Setelah bayi lahir, biasanya bakal keluar juga organ yang disebut ari-ari bayi alias plasenta. Di Indonesia, banyak family mempunyai tradisi mengubur ari-ari lantaran dianggap sebagai bagian yang pernah menyatu dengan bayi selama di dalam kandungan.
Namun, sebenarnya kenapa ari-ari bayi kudu dikubur? Apakah ada patokan unik dalam Islam? Dan ari ari bayi seperti apa bentuknya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini, Bunda.
Apa itu ari-ari bayi alias plasenta?
Ari-ari bayi adalah organ yang terbentuk selama kehamilan dan menempel pada tembok rahim. Dalam bumi medis, ari-ari disebut plasenta. Plasenta terhubung dengan bayi melalui tali pusat. Organ inilah yang menjadi jalur utama penyaluran nutrisi dan oksigen dari ibu kepada janin.
Banyak yang penasaran, ari ari bayi seperti apa? Bentuknya menyerupai cakram alias piringan bundar dengan warna merah keunguan. Permukaan yang menghadap bayi biasanya licin, sedangkan bagian yang menempel pada rahim tampak lebih bertekstur.
Proses terbentuknya plasenta
Plasenta mulai terbentuk sejak awal kehamilan, tepat setelah sel telur yang telah dibuahi menempel pada tembok rahim (implantasi). Menurut jurnal Philosophical Transactions of the Royal Society B, plasenta berkembang dari jaringan trofoblas embrio dan berfaedah sebagai organ penghubung antara ibu dan janin selama kehamilan.
Pada minggu pertama hingga kedua kehamilan, embrio yang tetap sangat mini bakal menempel di lapisan rahim. Selanjutnya, jaringan unik berjulukan trofoblas mulai berkembang dan membentuk cikal bakal plasenta.
Memasuki minggu ketiga, pembuluh darah ibu dan janin mulai saling terhubung. Dari sinilah plasenta mulai menjalankan fungsinya sebagai penghubung antara tubuh ibu dan janin.
Seiring bertambahnya usia kehamilan, plasenta bakal terus tumbuh dan berkembang. Pada trimester pertama, organ ini mulai aktif menyalurkan nutrisi dan oksigen kepada janin. Memasuki trimester kedua hingga menjelang persalinan, plasenta bekerja semakin optimal untuk mendukung pertumbuhan bayi di dalam kandungan.
Menjelang bayi lahir, berat plasenta umumnya mencapai sekitar 500–700 gram dengan diameter sekitar 15–20 sentimeter. Setelah proses persalinan selesai, plasenta bakal ikut keluar dari rahim dan inilah yang dikenal masyarakat sebagai ari-ari bayi.
Fungsi ari-ari bayi alias plasenta selama kehamilan
Selain menyalurkan nutrisi dan oksigen, plasenta juga membantu membuang unsur sisa metabolisme janin. Dalam kitab Pathology of the Human Placenta, Benirschke, Burton, dan Baergen menjelaskan bahwa plasenta merupakan organ sementara yang mempunyai peran krusial dalam pertukaran nutrisi, gas, hormon, dan limbah metabolik antara ibu dan janin.
Berikut peran plasenta yang sangat krusial bagi tumbuh kembang janin.
1. Transfer nutrisi ke janin
Karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dari tubuh ibu disalurkan ke janin melalui plasenta.
2. Memasok oksigen ke janin
Oksigen dari darah ibu bakal diteruskan ke janin melalui pembuluh darah di plasenta.
3. Transfer metabolik
Zat sisa metabolisme janin seperti karbon dioksida dan urea bakal dikembalikan ke tubuh ibu untuk dibuang.
Selain itu, plasenta juga menghasilkan hormon krusial seperti estrogen dan progesteron untuk membantu menjaga kehamilan tetap berjalan dengan baik.
Ari-ari bayi lahir, haruskah dikubur alias lebih baik disimpan di bank plasenta?
Secara medis, tidak ada tanggungjawab bahwa plasenta kudu dikubur. Setelah persalinan, ada dua pilihan yang umum dilakukan:
- Dikubur, mengikuti tradisi family alias budaya setempat.
- Disimpan di bank plasenta alias bank darah tali pusat untuk keperluan medis di masa depan, seperti terapi sel punca.
Jadi, keputusan untuk mengubur alias menyimpan plasenta berjuntai pada pertimbangan keluarga, kebutuhan medis, dan kepercayaan masing-masing.
Mitos tentang ari-ari bayi yang ada di Indonesia
Di beragam daerah, tetap ada sejumlah kepercayaan mengenai ari-ari bayi, misalnya:
- Jika ari-ari Bayi tidak dikubur, bayi bakal sering sakit.
- Ari-ari kudu diberi lampu selama 40 hari.
- Ari-ari bayi setelah 40 hari tetap mempunyai hubungan gaib dengan bayi.
- Bayi bakal susah tidur jika plasentanya tidak dirawat dengan langkah tertentu.
Perlu diketahui, kepercayaan tersebut merupakan bagian dari tradisi budaya dan belum mempunyai bukti ilmiah yang mendukung.
Dalam Islam, ari-ari bayi (plasenta) termasuk bagian dari tubuh manusia yang telah terpisah setelah proses persalinan. Karena itu, para ustadz umumnya menganjurkan agar ari-ari diperlakukan dengan baik dan tidak dibuang sembarangan.
Al-Qur’an memang tidak menyebut secara unik tentang plasenta alias ari-ari bayi. Namun, Islam mengajarkan untuk memuliakan manusia dan bagian-bagian tubuhnya. Allah SWT berfirman:
“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam…” (QS. Al-Isra: 70)
Ayat ini menjadi dasar bahwa tubuh manusia mempunyai kemuliaan, sehingga bagian tubuh yang terpisah pun sebaiknya diperlakukan dengan hormat.
Dalam sunnah, terdapat riwayat bahwa personil tubuh manusia yang terpotong dianjurkan untuk dikuburkan. Para ustadz kemudian mengqiyaskan (menganalogikan) perihal tersebut dengan ari-ari bayi. Karena itu, Ari-ari Bayi menurut islam lebih utama dikubur daripada dibuang di tempat sampah.
Hukum mengubur ari-ari menurut kebanyakan ustadz adalah sunnah alias dianjurkan (mustahab), bukan wajib. Artinya, jika ari-ari tidak dikubur tidak menimbulkan dosa, tetapi menguburnya dinilai sebagai tindakan yang lebih baik dan lebih sesuai dengan etika Islam.
Jadi, jika family memilih mengubur ari-ari, lakukan dengan sederhana, menjaga kebersihan, dan disertai niat sebagai corak syukur kepada Allah atas kelahiran si Kecil.
Jika Bunda dan family memilih mengubur plasenta, berikut tata langkah yang umum dilakukan:
- Bersihkan ari-ari dari sisa darah secukupnya.
- Bungkus dengan kain alias wadah yang layak.
- Gali lubang yang cukup dalam agar tidak mudah terbongkar hewan.
- Letakkan ari-ari di dalam lubang.
- Tutup kembali dengan tanah hingga rapat.
- Boleh membaca angan sebagai ungkapan syukur atas kelahiran bayi.
Tidak ada angan unik yang diwajibkan ketika mengubur plasenta. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan dan etika yang baik. Demikian ari-ari bayi: fungsi, tata cara, dan norma mengubur menurut Islam.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·