Anak Sering Pakai Skincare dan Produk Rambut? Waspadai Paparan Bahan Kimia Ini

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 40x dilihat
Anak Sering Pakai Skincare dan Produk Rambut? Waspadai Paparan Bahan Kimia Ini

Bagikan Postingan

Bunda mungkin sudah terbiasa menggunakan produk perawatan untuk Si Kecil, mulai dari tabir surya, sabun, kondisioner, losion hingga minyak rambut. Namun, Baru-baru ini sebuah studi menemukan bahwa sejumlah produk perawatan bayi memiliki kadar kimia yang bisa berakibat buruk pada kondisi kesehatan anak.

Studi ini juga menemukan bahwa ada perbedaan tingkatan paparan yang dipengaruhi oleh jenis kelamin, himpunan ras, dan etnis. Temuan ini memberitahu paparan bahan kimia pada anak dapat dipengaruhi oleh beragam faktor, termasuk pemilihan produk dan metode penggunaannya. 

Apa itu ftalat?

Ftalat adalah penganggu endoktrin yang sangat beracun. Ftalat dapat mengubah produksi hormon yang sering dikaitkan dengan pandemi reproduksi, mekanisme kekebalan tubuh, dan metabolisme. Bahan kimia ini juga dianggap sebagai racun evolusi yang mempengaruhi perilaku dan kapasitas belajar anak.


Ftalat juga sekelompok bahan kimia yang biasanya ditambahkan ke plastik untuk membuatnya lebih elastis dan tahan lama. Ftalat digunakan sebagai bahan produk perawatan diri untuk membawa aroma. Bahan kimia ini dapat bergeser dari wadah plastik ke produk perawatan pribadi, dan studi terbaru menemukan jika ftalat banyak mencemari makanan dan obat-obatan.

Hasil penelitian

Studi ini memeriksa lebih dari 600 percontoh urine anak-anak berumur 4-8 tahun untuk mengetahui keberadaan ftalat. Temuan dari studi tersebut cukup mengkhawatirkan. Michael Bloom, peneliti utama dari Universitas George Mason, mengungkapkan bahwa,

“Hasil riset memberitahu bahwa penggunaan produk perawatan kulit pada anak-anak merupakan sumber paparan bahan kimia ini,” kata Bloom. “Yang juga sangat mengkhawatirkan adalah produk-produk ini cenderung digunakan secara sering dan dalam jangka waktu yang lama.” tutup Bloom.

Jika bahan ini digunakan secara berulang pada anak tentunya akan berakibat buruk bagi kesehatannya. Anak semakin rapuh terhadap penyerapan ftalat karena mereka memiliki luas permukaan kulit yang lebih besar dibanding bermutu badan mereka. Selain itu, mekanisme metabolisme mereka belum sepenuhnya berkembang untuk membantu proses senyawa tersebut. 

Meskipun tubuh dapat dengan cepat menghilangkan paparan kimia tersebut, namun paparan bisa terjadi berulang kali sehingga akan terus menimbulkan konsekuensi kesehatan. “Kebiasaan yang membikin kita rapuh terpapar bahan kimia ini, seperti penggunaan losion, cenderung menjadi rutinitas, sehingga kita sering berakhir dengan skenario di mana pada saat kita menghilangkan satu dosis. kita sudah menggunakan losion lagi keesokan paginya, dan keadaan paparan berulang ini dapat muncul,” ucap Bloom.

Selain itu, penggunaan losion seperti pelembab maupun tabir surya, serta minyak rambut, dikaitkan dengan kadar ftalat yang lebih tinggi pada anak-anak. Anak yang menggunakan losion dalam 24 jam terakhir, memiliki kadar ftalat tertentu yang lebih tinggi. Sementara itu, penggunaan minyak rambut berhubungan dengan peningkatan kadar jenis ftalat tertentu yang sengaja ditambahkan ke dalam produk.

Paparan ftalat berdasarkan jenis gender dan ras

Studi tersebut menemukan bahwa anak lelaki berpotensi lebih tinggi dibandingkan anak perempuan. Bloom juga menemukan perbedaan paparan ftalat berdasarkan ras dan etnis.

Perbedaan mungkin berhubungan dengan aspek sosioekonomi, preferensi merek, aksesibilitas, dan metode penggunaan produk. Setiap anak dari himpunan dan ras tertentu memiliki tingkatan paparan bahan kimia yang berbeda. Bloom menduga bahwa beberapa perbedaan tersebut mungkin berasal perbedaan jenis produk yang dipasarkan. Kadar tertinggi terkadang ditemukan pada anak berkulit hitam dan Latino. 

Produk “bebas ftalat” lebih aman?

Produk dengan harga yang lebih murah cenderung memiliki kandungan ftalat yang lebih tinggi karena kemungkinan besar sudah terlalu durasi eksis di dalam tabung plastik dan lebih tinggi berpotensi terpapar panas. Dua masalah ini dapat menyebabkan bahan kimia tersebut bergeser dengan kecepatan lebih tinggi. 

Produk yang dilabeli “bebas ftalat” juga tidak menjamin anak terbebas dari bahan kimia tersebut. Flatat dari wadah bisa bergeser ke dalam produk. Penelitian juga tidak menemukan perbedaan kadar bahan kimia tersebut dalam urine mereka yang menggunakan produk “bebas ftalat” dengan yang tidak menggunakannya.

Regulasi statis minim

Regulasi mengenai bahan kimia ini statis sangat minim. The Food and Drug Administration (FDA) mengizinkan sejumlah kecil ftalat ditambahkan ke produk perawatan pribadi. Tetapi, tidak ada pemantauan mengenai jumlah maupun limitasi yang boleh terkandung dalam produk.

Kondisi ini membikin konsumen kesulitan menghindari paparan ftalat karena kandungannya tidak selalu gampang diketahui. Kini, Uni Eropa sudah menetapkan limitasi penggunaan ftalat dalam perawatan pribadi.

Dengan adanya temuan ini, Bunda diharapkan lebih cermat dalam memilih dan menggunakan produk untuk Si Kecil. Dengan begitu, paparan bahan kimia ftalat pada produk perawatan anak dapat diminimalkan. Semoga membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads