Mengenal Pola Asuh Beta Mom Yang Dikenal Santai Tapi Tetap Peduli Dengan Anak

Jul 28, 2026 03:50 PM - 13 jam yang lalu 260

Pola asuh yang diterapkan orang tua sekarang dapat menyesuaikan rentang kelahiran anak. Bunda yang mempunyai anak generasi beta rupanya dapat menerapkan pola asuh yang santuy alias dikenal 'Beta Mom'.

Pola asuh beta berfokus pada fleksibilitas, koneksi, dan mempercayai hatikecil ibu untuk lebih menikmati peran sebagai orang tua. Menurut psikiater bersertifikat dan pendiri Saranga Comprehensive Psychiatry, Vinay Saranga, MD, seorang 'Beta Mom' mengambil pendekatan yang jauh lebih santuy terhadap peran sebagai ibu.

"Alih-alih terlalu terlibat, seorang ibu beta membiarkan segala sesuatu melangkah apa adanya. Bukan berfaedah dia tidak peduli alias tidak mencintai anak-anaknya, dia hanya lebih condong membiarkan segala sesuatu melangkah dengan sendirinya, dan menyadari bahwa segala sesuatu tidak kudu sempurna alias terkontrol sepanjang waktu," ungkap Saranga, dilansir laman Parents.


Saranga mengatakan bahwa pendekatan pengasuhan ini berbeda dari peran tradisional seorang ibu yang mencoba menciptakan masa mini yang sempurna melalui penjadwalan berlebihan dan terlalu memikirkan setiap kegiatan anak. Sebaliknya, jenis ibu ini membiarkan anak-anaknya mempunyai lebih banyak kendali dan memberi mereka ruang untuk membikin pilihan sendiri, termasuk bermain sendiri dan menyuarakan preferensi mereka sendiri.

Hal yang sama juga diungkapkan terapis keluarga, Menurut Kim Feeney, LISW, RPT. Menurutnya, ibu-ibu beta mempunyai konsentrasi dan tujuan yang berbeda dibandingkan orang tua sebelumnya.

"Alih-alih bertanya gimana saya bisa mendapatkan kepatuhan alias kendali, pergeseran konsentrasi mereka adalah pada apa yang dibutuhkan anak dan gimana mereka dapat terhubung dengan anak dalam perihal tersebut," kata Feeney.

Feeney mengatakan, menjadi ibu beta dapat mencakup elastisitas yang disengaja, pola pengasuhan yang mengutamakan hubungan, dorongan daripada kontrol, kehangatan, dan batasan.

Karakter dari 'Beta Mom'

Berikut adalah beberapa karakter dari pola asuh 'Beta Mom' alias ibu yang mengasuh anak generasi beta:

  • Menghindari upaya untuk menjadi sempurna
  • Menolak budaya perbandingan
  • Membiarkan anak menemukan minat mereka sendiri
  • Mendorong anak-anaknya untuk mencari jalan hidup sendiri
  • Fleksibilitas dan mempunyai sifat yang santai
  • Menolak untuk membikin agenda secara berlebihan untuk anak-anaknya
  • Membiarkan anak-anaknya membikin 'kekacauan' alias 'kesalahan'
  • Membiarkan anak-anaknya mengalami akibat secara alami
  • Menolak pola pikir bahwa kita kudu melakukan semuanya sendiri
  • Berfokus untuk selalu datang untuk anak di saat ini

Manfaat menjadi 'Beta Mom'

Tren ibu beta sebenarnya telah berkembang selama bertahun-tahun, Bunda. Semuanya bermulai ketika para ibu capek dengan tekanan bahwa semuanya kudu betul dan melangkah lancar.

Selain itu, banyak wanita telah memperoleh lebih banyak kemandirian dan bisa melakukan lebih banyak perihal sendirian. Ini berfaedah mereka mempercayai hatikecil dan penilaian mereka serta menyadari bahwa kehidupan yang tertata rapi dan sempurna tidaklah selalu benar.

"Mereka juga menyadari bahwa tidak apa-apa untuk sedikit mengurangi pengawasan terhadap setiap gerak-gerik anak-anak," ujar Saranga.

Menjadi 'Beta Mom' rupanya bisa berfaedah bagi seorang Bunda. Menurut Saranga, stres dan kekhawatiran dapat berkurang pada ibu yang menerapkan pola asuh 'Beta Mom'.

"Hubungan seorang ibu dengan anak-anaknya menjadi lebih menyenangkan lantaran mereka tidak perlu lagi mengatur dan mengoreksi setiap perincian kecil," kata Saranga.

Pola pengasuhan ini juga berfaedah bagi anak, terutama saat mereka bertambah besar. Anak-anak dapat belajar memecahkan masalahnya sendiri dan mengembangkan kepercayaan diri yang lebih besar.

"Keindahan menjadi seorang ibu beta adalah tidak perlu intervensi terus-menerus. Ibu beta tetap mendukung dan sangat menyayangi anak-anak mereka, (tetapi) mereka condong tidak terlalu mengawasi anak-anak, menyelamatkan mereka, dan selalu ikut campur," ungkap Saranga.

Meski pola asuh ini dianggap bagus, 'Beta Mom' juga mempunyai kelemahan. Selama menerapkan pola pengasuhan ini, Bunda kudu memastikan perihal itu tidak dilakukan secara berlebihan ya. Jangan sampai, anak-anak merasa diabaikan, kesepian, alias merasa tidak berguna.

"Kita kudu ingat bahwa anak-anak tetap memerlukan pengarahan dan struktur dalam hidup mereka. Jangan salah mengartikan sikap santuy sebagai sikap lepas tangan sepenuhnya," ujar Saranga.

Cara menerapkan pola asuh 'Beta Mom'

Bunda mau menerapkan pola asuh ini ke anak? Saranga menyarankan untuk memulainya secara perlahan. Bunda tidak bisa langsung beranjak dari sepenuhnya terlibat dalam segala perihal yang dilakukan anak menjadi sepenuhnya menjauh begitu saja.

"Mulailah dengan satu alias dua kegiatan di mana orang tua dapat mengurangi keterlibatan dan membiarkan anak-anak menyelesaikannya sendiri," kata Saranga.

"Mungkin ini memberi kesempatan kepada anak untuk mengatasi masalah yang sesuai dengan usianya sendiri."

Selain itu, Bunda tidak kudu menjadi ibu yang terlalu pasif jika memang tidak terbiasa untuk melakukannya. Sebaliknya, fokuslah untuk menjadi orang tua yang lebih elastis dan berpikiran terbuka.

"Kita tidak mau beranjak dari elastis menjadi tidak konsisten. Anak-anak Anda tetap memerlukan struktur, bimbingan, dan orang tua yang bersedia menjadi sosok dewasa di ruangan," ujar Saranga.

Demikian serba-serbi pola asuh 'Beta Mom' yang dikenal santuy dalam mengasuh anak. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya