Kincai Media , KAIRO— Apakah seorang Muslim yang melakukan maksiat semasa hidupnya bakal masuk neraka dan kekal di dalamnya?
Pertanyaan ini dijawab personil Majelis Tinggi Urusan Islam Mesir Syekh Khalid Al-Jundi. Dia menjelaskan, manusia pada Hari Kiamat bakal terbagi menjadi dua golongan utama.
Golongan pertama adalah mereka yang masuk surga tanpa melalui hisab (perhitungan amal) dan tanpa terlebih dulu merasakan azab.
“Sementara golongan kedua adalah mereka yang bakal dihisab atas seluruh kebaikan perbuatannya,” kata dia dalam salah satu bagian program "La'allahum Yafqahun" yang ditayangkan di saluran DMC, dikutip Masrawy, Jumat (5/6/2026).
Syekh Al-Jundi menjelaskan bahwa di antara corak kasih sayang Allah SWT adalah adanya hamba-hamba yang langsung masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab. Dia mengutip firman Allah SWT:
إِنَّ الَّذِينَ سَبَقَتْ لَهُمْ مِنَّا الْحُسْنَىٰ أُولَٰئِكَ عَنْهَا مُبْعَدُونَ لَا يَسْمَعُونَ حَسِيسَهَا ۖ وَهُمْ فِي مَا اشْتَهَتْ أَنْفُسُهُمْ خَالِدُونَ
“Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka. Mereka tidak mendengar sedikitpun bunyi api neraka, dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh mereka.” (QS al-Anbiya 101-102).
Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan bahwa ada hamba-hamba pilihan yang apalagi tidak mendengar bunyi api neraka sama sekali.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·