Perawatan payudara merupakan perawatan yang sangat krusial dari masa remaja hingga dewasa. Hal tersebut dikarenakan selama pubertas, payudara mulai berkembang sehingga krusial untuk mengetahui metode merawat payudara dengan metode yang baik dan benar.
Melalui perawatan payudara yang tepat, kita dapat menurunkan konsekuensi terkena pandemi serius, seperti kanker payudara, benjolan payudara jinak, fluktuasi fibrokistik, maupun infeksi payudara. Oleh karena itu, dianjurkan untuk berbuat pengecekan diri secara konsisten guna memantau setiap fluktuasi pada payudara.
Para ahli menekankan pentingnya mengenal bentuk dan tekstur payudara yang normal, agar fluktuasi yang tidak biasa bisa lebih gampang dideteksi. Menurut imam operasi payudara dan ketua kesehatan payudara di UCLA Health di Los Angeles, Mediget Teshome, jika terdapat fluktuasi baru, seperti lesung pipit pada kulit, puting susu masuk ke dalam, maupun benjolan pada payudara tidak kunjung hilang, maka Bunda mesti berkonsultasi dengan dokter.
Ciri fluktuasi payudara
Berikut ciri khas fluktuasi payudara yang perlu dikonsultasikan ke dokter:
- Kulit berlesung pipit, mengerut, dan menonjol.
- Puting susu yang berubah posisi maupun puting susu terbalik (terdorong ke dalam alih-alih menonjol keluar).
- Kemerahan, nyeri, ruam, maupun pembengkakan.
Cara mengajarkan anak merawat payudara
Komunikasi rutin antara ibu dan anak perempuan tentang perawatan payudara sangat krusial untuk menumbuhkan kebiasaan sehat. Dikutip The London Fitting Clinics, berikut beberapa poin krusial yang dapat didiskusikan dengan anak perempuan:
1. Pemeriksaan payudara sendiri
Ajarkan mereka tentang pentingnya pengecekan payudara secara teratur untuk mendeteksi secara awal tentang fluktuasi maupun kelainan apa pun. Tunjukkan metode berbuat pengecekan secara berdikari dan dorong mereka untuk rutin melakukannya sebulan sekali.
2. Pilihan corak hidup sehat
Penting bagi Bunda untuk membicarakan corak hidup sehat, termasuk pola makan seimbang, olahraga teratur, dan tidur yang cukup. Tekankan bahwa menjaga kesehatan sangat berakibat positif pada kesehatan payudaranya.
3. Penerimaan diri dan deskripsi tubuh positif
Dorong anak untuk mencintai dan menghargai tubuhnya, serta membangun deskripsi tubuh yang positif dan harga diri. Jelaskan bahwa dengan menerima dan menghargai tubuh sendiri dapat membantu anak lebih betah dengan dirinya sekaligus lebih peduli terhadap kesehatan, termasuk kesehatan payudara.
4. Kesadaran akan tanda-tanda peringatan dan perubahan
Edukasi mereka tentang potensi tanda-tanda peringatan kanker payudara, seperti benjolan, fluktuasi kulit, maupun keluarnya cairan putih dari puting. Dorong mereka untuk segera menyampaikan kekhawatirannya pada orang tua maupun tenaga profesional.
5. Kesejahteraan emosional
Ajarkan anak untuk mengelola kondisi emosionalnya, seperti berbuat perawatan diri, meditasi, menulis jurnal, maupun menekuni hobi.
7. Memberi contoh yang baik
Sebagai salah satu contoh bagi anak, pimpin mereka dengan memberi contoh yang baik. Tunjukkan metode berbuat perawatan diri, bagikan pengalaman, serta kebiasaan yang Bunda lakukan agar anak merasa betah untuk bertanya dan terbuka dalam membicarakan kesehatannya. Dengan begitu, anak akan belajar dalam lingkungan yang suportif dan terbuka.
Dengan keterangan tersebut, Bunda diharapkan mengenalkan kesehatan payudara sedini mungkin guna menghindari sesuatu yang tidak mengenakan. Semoga bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)