Di kembali kecerdasannya yang mendunia, Albert Einstein mempunyai sejumlah kebiasaan yang tidak biasa. Rutinitas tersebut pun kerap dikaitkan dengan langkah dia menjaga keahlian berpikirnya.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kepintaran tidak hanya ditentukan oleh aspek keturunan. Lingkungan dan kebiasaan sehari-hari juga berkedudukan dalam membentuk kegunaan otak.
Tak mengherankan lagi jika style hidup Einstein tetap sering dipelajari hingga kini. Lantas, kebiasaan apa saja yang diyakini turut mendukung kejeniusannya?
Kebiasaan unik Albert Einstein
Dilansir CNN Indonesia, Albert Einstein adalah salah satu intelektual paling berpengaruh di abad ke-20, mengubah arus bumi sains dengan tafsiran barunya soal gravitasi, cahaya, dan waktu.
Berikut beberapa kebiasaan sehari-hari Albert Einstein yang dipercaya berkontribusi terhadap kecerdasannya:
1. Tidur 10 jam dan rutin tidur siang
Dilansir BBC, Einstein dikabarkan tidur sekitar 10 jam setiap malam, lebih lama dari rata-rata orang dewasa. Ia juga dikenal doyan tidur siang singkat untuk menyegarkan pikirannya.
Kebiasaan ini didukung oleh studi dari University of Lübeck, Jerman (2004). Penelitian menemukan bahwa orang yang tidur setelah mempelajari suatu tugas lebih dari dua kali lebih mungkin menemukan pola alias solusi dibandingkan mereka yang tetap terjaga.
Tidur membantu otak mengolah info sehingga meningkatkan keahlian memecahkan masalah. Selain itu, penelitian University of Ottawa menunjukkan bahwa kegiatan otak yang disebut sleep spindles selama tidur berangkaian dengan keahlian berpikir logis, mengenali pola, dan menyelesaikan masalah. Semakin banyak kegiatan tersebut, semakin baik keahlian penalaran seseorang.
2. Rutin melangkah kaki
Albert Einstein dikenal rutin melangkah kaki setiap hari. Saat mengajar di Princeton University, Amerika Serikat, dia melangkah sekitar 2,4 kilometer untuk berangkat dan pulang. Kebiasaan ini juga dilakukan intelektual terkenal lainnya, seperti Charles Darwin.
Penelitian menunjukkan bahwa melangkah kaki dapat meningkatkan daya ingat, kreativitas, dan keahlian memecahkan masalah, terutama jika dilakukan di luar ruangan.
Para mahir menduga saat berjalan, kegiatan pada bagian depan otak yang mengatur penalaran dan pengambilan keputusan sedikit menurun. Kondisi ini membikin otak berpikir lebih santuy sehingga lebih mudah menemukan buahpikiran alias solusi baru.
3. Mengonsumsi karbohidrat secukupnya
Meski tidak diungkap secara pasti makanan favoritnya, Einstein pernah berbual bahwa dia menyukai spaghetti.
Hal ini menarik lantaran karbohidrat merupakan sumber utama glukosa, ialah bahan bakar yang dibutuhkan otak untuk bekerja.
Menurut penelitian, otak menggunakan sekitar 20 persen daya tubuh, sehingga memerlukan asupan glukosa yang cukup agar dapat berkonsentrasi dan berpikir dengan baik.
Namun, konsumsi karbohidrat tetap kudu dalam jumlah yang wajar. Peneliti dari University of Roehampton menemukan bahwa sekitar 25 gram karbohidrat dapat membantu kegunaan otak, sedangkan jumlah yang berlebihan justru berpotensi menurunkan keahlian berpikir.
4. Tidak suka menggunakan kaus kaki
Einstein juga mempunyai kebiasaan unik, ialah tidak mengenakan kaus kaki. Dalam sebuah surat, dia mengaku berakhir memakainya lantaran ujung jempol kakinya selalu membikin kaus kaki berlubang.
Meski terdengar menarik, belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa kebiasaan ini dapat meningkatkan kecerdasan.
Sebaliknya, beberapa studi justru menemukan bahwa mengenakan busana yang terlalu santuy dibandingkan busana umum dapat dikaitkan dengan penurunan keahlian berpikir abstrak.
Jadi, kebiasaan tidak memakai kaus kaki lebih mencerminkan style hidup pribadi Einstein daripada rahasia di kembali kejeniusannya.
Nah, itulah beberapa kebiasaan unik Albert Einstein yang dipercaya mendukung kecerdasannya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·