Apakah anak pernah terbangun di pagi hari dengan hidung meler, bersin terus-menerus? Jika ya dan frekuensinya sering, mungkin anak menderita alergi di pagi hari yang membuatnya tak nyaman.
Sering kali, penderita alergi terbangun dengan indikasi alergi, apalagi terkadang mengalaminya setiap pagi. Gejala-gejala ini muncul ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap alergen di udara, yang menyebabkan pembengkakan dan peradangan pada hidung.
Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Ada beberapa indikasi umum alergi pagi hari selain bersin terus-menerus yang mungkin anak alami. Gejalanya bisa berupa mata gatal alias berair, tenggorokan gatal alias perih, batuk, hingga hidung tersumbat. Jika alerginya parah, Si Kecil juga bisa mengalami kelelahan.
Gejala-gejala ini dapat disebabkan oleh alergi terhadap beragam hal. Gejala-gejala ini muncul ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap alergen di udara, yang menyebabkan pembengkakan dan peradangan pada hidung.
Terbangun dengan indikasi alergi setiap pagi bisa menjadi kondisi yang menyulitkan, namun memahami penyebab alergi anak adalah langkah awal yang sangat krusial untuk mendapatkan kelegaan. Jika anak mengalami alergi pagi hari, krusial untuk mengidentifikasi alergen alias pemicu spesifik yang menyebabkan indikasi tersebut.
Penyebab anak bersin terus-menerus setiap pagi
Hal ini bisa dilakukan dengan mencatat indikasi dan potensi paparan dalam kitab harian, alias menjalani tes alergi untuk mengetahui sumber alergi anak secara pasti.
Setelah mengetahui penyebabnya, Bunda dapat mengambil langkah-langkah untuk menghindari alias meminimalkan paparan terhadap alergen tersebut, serta menjajaki beragam pilihan pengobatan untuk mengatasi indikasi anak.
Berikut beberapa kemungkinan penyebab anak bersin terus-menerus setiap pagi seperti dikutip beragam sumber:
1. Faktor lingkungan
Dilansir dari Verywell Health, tidak semua indikasi alergi pagi hari disebabkan oleh alergen seperti serbuk sari alias tungau debu. Bagi sebagian orang, aspek lingkungan dapat memicu indikasi serupa tanpa melibatkan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini disebut rhinitis vasomotor.
Pemicu umum meliputi aroma yang menyengat seperti minyak wangi alias produk pembersih, asap rokok, perubahan suhu, kelembapan udara, angin. Paparan-paparan ini dapat menyebabkan hidung tersumbat, bersin, dan hidung meler, terutama di pagi hari saat tubuh mungkin lebih sensitif terhadap rangsangan fisik.
2. Jamur
Ada noda kehitaman alias cat tembok yang menggelembuk dan berwarna kuning pada tembok? Itu adalah jamur. Bisa jadi, ni salah satu penyebabnya.
Jamur terdapat di dalam maupun di luar ruangan, sehingga alergi jamur dapat terjadi sepanjang tahun. Gangguan pada jamur dapat melepaskan spora ke udara, yang dapat memicu reaksi alergi pada perseorangan yang sensitif. Di dalam ruangan, jamur condong tumbuh di area lembap seperti bilik mandi, dapur, dan gudang.
3. Tungau debu
Alergi tungau debu dipicu oleh protein dalam kotoran tungau, bukan oleh tungau itu sendiri. Berbeda dengan alergi serbuk sari, alergi ini dapat terjadi sepanjang tahun lantaran tungau debu hidup di dalam ruangan.
Tungau debu berkembang biak dengan subur di area seperti karpet, tempat tidur, gorden, dan perabotan berlapis kain. Meskipun jumlahnya dapat dikurangi, nyaris mustahil untuk membasminya sepenuhnya. Gejala condong memburuk di pagi hari lantaran anak terpapar alergen tersebut sepanjang malam.
4. Ritme sirkadian
Jam biologis tubuh yang dikenal sebagai ritme sirkadian, memengaruhi banyak proses biologis, termasuk langkah sistem kekebalan tubuh merespons alergen. Gejala alergi seperti bersin, hidung tersumbat, dan hidung meler mungkin terasa lebih parah di pagi hari lantaran kadar unsur kimia kekebalan tubuh tertentu (seperti histamin) condong mencapai puncaknya pada malam hari alias awal hari.
Ritme alami ini dapat membikin tubuh lebih reaktif terhadap alergen tepat setelah bangun tidur. Meskipun lingkungan tidak berubah, pengaturan waktu biologis tubuh dapat membikin indikasi lebih terasa pada jam-jam awal hari.
5. Ketombe hewan peliharaan
Alergi terhadap hewan piaraan merupakan perihal yang umum terjadi, terutama pada orang yang sudah mempunyai riwayat alergi alias asma. Hingga 30 persen penderita alergi mempunyai sensitivitas terhadap ketombe (serpihan kulit mati) kucing alias anjing.
Reaksi ini dipicu oleh protein dalam air liur, urine, alias ketombe hewan peliharaan, bukan oleh bulunya itu sendiri, meskipun bulu dapat membawa alergen tersebut.
Gejala di pagi hari lebih mungkin muncul jika hewan piaraan tidur di bilik anak. Menjaga hewan piaraan agar tidak masuk ke bilik tidur dan mengganti busana sebelum tidur dapat membantu mengurangi paparan.
6. Obat-obatan
Beberapa jenis obat dapat menyebabkan indikasi yang menyerupai alergi di pagi hari, meskipun anak tidak mempunyai alergi terhadap apa pun di lingkungan sekitar. Kondisi ini disebut rhinitis non-alergi akibat obat. Penyebab umum meliputi:
- Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen
- Penghambat ACE (ACE inhibitor) yang digunakan untuk mengatasi gangguan jantung
- Beberapa obat kesehatan mental, seperti SSRI dan benzodiazepin
- Obat tiroid
- Obat-obatan ini dapat menyebabkan hidung tersumbat, hidung meler, alias bersin, terutama yang terasa jelas pada pagi hari. Jika indikasi muncul setelah mulai mengonsumsi alias mengganti obat, konsultasikan dengan master mengenai kemungkinan alternatifnya.
Cara mengatasi anak bersin-bersin setiap pagi
Tidak perlu cemas jika memang penyebabnya alergi, artinya kita perlu mengurangi alias menghilangkan paparan alergen. Berikut langkah mengatasinya seperti dilansir Healthline:
- Singkirkan karpet dari bilik tidur dan tukar dengan lantai kayu alias ubin.
- Jangan tidur berbareng hewan piaraan alias membiarkan mereka naik ke tempat tidur anak. Mandikan hewan piaraan setidaknya seminggu sekali untuk mengurangi alergen di dalam rumah.
- Gunakan perangkat penyerap kelembapan (dehumidifier) untuk menurunkan tingkat kelembapan di bilik tidur hingga di bawah 50 persen. Hal ini membantu melenyapkan tungau debu.
- Pasang pelindung anti-tungau debu pada kasur dan bantal anak.
- Minum obat antihistamin setiap malam sebelum tidur.
- Bersihkan debu dari permukaan keras setidaknya seminggu sekali, dan jaga bilik tidur tetap rapi serta bebas dari barang-barang yang menumpuk untuk mengurangi penumpukan debu.
- Bersihkan karpet dengan penyedot debu (vacuum cleaner) yang dilengkapi filter HEPA setidaknya seminggu sekali. Cuci perlengkapan tidur, termasuk seprai dan sarung bantal, seminggu sekali menggunakan air panas (suhu minimal 54°C).
- Jangan tidur dengan jendela terbuka. Langkah ini dapat membantu mencegah masuknya serbuk sari ke dalam bilik tidur.
Itulah penjelasan tentang anak yang bersin terus-menerus setiap pagi yang dimulai dari kenali penyebab dan langkah mengatasinya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)