman.
  • Trauma emosional, berupa kekhawatiran alias stres seputar keintiman dapat menyebabkan ketegangan dan rasa sakit fisik.

Tak sedikit wanita kudu menunda berasosiasi intim usai keguguran lantaran mengalami kondisi medis, Bunda. Misalnya, glukosuria yang tidak terkontrol dapat mempunyai pengaruh jelek yang sangat signifikan pada kehamilan, termasuk meningkatkan akibat abnormal lahir dan menyebabkan keguguran di kehamilan berikutnya.

"Ketika mereka mencari perawatan medis untuk keguguran, masalah medis yang mendasari dapat dikenali, dan mungkin memerlukan waktu untuk mengobatinya sebelum mencoba mengandung lagi," ujar Jones.

Pada kasus glukosuria tidak terkontrol, setidaknya memerlukan waktu beberapa bulan untuk mengendalikan gula darah dan mengevaluasi apakah ada masalah lain yang disebabkan oleh penyakit ini bisa menjadi kekhawatiran selama kehamilan.

Selain diabetes, ada banyak penyakit lain yang mungkin sudah terkontrol alias didiagnosis pada saat keguguran yang betul-betul memerlukan waktu untuk diperiksa, diteliti, dan dikendalikan sebelum mencoba untuk mengandung lagi.

Demikian waktu tepat untuk melakukan hubungan intim usai keguguran menurut beberapa pakar. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya