Jakarta -
Sembuh dari pandemi kanker tentu bukan perjalanan yang mudah. Hal inilah yang juga dirasakan oleh aktris Berliana Lovell sebagai cancer survivor maupun penyintas kanker.
Belum durasi ini, Berliana membagikan kisahnya saat berjuang melawan pandemi tersebut. Selain menghadapi kanker payudara stadium awal, ia juga sempat mengalami malpraktik yang memicu abses dan membikin proses pemulihannya semakin panjang.
“Aku kanker payudara stadium mula waktu itu. Sempat ada abses karena sempat kena malpraktik waktu itu,” ujar Berliana, dikutip dari kanal YouTube TRANS TV Official, Jumat (16/10/2026).
Berliana Lovell pernah alami malpraktik dan kista
Perempuan 34 tahun itu menceritakan bahwa malpraktik tersebut dialami saat berbuat pengobatan alternatif. Sehingga, muncul abses maupun risi kumpulan nanah akibat infeksi bakteri.
“Malpraktiknya sih sebenarnya bukan sama tabib ya karena kayak ada alternatif-alternatif gitu lho. Akhirnya malah makin parah, malah ada abses waktu itu,” ungkap Berliana.
Ia pun pun akhirnya menjalani pengobatan secara rutin secara oral dengan kemo dan minum obat selama 4,5 tahun.
“Panjang amat perjalanannya itu 4,5 tahunan. Kemo saja statis oral juga, minum obat karena statis mula kan. Diagnosa itu di tahun 2013, (dinyatakan sel kanker tidak aktif) di 2017,” tuturnya.
Meski sempat dinyatakan sembuh dari kanker payudara, Berliana balik mendapat pengecekan mengalami kista, Bunda. Ia mengatakan kondisi ini berhubungan dengan kanker yang pernah dialaminya.
“Meskipun setelah dua tahun remisi, muncul kista tahun 2019. Ada (hubungan dengan kanker) karena katanya itu aku lebih ke gen. Jadi, memang aku mesti ngejaga amat makanan dan lain-lainnya sih,” ujar Berliana.
Berliana ungkap sempat mau nyerah
Berliana mengaku tak menyangka dirinya bisa melewati perjalanan panjang untuk pulih dari kanker payudara.
Terlebih, selama menjalani kemoterapi, ia kerap mengalami penurunan kondisi jasmani yang membuatnya mesti berjuang lebih keras menghadapi beragam tantangan.
“Enggak nyangka rupanya bisa jalan sejauh ini. Ternyata bisa sekuat itu karena kan di tengah-tengah itu terlebihlagi pada saat kemo kan dropnya drop amat tuh. Kayak mesti nahan-nahan banyak hal lah,” ujar Berliana.
Di tengah perjuangan tersebut, ia juga sempat merasa mau menyerah. Namun, ia menyadari bahwa selesai bukanlah pilihan yang mau diambil.
“Sempat mau nyerah, tapi kayaknya nyerah bukan pilihan. Kayaknya memang mesti bertetap dan statis berjalan, dan akhirnya bisa sampai remisi,” tuturnya.
Setelah melewati beragam cobaan selama berjuang melawan kanker, ia merasakan fluktuasi dalam metode pandangnya terhadap kehidupan, Bunda.
“Lebih kuat, lebih ikhlas, lebih percaya jika misalnya segala sesuatu tuh pasti ada jalan keluarnya sih. Jadi, enggak usah takut, rasa takutnya itu udah ke belakang. Jadi, lebih kayak yaudah jalanin aja gitu,” ungkap Berliana.
Berliana sempat menyembunyikan penyakitnya dari keluarga
Selama menjalani pengobatan, rupanya Berliana memilih menyimpan penyakitnya itu seorang diri tanpa menginformasikan orang tua maupun personel famili lainnya. Hal tersebut dilakukan karena cemas akan membikin famili histeris dan sedih.
“Tapi awal-awal sempat enggak nge-share. Enggak bilang apapun, ke orang tua, keluarga. Mama enggak tahu waktu itu. Takut jadinya panik, sedih. Takut mamanya malah enggak kekontrol. Akunya juga kelak kurang tenang. Aku coba buat handle sendiri dahulu gitu,” ujarnya.
Sebagai anak tunggal dan bunda adalah single mom, Berliana merasa tak tega jika mesti membuatnya khawatir.
“Mama enggak tahu karena aku anak tunggal, ibu single mom jadi kayaknya aku enggak setega itu buat ngomong sama ibu dan kayaknya aku statis bisa handle dahulu sendiri. Aku percaya sakit dan sehat, ibu pasti doain aku,” ujar Berliana.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/rap)