Pilihan kata yang sering digunakan seseorang rupanya dapat memberikan gambaran tertentu tentang dirinya.
Sejumlah penelitian menemukan bahwa penggunaan kata-kata tertentu, termasuk kata tukar hingga kata penghubung, dapat berangkaian dengan kondisi psikologis dan kepribadian seseorang.
Meski begitu, pilihan kata tentu tidak bisa digunakan untuk menilai kepribadian seseorang secara mutlak. Namun, kata-kata yang sering digunakan dapat menjadi salah satu petunjuk untuk mengenali kecenderungan sifat dan pola pikir seseorang.
Ciri kepribadian seseorang dari pilihan kata yang digunakan
Dilansir SCIAM, psikolog sosial James W. Pennebaker dari University of Texas at Austinm mengatakan bahwa langkah seseorang menyampaikan pikirannya dapat mengungkap kepribadian mereka.
Saat seseorang berupaya menampilkan dirinya dengan langkah tertentu, dia mungkin bisa memilih kata barang dan kata kerja yang dianggap tepat.
Pennebaker berbareng sejumlah peneliti melalui Linguistic Inquiry and Word Count (LIWC), menganalisis tulisan dengan menghitung kemunculan kata-kata dalam beragam kategori, termasuk kata ganti, kata yang berangkaian dengan emosi, serta kata penghubung.
Penelitian mereka menemukan bahwa kata-kata sederhana yang sering kali tidak terlalu diperhatikan justru dapat memberikan info mengenai pola psikologis seseorang.
Salah satu yang banyak diperhatikan adalah penggunaan kata tukar seperti, “Saya” dan “Kita”. Pennebaker menemukan bahwa gelombang penggunaan kata-kata tersebut dapat berangkaian dengan langkah seseorang memposisikan dirinya dalam suatu percakapan.
Menurut Pennebaker, penggunaan kata “Saya” yang lebih sering biasanya berangkaian dengan emosi tidak aman, terancam, alias defensif.
Begitu juga dengan kata seperti, “Tetapi”, “Namun”, dan “Kecuali” yang dapat menunjukkan keahlian seseorang memandang perbedaan, pertimbangan, alias perspektif pandang yang beragam.
Penelitian lain mengungkap bahwa kata seperti “Kecuali” dan “Tetapi”, berangkaian dengan keahlian berpikir yang lebih kompleks, nilai akademis yang lebih baik, apalagi ketelitian seseorang dalam menyampaikan fakta.
Meski begitu, penelitian ini tidak berfaedah seseorang dapat langsung dinilai hanya dari satu kata yang digunakan. Yang lebih krusial adalah pola penggunaan kata secara keseluruhan dan konteksnya.
Dengan demikian, pilihan kata lebih tepat dipahami sebagai petunjuk mengenai kecenderungan kepribadian dan pola pikir, bukan sebagai penentu kepribadian seseorang secara mutlak.
Cara seseorang memilih kata
Ada beragam perihal yang bisa terlihat dari pilihan kata yang digunakan, termasuk kata tukar orang dan kata sandang. Berikut beberapa contohnya:
1. Jenis kelamin
Secara umum, wanita condong lebih sering menggunakan kata tukar orang dan menyebut orang lain.
Sementara itu, laki-laki lebih sering menggunakan kata sandang, kata depan, dan kata-kata yang lebih panjang alias kompleks.
2. Usia
Seiring bertambahnya usia, seseorang biasanya lebih jarang merujuk pada diri sendiri. Mereka condong menggunakan lebih banyak kata yang menunjukkan emosi positif, lebih sedikit kata dengan emosi negatif, lebih banyak kata kerja untuk membicarakan masa depan, dan lebih sedikit kata kerja yang merujuk pada masa lalu.
3. Kejujuran
Saat mengatakan perihal yang sebenarnya, seseorang condong lebih sering menggunakan kata tukar orang pertama seperti “Saya” alias “Aku”.
Mereka juga lebih mungkin menggunakan kata-kata seperti “Kecuali” dan “Tetapi”. Penggunaan kata tersebut dapat menunjukkan bahwa seseorang sedang membedakan antara perihal yang dilakukan dan tidak.
Sebaliknya, orang yang mendusta sering kali kesulitan menjelaskan sesuatu dengan struktur yang kompleks seperti itu.
Nah, itulah karakter kepribadian orang berasas pemilihan katanya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)